SANTRI GELAR DO’A BUAT GUS DUR

advert

Ali-santriTANGERANG- Satu lagi ulama dan negarawan Indonesia berpulang. KH. Abdurrahman Wahid atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Gus Dur meninggal dunia pada Rabu (30/12) di RSCM. Sebagai bentuk berkabung sejumlah santri pondok pesantren Darul Hikmah, Cimone, Kota Tangerang menggelar dzikir dan doa bersama pada Kamis (31/12). Mereka mengaku merasa kehilangan sosok guru bangsa yang dapat menyatukan kemajemukan suku bangsa Indonesia.

Kepergian almarhum Gus Dur menemui sang pencipta, membawa kesedihan mendalam bagi para santri pondok pesantren Darul Hikmah. Mereka merasa kehilangan guru bangsa sekaligus penjunjung tinggi demokrasi di Indonesia.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi mantan presiden RI keempat tersebut, puluhan santri membacakan do’a dan dzikir bagi cucu pendiri Nahdatul Ulama itu. Dengan khusyuk, puluhan santri membacakan do’a bagi keselamatan almarhum Gus Dur.

Menurut keterangan Khairudin, pengasuh Ponpes, mengatakan bahwa di mata para santri, Gus Dur merupakan sosok seorang ulama yang menjunjung tinggi pluralisme dan mampu menyatukan seluruh etnis bangsa lintas agama.

Meskipun Gus Dur terbilang tokoh nasional yang penuh kontroversi, namun bagi para santri ajaran yang telah diamanatkannya akan terus digunakan demi kemajuan Islam dan bangsa. [ahmadi]

Share

One Response to “SANTRI GELAR DO’A BUAT GUS DUR”

  1. Akhel Says:

    wah banyak juga orang banten yang berziarahh…???

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010