Afrilia Triani: PANTAH MENYERAH
langlang | Banten Star | December 31st, 2009 | No Comments »

PANTANG MENYERAH
Hidup adalah perjuangan. Di dalam perjuangan ada pengorbanan. Tak ada yang dapat diraih dengan cuma-cuma. Segala sesuatu yang kita inginkan tidak bisa kita dapatkan dengan sederhanan. Jika setiap orang mendapatkan apa yang diinginkan tanpa melalui perjungan, lalu dimata letak perbedaan orang yang gigih dan yang malas?
Bicara soal perjuangan, Afrilia Triani (20) adalah salah seorang gadis yang giat berjuang untuk menggapai cita-citanya. Karena perjuangannya itulah, mahasiswi semester II S1 Manajemen STIE Serang ini dinobatkan sebagai Duta Kampus STIE Serang 2008 setelah melewati tahapan seleksi dalam pemilihan Duta Kampus STIE Serang beberapa waktu lalu. Gelar tersebut diraihnya setelah ia berjuang menyisihkan tiga puluh peserta lain yang mengikuti ajang tersebut.
Putri ketiga dari pasangan Hasan Mangkai dan Lilis Ratnawati ini mengaku, pada awalnya merasa ragu untuk mengikuti pemilihan Duta Kampus. Namun setelah didaftarkan oleh teman-temannya, ia jadi termotivasi untuk berjuangan mengukir pengalaman melalui ajang tersebut. “Pada saat lolos audisi pertama aku merasa sangat senang. Mulai saat itu aku berpikir, bahwa ajang seperti ini tidak bisa main-main. Aku pun bertekad untuk memberikan yang terbaik yang bisa aku lakuin. Disamping itu, aku juga tidak ingin mengecewakan dan menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan oleh temen-temen,” ungkap gadis kelahiran Medan 3 April 1988 itu sambil tersenyum.
Gadis yang memilih baso sebagai makanan favorit ini menceritakan kembali perjuangannya untuk menjadi Duta Kampus STIE Serang. Audisi pertama, ia dihadapkan pada tes minat dan bakat, pengetahuan umum, serta wawasan seputar kampus. Setelah lolos audisi pertama, ia harus menunjukan bakat yang dimilikinya kepada dewan juri di audisi ke dua. Saat itu, ia memperagakan beberapa jurus karate yang dikuasainya. Setelah melewati audisi kedua, ia memasuki masa karantina. Selama masa karantina, ia mendapatkan banyak bekal yang harus dimiliki oleh seorang duta kampus. Di antaranya iaitu public speaking, master of ceremony, manajemen emosi, tata krama, dan cara berpenampilan yang baik.
Setelah terpilih menjadi Duta Kampus STIE Serang 2008, kegiatan gadis yang bercita-cita ingin jadi Psikolog ini semakin padat. Kini ia lebih banyak menghabiskan sebagian besar waktunya di kampus untuk menjalankan tugas yang diembannya sebagai Duta Kampus. iaitu menjadi petugas penerimaan mahasiswa baru dan menjadi ujung tombak dalam kegiatan promosi kampus.
Selain menjadi duta kampus, ia pun aktif di organisasi. Seperti badan eksekutif mahasiswa (BEM) dan paduan suara. Bahkan ia terlibat dalam tim paduan suara untuk pembukaan MTQ ke 22 tingkat nasional yang akan digelar di Provinsi Banten bulan Juni mendatang. Di sela-sela kesibukannya ia masih sempat berlatih karate dan sesekali menerima tawaran untuk menjadi Sales Promotion Girl (SPG) dari beberapa produk ternama.
”Dengan bertambahnya kesibukan, aku mendapatkan banyak pelajaran hidup. Di antaranya tentang manajeman waktu. Awal aku sempet kerepotan membagi waktu. Tapi sekarang semuanya bisa seiring sejalan. Semua itu berkat didikan orang tua yang selalu mengingatkan aku untuk tidak mudah menyerah dalam kondisi apa pun. Just do what you love and love what you do” ungkapnya.[ado]




Leave a Reply