Tengku Rahmat (46): HIDUP PENUH KERJA KERAS

advert

KISOKEHIDUP KERJA KERAS

Aku adalah lelaki kelahiran Serang 46 tahun silam dengan nama lengkap Tengku Rahmat. Tumbuh di tengah keluarga yang sederhana membuat aku sejak kecil telah terbiasa mengisi waktu dengan kerja keras. Semasa aku masih duduk di bangku SMP, aku telah memulai mencari uang dengan menjadi Ball Boy tenis lapangan. Tugasku ialah mengambil setiap bola yang jatuh. Pekerjaan ini aku lakukan untuk sekedar mendapatkan uang jajan dan sebagai biaya tambahan sekolahku.

Selulus SMP, dengan bermodalkan nekat seorang diri aku langsung merantau ke Bandung. Di kota kembang itulah aku melanjutkan pendidikanku ke bangku STM dan mengambil jurusan mesin. Untuk membiayai hidup dan pendidikan, aku kembali menjadai Ball Boy tenis lapangan. Selulus STM, karirku di tenis lapangan meningkat, yakni menjadi asisten pelatih. Tak puasa menjadi asisten pelatih, akupun mengikuti kursus untuk menjadi pelatih tenis selama dua bulan.

Pada tahun 1985, akhirnya aku menjadi pelatih tenis lapangan di Bandung Iternasional School (BIS). Sebagai sekolah tenis internasional, tentu murid-murid di BIS yang kulatih berasal dari mancanegara. Saat menjadi pelatih inilah secara perekonomian aku mengalami peningkatan. Namun pada tahun 1997, bertepatan dengan krisis moneter, BIS ikut bangkrut. Secara otomatis aku pun kehilangan pekerjaan sebagai pelatih di BIS. Untuk tetap membiayai hidup anak dan istriku, aku tetap menjadi pelatih tenis lapangan bagi para pegawai kantoran. Namun karena pengasilannya tak mencukupi, aku memutuskan berhenti menjadi pelatih dan kembali ke kota kelahiranku di Serang.

Ternyata mencari pekerjaan di kota kelahiranku pun tak mudah. Izajah STM yang kumiliki tak berarti banyak. Akhirnya dengan mengorbankan rasa gengsi, aku menekuni pekerjaan baru, yakni menjadi seorang pemulung. Dengan bermodalkan karung, setiap harinya aku mencari nafkah di tempat-tempat sampah, tempat yang untuk banyak orang dianggap menjijikan. Setelah mempunyai cukup modal, aku tidak lagi menjadi pemulung, tapi menjadi tukang beli barang bekas yang setiap hari berkeliling kota dengan menarik gerobak.

Karena manajemen uang yang baik, akhirnya aku memiliki modal untuk menjadi bos bagi para pemulung. Saat ini aku telah memiliki sebanyak 30 orang pemulung yang terdiri dari usia anak-anak dan orang dewasa. Khusus untuk anak-anak, mereka hanya diperbolehkan memulung pada hari minggu, hari selebihnya mereka gunakan untuk sekolah.[RG]

Share

2 Responses to “Tengku Rahmat (46): HIDUP PENUH KERJA KERAS”

  1. Harir Baldan Says:

    Sepertinya aku kenal dengan orang ini. jika tidak salah dia orang Kubil yang tak jauh dari kampungku, Ciloang. Dulu, ketika aku masih tukang gorengan. aku sering dagang di lapaknya. bahkan ibuku juga. Tapi, sukurlah kalau dia sudah sukses lagi dan banyak anak buahnya.

  2. imron rosadi Says:

    ikut aja ah

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010