PUISI-PUISI MUHAMMAD ASIF

advert

Biografi Kehilangan

1

dalam liputan bayang-bayang bulan

aku melihat bayangmu sedang terjaga

terbaring senyap

bersama romansa yang tak kutahu apa

rembulan masih terus saja mengisahkan kenangan-kenangan

di bawah temaram cahaya yang kian redup

barangkali ia masih terus mengundang kita

untuk menari di altar sunyi

entahlah, semua tak kan ada yang tahu tentang kita

2

sajak kehidupanku akan kuabadikan

bersama harapanku

meski terkadang ada nyinyir darah,

bayang-bayang menakutkan, dan juga iblis-iblis

yang mewujud malaikat

aku tetap ingin menyanyikan harapanku

karena hanya dengan harapan

aku bisa membersihkan sisa-sisa diri

di bengawan surga

apalagi setelah makan minyak hati ikan kod

dari kedalaman jiwaku sendiri

seluruh aliran darahku pasti akan suci kembali

sisa-sisa makanan, juga unsur-unsur kimia pengkotor

akan segera tersapu

dan kehidupanku akan kembali segar bugar

meski tak tahu apa bayangmu juga ikut tersapu

3

pagi ini aku ingin minum secangkir kopi hangat

tubuhku masih terlalu dingin

oleh guyuran hujan tadi malam

sendi-sendiku menggigil

sampai ke jiwa

aku ingin menghangatkan diriku

dari dinginnya kehidupan

juga kenaifan-kenaifan masa lalu

lewat secangkir kopi hangat dan juga

kekuatan alam

ah, semuanya mesti tak sia-sia

setelah tubuhku hangat kembali

kesegalaan kehidupan pasti bisa mewujud lagi

tak perlu ada sesal pernah tertimpa

dinginnya kehidupan

***

Namamu

biar kuabadikan namamu

dalam langkahku

sajak-sajakmu dalam nyanyian sungaiku

biar kulukis pula wajahmu

dalam buku harianku

senyummu dalam keabadian bawah sadarku

namun tak perlu kau tahu

di mana letak kesejatianku

dalam kata-kata yang kau simpan

waktu itu

***

Mengejar Bayangmu

aku ingin berbuat sesuatu

untuk sekedar mengejar bayangmu

meski hanya diamku

sayang langkah-langkah kakiku terlalu kecil

sedangkan pagar yang menutupi rumahmu

terlalu tinggi

aku harus bagaimana?

di pasar tua sayur-sayur, buah kelapa membusuk

berbau tengik

barang-barang tua berserakan, serabutan

bercampur bersama dadaku yang hampir busuk

ah, aku hanya ingin melayang bersama radio-radio tua

siapa tahu  masih bisa mendengar khabarmu di sana

(Solo, 8 Mei 2009)

***

Muhammad Asif lahir di sebuah kota kecil, Rembang. Pendidikannya mulai dari tingkat Dasar hingga tingkat Sekolah Menengah Atas dihabiskan di kota kelahirannya. Mulai belajar menulis baik itu cerpen, puisi, dan juga catatan harian sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Pada awal tahun 2009 penulis  mengikuti Sekolah Menulis Online (SMO). Saat ini tinggal di Solo.

***

REDAKSI menerima kiriman puisi 5 sampai 6 judul. Kirimkan via email berikut bio-data ke puisi@rumahdunia.com dan ssri_serang@yahoo.com. Puisi yang dimuat akan diberi honorarium sebesar Rp. 50.000,- per-edisi.

Share

4 Responses to “PUISI-PUISI MUHAMMAD ASIF”

  1. rahmat Says:

    halo…asif…
    kamu memang berbakat…
    teruskan bakatmu…. tak dukung…

  2. nangopa Says:

    Ojo Nglindur Massss….

    Tangi sek….

  3. Muhammad Asif Says:

    makasih mas udah muat puisiku.

  4. sangdi alhasani Says:

    karna alam smua bertasbih, dan kita hanya terdiam,, tetapi engkau tidak wahai sahabat Qu,,ukirlah kata2 mu seindah tasbih alam yang tanpa henti,,

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010