AKOER SUMBANG BUKU UNTUK RUMAH DUNIA

advert

akoerRUMAH DUNIA — Jarak yang terbilang dekat dengan Jakarta tak lantas membuat Banten maju dari segi sumber daya manusia (SDM). Kenapa? Itu terbukti dari minimnya minat baca di daerah yang terkenal dengan debusnya ini. Faktor-faktor yang mempengaruhi itu diantaranya: minimnya minat baca masyarakat, masih jarangnya Taman Bacaan Masyarakat di sebuah daerah tersebut, jaraknya yang jauh dari perpustakaan dan terbatasnya persediaan buku.

Untuk yang terakhir, relawan Rumah Dunia termasuk yang beruntung. Apa pasal? Coba bayangkan, di saat sebagian orang sulit membeli buku, Sabtu (26/12) pagi tadi, Rumah Dunia mendapat sumbangan buku dari Penerbit Andal Krida Nusantara (Akoer). Buku sumbangan itu berjumlah tiga puluh satu buku, antara lain “30 Hari Jadi Murid Anakku” (Mel), “Prahara Asmara” (Zara Zettira Zr), “Prahara Asmara Sucinya Noda 2” (Zara Zettira Zr), “Kasmaran: Sebuah Memoar Cinta” (Kafi Kurnia & Dwitri Waluyo), “Tanril Siege Of King Naum 2” (Nafta S Meika), “Kembar Keempat” (Sekar Ayu Asmara), “Pintu Terlarang” (Sekar Ayu Asmara), “Pucuk Cinta Bougenville” (Sitta Wulandari), “Nagabonar Jadi 2” (Akmal Nasery Basral), “Kenangan Abu-Abu” (Winna Efendi), “Burger, Pizza & Semur Jengkol” (Wibi A. R.), “Digitariumdan” (Baron Leonard), “Biola Tak Berdawai” (Seno Gumira Aji Darma), dan “Imperia” (Akmal Nasery Basral).

Dulu, Akoer juga menerbitkan buku kumpulan cerpen Rumah Dunia berjudul “Harga Sebuah Hati” (2005) dimana royaltinya disumbangkan untuk Rumah Dunia. Pada 2005, buku “Imperia” karangan Akmal Nasery Basral diluncurkan di Rumah Dunia. Semoga semakin banyak penerbit yang menyumbangkan buku ke Rumah Dunia, karena Rumah Dunia sering didatangi taman-taman bacaan masyarakat di Bnatne. “Kami suka tidak tega menolaknya. Sebetulnya itu bukan urusan kami. Tapi, sebgai bentuk solidaritas, biasanya satu dus buku plus majalah, kami sumbangkan,” kata Sobirin, relawan Rumah Dunia. “Mas Gong pernah bilang, insya Allah akan diganti lagi oleh penerbit,” Sobirin mengakhiri percakapan. (Harir Baldan)

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010