AKOER SUMBANG BUKU UNTUK RUMAH DUNIA
rumahdunia | Jurnal RumahDunia | December 26th, 2009 | No Comments »
RUMAH DUNIA — Jarak yang terbilang dekat dengan Jakarta tak lantas membuat Banten maju dari segi sumber daya manusia (SDM). Kenapa? Itu terbukti dari minimnya minat baca di daerah yang terkenal dengan debusnya ini. Faktor-faktor yang mempengaruhi itu diantaranya: minimnya minat baca masyarakat, masih jarangnya Taman Bacaan Masyarakat di sebuah daerah tersebut, jaraknya yang jauh dari perpustakaan dan terbatasnya persediaan buku.
Untuk yang terakhir, relawan Rumah Dunia termasuk yang beruntung. Apa pasal? Coba bayangkan, di saat sebagian orang sulit membeli buku, Sabtu (26/12) pagi tadi, Rumah Dunia mendapat sumbangan buku dari Penerbit Andal Krida Nusantara (Akoer). Buku sumbangan itu berjumlah tiga puluh satu buku, antara lain “30 Hari Jadi Murid Anakku” (Mel), “Prahara Asmara” (Zara Zettira Zr), “Prahara Asmara Sucinya Noda 2” (Zara Zettira Zr), “Kasmaran: Sebuah Memoar Cinta” (Kafi Kurnia & Dwitri Waluyo), “Tanril Siege Of King Naum 2” (Nafta S Meika), “Kembar Keempat” (Sekar Ayu Asmara), “Pintu Terlarang” (Sekar Ayu Asmara), “Pucuk Cinta Bougenville” (Sitta Wulandari), “Nagabonar Jadi 2” (Akmal Nasery Basral), “Kenangan Abu-Abu” (Winna Efendi), “Burger, Pizza & Semur Jengkol” (Wibi A. R.), “Digitariumdan” (Baron Leonard), “Biola Tak Berdawai” (Seno Gumira Aji Darma), dan “Imperia” (Akmal Nasery Basral).
Dulu, Akoer juga menerbitkan buku kumpulan cerpen Rumah Dunia berjudul “Harga Sebuah Hati” (2005) dimana royaltinya disumbangkan untuk Rumah Dunia. Pada 2005, buku “Imperia” karangan Akmal Nasery Basral diluncurkan di Rumah Dunia. Semoga semakin banyak penerbit yang menyumbangkan buku ke Rumah Dunia, karena Rumah Dunia sering didatangi taman-taman bacaan masyarakat di Bnatne. “Kami suka tidak tega menolaknya. Sebetulnya itu bukan urusan kami. Tapi, sebgai bentuk solidaritas, biasanya satu dus buku plus majalah, kami sumbangkan,” kata Sobirin, relawan Rumah Dunia. “Mas Gong pernah bilang, insya Allah akan diganti lagi oleh penerbit,” Sobirin mengakhiri percakapan. (Harir Baldan)




Leave a Reply