Masjid Baitul Mu’min: SANTUNI LANSIA DAN FAKIR MISKIN

advert

MASJIDSANTUNI LANSIA DAN FAKIR MISKIN

DKM merupakan kependekan dari “Dewan Kesejahteraan Masjid” dan ada pula yang mengatakan “Dewan Kemakmuran Masjid.” Singkatnya, DKMlah yang bertanggungjawab atas kemakmuran masjid dan masyarakat di sekitarnya. Namun disayangkan, peran DKM kebanyakan cenderung berkutat hanya pada persoalan ritualitas ibadah semata. Dan melupakan aspek sosial, yakni kesejahteraan masyarakat di sekitar masjid tersebut.

Tentu ini bukan generalisasi yang dianggap shahih sepenuhnya. Di antara sekian DKM yang hanya mengurusi persoalan formalitas dan ritualitas, terdapat juga yang telah mencakup peran sosial. DKM Masjid Baitul Mu’min  salahsatunya.

Masjid Baitul Mu’min yang berada di Kp. Ciruas Pasar, Ds. Citerep, Kec. Ciruas, Kab. Serang, melalui DKM-nya sejak September 2007 lalu menggelar program Pos Daya. Program ini bertujuan mesehjahterakan warga yang bermukim di sekitar masjid, dengan ketentuan warga yang masuk dalam kategori fakir miskin dan lansia kurang mampu.

Dijelaskan KH. Amin Isro, Ketua DKM Masjid Baitul Mu’min, santunan yang diberikan berupa uang masing-masing senilai Rp. 50.000, yang diberikan kepada warga yang masuk kategori tersebut. “Melalui program ini, sebanyak 23 orang fakir miskin dan lansia yang sudah terbantu,” tutur ketua DKM yang juga sebagai Ketua MUI Kecamatan Ciruas ini.

Ditambahkan KH. Amin Isro, selain mengupayakan kesejahteraan masyarakat sekitar, DKM juga menfasilitasi kesehatan masyarakat. Untuk itu DKM Masjid Baitul Mu’min menjalin kerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Ciruas, mengadakan senam untuk lansia di setiap hari Jum’at dan pengobatan gratis satu bulan sekali. “Melalui program-program ini, kami berharap peran DKM dalam mensejahterakan masyarakat dapat terwujud dengan baik. Dan semoga hal ini dapat menjadi inspirasi bagi DKM lainnya,” tukasnya. [Dading]

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010