KONSER MUSIK RELIGI UNGU DI CILEGON

advert

full_ungu.com-052-unguCILEGON— Bertempat di lapangan Lapangan Helyped PT KS Cilegon (ADB) Himpunan Pemuda Al-Khaeriya menggelar Tabligh Akbar dan Konser Musik Religi Ungu pada Sabtu siang(26/12). Acara ini diselenggarakan memperingati tahun baru Islam 1431 Hijriah dan memperingati tanggal 10 Muharam, serta menyambut tahun baru nasional 2010 Masehi.

DOORPRIZE

Ribuan penonton dengan pakaian berwarna putih berdatangan sejak bada Dzuhur dengan membawa tiket yang akan diundi untuk mendapatkan doorprize. Tiket didapat dengan gratis dan bisa diambil melalui panitia di wilayah masing-masing.

Pada saat memasuki kawasan lapangan Helypad, para penonton yang datang mendapatkan sebuah kalender baru tahun 2010. Dimana dalam kalender terdapat beberapa foto kegiatan H. Ali Mujahidin atau yang lebih akrab dipanggil Mumu, yang merupakan Bakal Calon Walikota Cilegon dan juga sebagai Ketua Himpunan Pemuda Al-Khieriyah Provinsi Banten.

Pada awalnya Panitia telah menyiapkan tempat terpisah untuk para penonton laki-laki dan perempuam dengan dibatasi pagar besi. Namun karena penonton yang didominasi oleh para perempuan dan tidak muat lagi, wilaya untuk penonton laki-laki pun diserobot juga.

UNGU

Serangkaian acara dimulai sejak jam 2 siang. Ribuan penonton seolah tak sabaran menanti band idolanya dengan meneriakan nama Band Ungu ketika acara tabligh akbar berlangsung. Tabligh akbra yang disampaikan oleh H. Ali Mujahidin serta tausiah oleh Ustadz Jefri Al Buchori dengan tema keistimewaan pada bulan Muharam.

Hingga saatnya tiba Ungu pun beraksi pada jam 4 sore. Para Cliquers lekas teriak histeris memanggil nama grup band favoritnya. Grup band Ungu yang digawangi oleh  Sigit Purnomo Sayamsudin Said alias Pasha pada Vokalis, Makki Omar Parikesit alias Makki pada Bassis, Franco Medjaya Kusuma alias Enda pada Gitaris, serta Arloncy Miraldi alias Onci pada Gitaris.

Di bawa langit kota Cilegon yang mendung Ungu pun beraksi. 10 lagu terbaik Ungu menghibur para Cliquers. Lagu Tak Ada Tempat Sembunyi merupakan lagu pembuka Konser Musik Religi Ungu. Selanjutnya menyusul lagu Para Pencari-Mu, Dilema Cinta, dan Andai Ku Tahu.

DUET

Ungu bersama Ustad Jefri Al Buchori berduet dalam lagu Surga Hati yang terasa mengharukan. Aransemen baru lagu Tercipta Untukku pun menghanyutkan para Cliquers untuk ikut menyanyikan bersama. Suasana kembali ceria ketika Ungu membawakan lagu Cinta Gila yang merupakan Ost. Film Sang Pemimpi yang energik.

Tak mau ketinggalan Ketua KADIN Kota Cilegon dan ketua DPC Partai Demokrat Kota Cilegon, H. Ali Mujahidin berduet dengan Ungu dengan lagu favoritnya yaitu: Sesungguhnya dan Surgamu. Sedangkan lagu Hampa Hatiku menjadi lagu penutup Konser Ungu di Kota Cilegon.

“Alhamdulillah, warga Cilegon ternyata cinta damai. Terima kasih atas kedatangannya. Saya yakin kedatangan anda semua atas panggilan hati yang semoga mendapatkan ridho dari-Nya,” kata Pasha menyapa para penonton di akhir acara.

Kedatangan Pasha dan kawan-kawan menorehkan kesan yang berarti bagi Nufus. Pelajar SMAN 2 KS ini pun mengaku sejak jam 12 siang dirinya dan teman-temannya telah datang dan berdiri di barisan paling depan, serta tak perduli meski tanah lapangan yang diinjaknya becek tergenang air hujan.

”Lumayan capek karena berdiri terus. Gak bisa duduk karena becek. Tapi seneng juga bisa melihat Ungu langsung dari depan, kan biasanya Cuma bisa lihat di tv aja,” kata Nufus yang merasa Cliquers sejati.

Hujan yang mengguyur pada pagi hari memang membuat genangan air di lapangan, namun itu semua tidak menyurutkan antusias para Cliquers. Seperti Adji (15 thn) warga Citangkil yang sekujur tubuhnya kotor dengan percikan tanah yang tak memperdulikan saat berada ditengah lapangan saat konser berlangsung.

”Biarinlah kotor juga. Bisa dibersihkan dengan air keran juga. Yang terpenting Gue sama temen-temen bisa asik melihat ungu dari dekat,” kata Adji.  [Rama Rahmat]

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010