Abu Sholeh: Raih Prestasi Sejak Muda
langlang | Jawara | December 23rd, 2009 | No Comments »

RAIH PRESATI SEJAK MUDA
Menggapai suatu prestasi, tentu menjadi impian setiap orang. Setidaknya sekali seumur hidup. Tetapi, prestasi tidak datang secara cuma-cuma. Ia hanya menjadi milik orang-orang yang bertekun dan gigih dengan apa yang hendak dicapainya.
Ketekunan dan kegigihan inilah yang mengantarkan Abu Sholeh (13) mencapai prestasi gemilang di usia muda. Abu, demikian ia biasa disapa, saat ini bersekolah di SMP Insan Mulya (IM) Kibin. Karena kesibukannya untuk mengikuti pembinaan, Abu mengaku, kerapkali harus meninggalkan jadwal bersekolah. Sehingga, banyak materi pelajaran yang tertinggal. “Tetapi, Alhamdulillah,” ujarnya, “Insya Allah, tahun ini Abu naik kelas III.”
Anak keempat dari lima bersaudara ini belajar seni melantunkan al-Qur’an dari Sang Ayah, Aji Bunyamin (59). Abu memulai belajar sejak usia masih sangat muda, 9 tahun. “Awalnya coba-coba,” katanya, “tapi, kemudian merasa ada bakat, dan akhirnya menjadi seperti sekarang.” Di antara kelima saudaranya, hanya kakaknya Sutihat (19), yang memiliki ketertarikan yang sama dengan Abu.
Untuk pertama kalinya, Abu mengikuti lomba Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) antar-Kecamatan se-Kabupaten Serang. Abu, yang tinggal di Kp. Laes Tegal, Desa Sukamaju, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, terpilih untuk mewakili Kecamatan Kibin. Pada ajang ini, Abu berhasil menyabet gelar juara I.
Pada MTQ Tingkat Kabupaten yang dilaksanakan di Pandeglang, pada 2006 lalu, Abu diminta mewakili Kabupaten Serang. Pada kesempatan kali ini, Abu kembali mengulang kesuksesannya pada MTQ antar-Kecamatan se-Kabupaten Serang sebelumnya. Ia meraih juara I.
Keberhasilan Abu menjuarai MTQ Tingkat Kabupaten ini, kemudian mengantarkan Abu untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi lagi, Tingkat Provinsi. Pada MTQ Tingkat Provinsi yang dilaksanakan pada April 2007 lalu, abu tampil mewakili Provinsi Banten. Suaranya yang enteng, nyaring nan merdu itu membuat Dewan Juri terkesima; dan pada akhirnya menetapkan Abu sebagai penyabet juara pertama.
Prestasi gemilang yang dicapai Abu bukanlah hasil kerja sambilan. Abu bertekun dengan bidang yang digelutinya. Meskipun selalu menyabet gelar juara pertama dalam setiap kesempatan, hal tersebut tidak menjadikan Abu jumawa. Di kalangan guru dan teman-temannya, Abu dikenal santun dan pendiam.
Abu kerapkali diundang untuk mengaji pada berbagai acara. “Bila ada undangan, biasanya Abu diantar oleh Abah atau Kakak,” kata Abu menjelaskan. Suaranya yang merdu selalu dijaganya dengan rajin berolah raga pagi setiap hari, latihan (mengaji) pagi, dan menghindari makanan yang berminyak
Pada MTQ Nasional XXII yang lalu, yang dilaksanakan di Kota Serang, Provinsi Banten, Abu kembali tampil mewakili Provinsi Banten untuk TingkatRemaja. Sebelum turun dalam arena itu, Abu harus menjalani pembinaan di Hotel Wisata, satu minggu sekali dalam satu bulan. Abu berusaha keras untuk tampil dengan performanya yang terbaik. Tetapi, pada kesempatan MTQ Nasional XXII yang baru usai itu, Abu mendapat tantangan yang hebat dari kafilah-kafilah daerah lain. Hasilnya, Abu belum berhasil mengulang kesuksesan yang dibuat seperti pada kesempatan sebelumnya. Untuk Tingkat Nasional, Abu baru berhasil menduduki urutan kedelapan.
Abu Sholeh di Mata Orang
Diusianya yang teramat muda Abu Sholeh sangat berprestasi di bidang Tilawah Qur’an. Tetapi, kesuksesannya itu belum bisa dibarengi dengan kesuksesannya secara akademis. Hal ini disebabkan Abu yang sering berada di luar untuk kegiatannya. Demikian disampaikan Nurul Mustiqo (30), guru dan Wali Kelas Abu Sholeh di SMP IM.
“Meskipun demikian, apa yang telah dicapai Abu Sholeh, tetap menjadi satu kebanggaan,” tambah Nurul. Pihak sekolah memahami berbagai kesibukan Abu, yang harus menjalani pembinaan yang ketat. Apalagi, sebelum MTQ Nasional kemarin. “Tetapi, apa yang sudah dikerjakan oleh Abu,” kata Nurul, “merupakan upaya maksimalnya, di tengah-tengah kesibukannya itu. Dan kami tetap mendukung dan bangga memiliki siswa yang berprestasi.” [Dading]




Leave a Reply