SASTRA YANG BERPIHAK PADA HAM

11SERANG – Bengkel Penulisan Sastra (Belistra) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Rabu (30/12) menggelar seminar dengan tema ‘Sastra dan HAM: Pemajuan HAM Melalui Karya Sastra’, yang bertempat di Auditorium Untirta, Gedung B Lantai 3. Acara yang dihadiri 200 peserta dari ormawa Untirta, IAIN, UNSERA, Rumah Dunia dan Kubah Budaya berlangsung cukup meriah.

Seminar dibuka Odien Rosidin, S.Pd, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Dalam seminar ini, hadir pembicara yakni, Muhyi Mohas, S.H., M.H. Firman Venayaksa, M.Hum, dan Sutanandika, selaku perwakilan dari Imparsial.

Dalam seminar ini salah satu pembicara, Firman Venayaksa membacakan makalah dari kutipan Lurance Perrine (1959) bahwa menurut Basuki (2005; 71) sastra dibagi menjadi dua; yang menghadirkan istilah escape literature dan interpretative literature yang masing-masing punya kelasnya sendiri. Sastra yang masuk pada katagori pertama, adalah karya sastra yang bertujuan hanya untuk menghibur, sekadar mengisi waktu senggang. Sastra jenis ini justru mengajak pembaca menjauh dari kenyataan kehidupan dan membuat pembacaanya lupa dengan apa yang dihadapinya. Tujuannya cuma memberi kesenangan. Sedang sastra katagori kedua ditulis untuk memperluas, memperdalam, serta mempertajam kesadaran pembacaanya mengenai kehidupan. Dengan melalui imajinasi, sastra dalam katagori ini membawa pembaca lebih dalam ke dunia nyata, membuat orang mampu memahami masalah-masalahnya di dalam kehidupan. Sebuah karya sastra yang interpretative meneragi aspek kehidupan dan perilaku manusia, memberi pemahaman mendalam mengenai sifat dan kondisi eksistensi manusia.

Ketika sastra disandingkan dengan persoalan HAM, maka sastra yang dimaksud lebih diterapkan pada interpretative literature. Sastra adalah refleksi atas realitas. “Setiap karya sastra selalu mengait dengan kemanusiaan. Dalam segala hal sastra selalu bicara,” kata Firman selaku pembicara.

Setelah pemaparan dari ketiga pembicara tersebut, dibuka sesi tanya-jawab. Dalam sesi tersebut, Haerudin, dari mahasiswa Prodi Diksatrasia menanyakan tentang bagaimana cara karya sastra memajukan HAM. Hal ini kemudian dijawab Firman, “Hak asasi manusia itu adalah prinsip. Sastra juga bisa jadi senjata untuk mengkritik pemerintah, ketika pemerintah tidak memperdulikan aspirasi kita, maka sastra sangat berperan dalam kemanusiaan.”

Sebelum acara seminar dan diskusi diakhiri, dilanjutkan dengan pembacaan puisi dari perwakilan masing-masing internal dan external kampus. Menurut Dwi Muksin Yulianto, selaku ketua pelaksana, tujuan diadakannnya seminar ini, untuk mengajarkan khususnya pada Belistra mengenai realitas kehidupan dan hak asasi manusia. “Untuk kedepannya, Belistra akan terus mengadakan kegiatan yang sama, dengan tema yang lebih luas lagi,” tutur Muksin [wayang]

MOBIL MEWAH TERBAKAR DI JALAN TOL

tol kecelakaanTANGERANG – Sebuah mobil mewah merek BMW warna silver hangus terbakar di ruas tol Jakarta –  Merak  kilo meter 18.100  Tangerang.

Peristiwa terjadi pada Rabu malam(30/12). Mobil BMW jenis sedan bernomor polisi B 308 CU terbakar hebat di jalur tiga,  jalan tol Jakarta- Merak.

Tepat di kilometer 18.100  dari arah Jakarta menuju Merak ,  sedan BMW diketahui telah terbakar hebat.  Sementara pengemudi hingga saat ini belum diketahui identitasnya, karena tak berada di lokasi kejadian.

Menurut keterangan Bripka Agus Mulyadi,  salah satu petugas PJR Bitung yang berada di lokasi. “Diduga kebakaran mobil akibat korsleting pada bagian mesin.  Pasalnya,  sebelum kejadian  mobil sempat menabrak kendaraan yang berada di depannya”.

Petugas sempat kesulitan memadamkan api, lantaran minimnya peralatan. Kebakaran baru dapat dipadamkan 40 menit kemudian.

Meski tidak menimbulkan korban,  akibat kejadian ini, ruas tol jakarta menuju merak sempat di tutup selama lima belas menit, hingga menyebabkan kemacetan panjang  hingga tiga kilometer. (Shakti Ahmadi)

RIBUAN BIBIT DIMUSNAHKAN

Bibit musnahTANGERANG –  Ribuan bibit dan benih tanaman berbahaya dimusnahkan Balai Besar Karantina Hewan dan Tumbuhan Bandara Soekarno Hatta. Pemusnahan ini dilakukan langsung menteri Pertanian Suswono pada Rabu (30/12).

Pemusnahan ribuan bibit dan benih dari berbagai jenis tanaman ini dilakukan lantaran tidak memiliki dokumen resmi saat akan masuk ke Indonesia. Bibit dan benih tanaman seperti padi, jagung, kedelai, dan sayuran ini  berasal dari berbagai negara. Diantaranya Jepang, China, Korea, Thailand dan Arab saudi.

“Jika bibit dan benih ini di tanam di Indonesia , dapat menurunkan produksi pangan hingga 40%,” Ujar suswono usai memusnahkan bibit tanaman dengan insenerator.

Selain bibit dan benih tanaman, dimusnahkan juga ribuan makanan impor ilegal serta hewan langka yang berusaha diselundupkan keluar negeri.

Suswono menambahkan, makanan yang berasal dari luar negeri dan tanpa memiliki dokumen resmi, dimungkinkan bisa menimbulkan penyakit baru yang belum pernah ada di Indonesia.

Pemusnahan ini merupakan hasil penegahan Balai besar Karantina Hewan dan Tumbuhan Bandara Soekarno Hatta sejak pertengahan tahun 2009 lalu. (Shakti Ahmadi)

JENAZAH TKI TERTAHAN DI BANDARA

TKI mayatTANGERANG –  Jenazah Asiyah Kiki (36) TKI asal Cianjur, Jawa Barat tertahan di Kargo Bandara Soekarno Hatta lantaran pihak penyalur jasa TKI yang memberangkatkannya tak mau bertanggung jawab. Jenazah baru dapat dipulangkan setelah petugas deplu turun tangan.

Korban awalnya berangkat bekerja ke Malaysia, melalui jasa penyalur TKI tidak resmi yang berlokasi di bilangan Jakarta. Namun, korban justru pergi ke Amman, Yordania untuk bekerja sejak 3 bulan terakhir. Hingga akhirnya korban meninggal akibat penyakit stroke yang dideritanya.

Jenazah korban tiba di kargo bandara cengkareng sejak Rabu (30/12). Dan petugas penyalur TKI tidak mau bertanggung jawab mengurus jenazah Kiki. Hingga memaksa petugas departemen Luar Negeri turut campur tangan.

“Korban merupakan TKI ilegal, pasalnya saat berangkat keluar negeri tidak melalui jalur resmi, dan hanya diberangkatkan oleh jasa penyalur perorangan. Dan hal tersebut tidak diperbolehkan”. Ujar Suseno, salah satu pertugas deplu yang berada di lokasi.

Suseno menambahkan, Jasa Penyalur yang memberangkatkan Kiki berlokasi di Jakarta. Dan akibat praktek ilegal yang dilakukannya, DEPLU akan memberikan sanksi tegas.

Selanjutnya, Jenazah diberangkatkan ke kampung halamannya di Kampung Cirewes, Rt 02 / 04 Cianjur, Jawa Barat untuk dikuburkan. (Shakti Ahmadi)

SENJA DI SELAT SUNDA [21]

20b-Aktivis PerbukuanOleh Gol A Gong

siang bergulir

memalaskan ketakberdayaanku

menelanjangi waktu

mencari goresan hari lanjutkan membaca »

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010