ATUT RAIH 2 PENGHARGAAN

Foto: detik.com

Foto: detik.com

TANGERANG- Bertepatan pada peringatan Hari Ibu ke- 81, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mendapatkan dua penghargaan sekaligus pada Selasa (22/12). Penghargaan pertama yang diperoleh gubernur wanita di Indonesia tersebut adalah penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Madya, sedangkan penghargaan kedua yakni Penghargaan Perempuan Indonesia Peduli Kearsipan.

Pemberian Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya diberikan langsung Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono saat puncak peringatan Hari Ibu ke-81 di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Dalam kesempatan itu Presiden juga memberikan penghargaan kepada 24 menteri dan kepala daerah yang telah memperjuangan dalam kesetaraan gender. Adapun ke 24 menteri dan kepala daerah yang menerima Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya utama diberikan kepada Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Gubernur Sumatra Utara Syamsul Arifin, Walikota Magelang Fahriyanto dan Bupati Malang Sujud Pribadi. Sementara itu Anugerah Parahita Ekapraya Madya diberikan kepada Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Wakil Gubernur Lampung Djoko Umar Said, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani, Walikota Surabaya Bambang Dwi Hartono, Bupati Badung Bali Anak Agung Gede Agung, Bupati Brebes Jawa Tengah Indra Kusuma, dan Bupati Rembang Jawa Tengah Moch. Salim.

Anugerah Parahita Ekapraya Pratama diberikan kepada Menkeu Sri Mulyani, Menneg Koperasi Dan Ukm Syarief Hasan, Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih, Gubernur Diy Hamengku Buwono X, Gubernur Bangka Belitung Eko Maulana, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Gubernur Dki Jakarta Fauzi Bowo, Bupati Sulsel Rusdi Masse, Bupati Wonosobo Kholiq Arif, Bupati Kebumen Mohammad Nashiruddin Al Mansyur dan Bupati Ponorogo Muhadi Suyono.

Pemberian Penghargaan Parahita Ekapraya ini  sesuai dengan tema Peringatan Hari Ibu tahun ini yaitu Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki Dalam Pembangunan Nasional. Parahita Ekapraya merupakan penghargaan yang dikhususkan bagi setiap kementerian dan kepala daerah yang berhasil melakukan program pemberdayaan perempuan. Termasuk memfokuskan kesetaraan gender.

Pada kesempatan itu, SBY meminta agar kaum perempuan bisa berperan serta dalam pencapaian Milenium Development Goals di Indonesia berupa pengentasan kemiskinan, Pengangguran, pemberantasan buta aksara, penurunan jumlah angka kematian ibu dan anak, serta pemeliharaan dan pelestarian lingkungan.

Usai menghadiri peringatan Hari Ibu ke 81 di TMII, Gubernur Banten juga menerima Anugerah Perempuan Indonesia Peduli Kearsipan yang diberikan langsung oleh Kepala ANRI Djoko Utomo di gedung ANRI Jalan Ampera Raya No 7 Jakarta. Selain Gubernur Banten, sejumlah tokoh perempuan seperti Prof Dr Meutia Hatta, Diah Anggraeni, mariam R. Salahuddin, Emilia Zubir, dan Prof Dr A.M Djuliati Soerojo.

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengungkapkan, penghargaan yang diterima ini merupakan hasil kerja keras jajaran SKPD yang dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Banten dan penghargaan ini semua berkat kerja keras masyarakat Banten selama ini. [ahmadi]

AKTIVIS KAMMI DEMO ATUT

Foto: http://1.bp.blogspot.com
Foto: http://1.bp.blogspot.com

SERANG – Perayaan Hari Ibu yang digelar setiap tanggal 22 Desember diisi aksi unjuk rasa oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banten pada Selasa (22/12). Para pengunjuk rasa ini melakukan orasi di depan Kantor Gubernur Banten yang menuntut Ratu Atut Chosiyah agar lebih dapat memberdayakan peran perempuan yang hingga saat ini terkesan dimarginalkan. Para pengunjuk rasa menilai, peranan Atut sebagai tampuk pimpinan Provinsi Banten yang juga sebagai seorang perempuan kinerjanya tidak terlihat dalam hal mendorong kaum perempuan untuk maju.

Selain menggelar orasi, para pengunjuk rasa juga membagi-bagikan sekutum mawar berwarna pink kepada petugas keamanan yang melakukan penjagaan di arena ujuk rasa.

Dikatakan kordinator aksi, Uswatun Hasanah, pihaknya kecewa terhadap Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang kurang peduli terhadap perkembangan wanita Banten. hal ini dibuktikan dengan tidak pernah datangnya Atut ke berbagai acara pemberdayaan perempuan yang KAMMI selenggarakan. Pada aksi ini, para pengunjuk rasa yang terdiri dari para kaum perempuan ini meminta Atut keluar dan menemui mereka untuk melakukan dialog. Namun karena telah lama menunggu dan Atut tidak juga keluar, sebagai bentuk protes, para pengunjuk rasa ini melempari kantor Gubernur Banten dengan puluhan bunga mawar berwarna pink. [Rudi gunawan]

TIDAK JADI PRESIDEN, KETUA UMUM PMI 2009-2014 PUN JADI

JAKARTA – Sebagai puncak Musyawarah Nasional XIX Palang Merah Indonesia adalah pemilihan ketua umuPMI-Jussuf Kallam. Mantan Wakil Presiden ini menjadi calon tunggal karena hanya dalam beberapa menit, Ida Bagus Udiana, salah satu calon Ketua Umum PMI periode 2009-2014 dari PMI Daerah Bali menyatakan mengundurkan diri.
Maka dengan calon tunggal ini, maka sidang pun memutuskan bahwa Jusuf Kalla sah menjadi Ketua Umum PMI periode 2009-2014 menggantikan Mar’ie Muhammad yang telah menjabat selama 2 periode. Setelah pengesahan oleh pimpinan sidang, peserta sidang menyambut dengan bangga dan gembira dari para peserta Munas dengan saling bersalaman dan mengucap syukur karena kini telah terpilih pemimpin PMI yang diharapkan mampu membawa PMI pada masa depan yang lebih cerah.
Jusuf Kalla, Ketua Umum PMI periode 2009-2014 menyatakan, “Terimakasih atas amanah yang telah diberikan kepada saya untuk memimpin Palang Merah Indonesa dalam periode berikutnya. Saya berjanji untuk bekerja sebaik-baiknya bersama-sama dengan saudara-saudara sekalian. Insya allah kita bekerja untuk kejayaan Palang Merah Indonesia.”

Jusuf Kalla juga mengatakan akan berupaya meningkatkan kesetiakawanan masyarakat, melibatkan partisipasi perusahaan dan orang-orang mampu untuk dapat membantu PMI melaksanakan tugas-tugasnya. “Saya akan berupaya meningkatkan solidaritas nasional untuk menguatkan PMI,” tegas Ketua Umum PMI Jusuf Kalla.

Dalam sambutan resminya di depan para peserta Munas Ketua Umum Jusuf Kalla mengatakan bahwa semua bisa berhasil bila bekerjasama dan melakukan networking demi memajukan palang merah. Ke depan, Jusuf Kalla juga akan melanjutkan upaya-upaya yang telah dilakukan mantan Ketua Umum PMI Mar’ie Muhammad dan para pengurusnya, dan menyusun hal-hal yang penting untuk dilakukan.

H. Thobari HR, Ketua bidang PB PMI Jawa Tengah saat mengikuti Munas menyatakan,” 2 periode cukup, supaya ada pengkaderan.” Munas kali ini berjalan dengan sangat demokratis dan demi kemajuan PMI ke depan.
Dengan terpilihnya Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum PMI Periode 2009-2014, maka berakhir pula ajang Munas ke-19 PMI. Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih hadir untuk menutup secara resmi ajang Munas PMI kali ini. * (M. Nashir Jamaludin/Staf Humas PMI Jateng)

LPM SIGMA GELAR PELATIHAN JURNALISTIK DAN BROADCASTING

change RD COMRUMAH DUNIA – Sekitar 50-an mahasiswa Banten dari berbagai perguruan tinggi seperti IAIN Sultan Maulana Hasanuddin, Universitas Serang Raya (Unsera), STIE Cilegon, Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Pandeglang dan STAISMAN Pandeglang mengikuti Pelatihan Jurnalistik dan Broadcasting (PJB) yang diadakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SiGMA di Rumah Dunia pada Jum`at (18/12) lalu.

Peserta PJB dari lima perguruan tinggi itu mendapat materi langsung dari praktisi menulis seperti Gol A Gong dan Ibnu Adam Aviciena, novelis yang dijuluki “filsuf Rumah Dunia”.Pelatihan nberlangsung dari pukul 09.00 – 13.00 WIB diselingi acara makan siang bersama relawan Rumah Dunia.

“Kegiatan ini sangat menarik dan mengisi ceruk ketidaktahuan saya tentang menulis, baik cerpen, novel, artikel, dan esai,” kata Iin Hajiah Faujiah, mahasiswa IAIN. Hal yang sama juga dialami Ipin. “Dengan adanya acara ini saya bisa paham jurnalistik,” tegas Ipin, mahasiswa IAIN pula.

Saat membuka pelatihan, Gol A Gong menanyakan siapa yang sudah pernah membaca novel. Dari 50-an peserta PJB, hanya satu orang saja yang mengacungkan tangan. Kita bisa melihat betapa rendahnya kualitas membaca mahasiswa Banten khususnya dan umumnya orang Indonesia. Dengan cepat, Gol A Gong memberikan novel “Bangkok Dalam Kenangan”, novel karangannya sendiri, sebagai penghargaan kepada mahasiswa yang mengacungkan tangan tadi.

“Rumah Dunia menampung orang-orang kampung yang mau maju,” tutur Gol A Gong. Lalu Gol A Gong mencontohkan tiga relawan Rumah Dunia seperti Ibnu, Harir, dan Wayang, yang berasal dari kampung dan sudah mengalami kemajuan. Ibnu Adam yang kini sudah menulis novel dan menyelesaikan kuliah di Laiden Universty, Belanda. Relawan lain, Harir Baldan, dari seorang penjual gorengan menjadi seorang wartawan di www.rumahdunia.com. Dan Ahmad Wayang dari penjual roti menjadi seorang penulis. Beberapa cerpen dan puisi Ahmad Wayang sudah dimuat di koran Radar Banten dan Fajar Banten.

Gong juga mengingatkan para peserta, bahwa di Indonesia itu kemiskinan bermula dari rendahnya kualitas pendidikan mereka. Misalnya, mengapa Ibu dan bapak kita yang bekerja, berdagang, bertani atau buruh begitu-begitu saja kualitas hidupnya? Tidak ada peningkatan. bahkan seorang petani yang tadinya memiliki sawah, kini hanya jadi penggarap saja, karena sawahnya sudah dijual. Sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi. Tapi yang lebih dominan adalah faktor membaca. Kalau ibu dan bapak kita mau membaca pasti akan menjadi pedagang dan petani yang mengerti tentang menejemen.

Gola A Gong lalu menceritakan kisah dua orang pemuda yang suka membaca dan tidak. Pemuda pertama berbadan besar tak membaca sedangkan yang satu kurus dan mau membaca. Setiap hari dua pemuda itu bekerja mengangkut air dari bukit ke kampung untuk dijual kepada warga. Satu pikul air dihargai Rp 1.000. Suatu hari, si kurus berpikir untuk membuat instalasi air. Uang yang dikumpulkan dari memikul air ia keluarkan untuk membeli pohon bambu dan mengupahi pekerja. Sedangkan si badan besar terus saja mengumpulkan uang hasil dari penjualan air. Pekerjaan si kurus membuat instalasi air sangat lama hampir satu tahun. Setelah instalasi air jadi, si badan besar terus saja memikul air dengan kondisi fisik yang semakin lemah dan akhirnya sakit. Akibatnya, uang yang dikumpukan si besar dari hasil perih memikul air habis untuk berobat. Sedangkan si kurus yang tadinya memikul air kini jadi menejer perusahaan air. Dia tinggal menyalurkan air ke rumah-rumah dan harga yang tadinya satu pikul Rp 1.000, menjadi Rp 500. Dengan begitu, si kurus bisa memperingan kantong warga yang membeli air. Dari keuntunganya, dia juga bisa membantu biaya pengobatan si besar dan mengajak si besar bergabung di perusahaannya.

Dari kisah di atas, kita bisa melihat kualitas antara orang yang membaca dan tidak. Allah pun bejanji akan mengangkat derajat manusia yang berilmu dan beriman dengan beberapa derajat dibandingkan orang yang tidak berilmu. Hal itu sejalan dengan tema besar kegiatan Rumah Dunia sepanjang 20010, yaitu “Change with Reading” (CwR). Gerakan Cwr itu sudah direspon dengan baik oleh warga Banten serta instansi terkait. Terbukti saat  pencanangan CwR  pada 9 Januari 2010 nanti akan dihadiri HM. Masduki, wakil gubernur Bnten dan Kepala Dinas Pendidikan Bnen, Drs. Eko Koswara. (AS. Kelanaraya)

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010