Masjid Jami Al-Hidayah: ADA RUANG KHUSUS MAJELIS TA’LIM

advert

SYIADA RUANG KHUSUS MAJLIS TALIM

Masjid Jami AL-Hidayah yang terletak di Kampung Sambi Growong Kelurahan Sukawana, Serang ini terlihat cantik. Pantas jika Masjid ini menjadi masjid kebanggan warga Sambi Gerowong. Setiap ada acara keagaman pastilah masjid ini yang menjadi tempat pelaksanaannya. Karena Masjid Jami AL Hidayah inilah satu-satu tempat bagi pelaksanaan berbagai acara keagamaan, maka masjid ini pun menyediakan ruangan di lantai atas, persis di atas ruangan wudhu, sebagai tempat khusus kegiatan Majelis Ta’lim. Ruangan berukuran 5X8 ini dibangun untuk mendukung terciptanya suasana khusu saat pembelajaran di mejelis ta’lim berlangsung.

Dijelaskan H. Syamsudin. M.S (57), ruangan tersebut sampai saat ini hanya diisi dengan kegiatan mejelis ta’lim bapak-bapak pada setiap malam Sabtu. “Sebetulnya ruangan itu sejak semula dibangun bukan sekedar untuk acara pengajin bapak-bapak, tapi juga umum. Namun, karena jumlah pemuda di Kp. Sambi Growong ini cukup banyak sedangkan ruang khusus majelis ta’lim tersebut ukurannya tak seberapa besar, maka kegiatan pengajian pemuda dilakukan di teras masjid,” tutur H. Syamsudin yang sehari-harinya bertugas sebagai guru ngaji bagi seluruh warga Sambi Growong ini.

Ditambahkan H. Syamsudin, masjid Jami Al-Hidayah ini sudah berdiri sejak tahun 1935. Namun pada tahun 1997 masjid dengan luas lahan 500 meter persegi dan luas bangunan 18×24 ini mengalami renovasi yang memakan waktu selama kurang lebih empat tahun. Dana pembangunan yang tak sedikit dikumpulkan warga dengan cara iuran yang sudah ditetapkan.

Untuk iuran yang sudah ditetapkan itu dibagi tiga kelas. Untuk warga yang digolongkan kelas satu wajib menyumbangkan uang sebesar satu juta, kelas dua tujuh ratus lima puluh ribu dan kelas tiga lima ratus ribu. “Namun untuk pembagian kelas tersebut tentu berdasarkan status ekonomi warga. Sementara untuk yang benar-benar tak mampu kami tak mewajibkan,” tuturnya.[RG]

  • Share/Bookmark

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.
REGULER
Ada paket murah-meriah di Taman Bacaan Masyarakat “Rumah Dunia”. Paket Kelas Menulis “Be a Writer” reguler di Rumah Dunia. Kalo mau jadi novelist dan penulis skenario, gabung di sini. Biaya Rp. 150.000,-. Gratis buku “Be a Writer” karya Gol [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | July 18th, 2010