PONDOK BACA ZAKIAH BANDUNG BARAT
Gola Gong | Jurnal RumahDunia | December 30th, 2009 | No Comments »
RUMAH DUNIA – Di zaman modern sekarang, amat sedikiti orang yang peduli terhadap lingkungan sosial. Apalagi jika itu menyoal bidang literasi. Kita tahu bahwa minat baca di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.
WAKTU LUANG
Hal itu pula yang mendasari Ayu Puji Rahayu mendirikan pondok baca yang diberi nama “Zakiah”. Menurut Ayu, dibangunnya pondok baca Zakiah, agar waktu luang para pelajar di tempatnya bisa dimanfaatkan dengan baik. “Kami ingin waktu istirahat mereka dimanfaatkan dengan membaca,” ujar Ayu.
Pada 24 Desember 2009, Ayu dan beberapa pengurus pondok baca Zakiyah berkunjung ke Rumah Dunia. Mereka ingin belajar bagaimana mengelola taman bacaan masyarakat seperti Rumah Dunia. “Kok, Rumah Dunia ini bisa bertahan dan berkembang sert dikenal di mana-mana,” kata ayu keheranan.
Pondok baca yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Arafah, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, ini baru berdiri tiga bulan. Gagasan pendirian ini didukung Kepala Sekolah SD Arafah, Sarip Mahmud.
Pondok baca Zakiah dibuka setiap Jum’at selepas Ashar untuk anak-anak SD. Sedangkan Minggu (dari jam 2-5 sore) untuk pelajar tingkat SMA. “Para pengunjungnya anak-anak Pesantren Arafah dan warga sekitar,” ujar bunda Zakiah ini.
Konsep belajar yang diberikan pondok baca ini sederhana, yaitu dibacakan cerita, diajarkan membaca, dan cerita bersama. Sedangkan untuk SMA belum ada kegiatan rutin selain membaca dan berdiskusi.
BUKU TERBATAS
Buku yang tersedia pun masih terbatas pada buku-buku umum dan majalah anak. “Buku-bukunya dapat sumbangan dari Kang Iqbal, relawan kami,” kata guru SD kelas 1 ini. Alasan itulah yang membuat pondok baca yang beralamat di Kampung Pasir Jati RT 03/17, Desa Muka Payung Cililin, Bandung Barat ini belum bisa meminjamkan buku kepada yang berkunjung.
Gol A Gong, yan hadir membagikan pengalamannya saat mengawali membangun Rumah Dunia menyarankan, “Coba dekati para penerbit buku. Biasanya setiap mereka menerbitkan buku-buku baru, selalu ada jatah untuk relasi atau dibagikan.”
Selain minimnya koleksi buku, Sumber Daya Manusia (SDM) di Zakiah juga sangat terbatas. pengurusnya baru tiga orang: Ayu Puji Rahayu dan dua orang siswi SMA Arafah. Selama ini, bantuan dari Pemerintah Pusat belum ada. Kendati demikian, pondok baca yang berdiri di teras rumah Ayu Puji Rahayu ini memiliki harapan emas untuk menumbuhkan minat baca minimal di lingkungan Pesantren. (Harir Baldan)




Leave a Reply