PENGEDAR UANG PALSU DIBEKUK

advert
Foto: http://www.detiknews.com

Foto: http://www.detiknews.com

LEBAK- Anggota Reskrim Polres Lebak berhasil membekuk suami istri pengedar uang palsu di rumahnya, di kampung Gunung Batu, desa Pasir Bungur, kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak pada selasa (22/12). Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit komputer beserta scaner dan uang palsu senilai 8 juta 400 ribu rupiah.

Pasangan suami istri yang masih pengantin baru ini dibekuk, pasalnya pasangan suami istri ini telah mencetak uang palsu pecahan seratus ribu dan mengedarkannya ke pasaran. Dengan beredarnya uang palsu yang meresahkan di kawasan kabupaten Lebak bagian selatan ini, polisi pun telah mengintai pelaku yang diduga berdomisili di wilayah sekitar. Dari hasil pengintaian ini polisi berhasil menangkap pelaku dan menyita satu unit komputer beserta scaner yang digunakan untuk membuat uang dan uang pecahan seratus ribu rupiah sebanyak 84 lembar atau senilai 8,4 juta rupiah.

Dikatakan Kepala Satuan Reskrim Polres Lebak, AKP. M. Iqbal Simatupang, melalui bukti uang palsu yang warnanya terlihat buram ini diduga tersangka pemalsu uang ini belum professional. Namun untuk mengetahui apakah pelaku terlibat dengan jaringan pemalsuan uang, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan.

Karena perbuatannya, pasangan suami istri ini mesti mempertanggungjawabkan dengan mendekam di tahanan Polres Lebak. Atas aksi pemalsuannya ini, pasangan suami istri berinisial LS dan MD ini dikenakan pasal 244 dan 245 junto 55 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara. [Rudi gunawan]

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010