Abu Sholeh: Raih Prestasi Sejak Muda

advert

salehBS

RAIH PRESATI SEJAK MUDA

Menggapai suatu prestasi, tentu menjadi impian setiap orang. Setidaknya sekali seumur hidup. Tetapi, prestasi tidak datang secara cuma-cuma. Ia hanya menjadi milik orang-orang yang bertekun dan gigih dengan apa yang hendak dicapainya.

Ketekunan dan kegigihan inilah yang mengantarkan Abu Sholeh (13) mencapai prestasi gemilang di usia muda. Abu, demikian ia biasa disapa, saat ini bersekolah di SMP Insan Mulya (IM) Kibin. Karena kesibukannya untuk mengikuti pembinaan, Abu mengaku, kerapkali harus meninggalkan jadwal bersekolah. Sehingga, banyak materi pelajaran yang tertinggal. “Tetapi, Alhamdulillah,” ujarnya, “Insya Allah, tahun ini Abu naik kelas III.”

Anak keempat dari lima bersaudara ini belajar seni melantunkan al-Qur’an dari Sang Ayah, Aji Bunyamin (59). Abu memulai belajar sejak usia masih sangat muda, 9 tahun. “Awalnya coba-coba,” katanya, “tapi, kemudian merasa ada bakat, dan akhirnya menjadi seperti sekarang.” Di antara kelima saudaranya, hanya kakaknya Sutihat (19), yang memiliki ketertarikan yang sama dengan Abu.

Untuk pertama kalinya, Abu mengikuti lomba Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) antar-Kecamatan se-Kabupaten Serang. Abu, yang tinggal di Kp. Laes Tegal, Desa Sukamaju, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, terpilih untuk mewakili Kecamatan Kibin. Pada ajang ini, Abu berhasil menyabet gelar juara I.

Pada MTQ Tingkat Kabupaten yang dilaksanakan di Pandeglang, pada 2006 lalu, Abu diminta mewakili Kabupaten Serang. Pada kesempatan kali ini, Abu kembali mengulang kesuksesannya pada MTQ antar-Kecamatan se-Kabupaten Serang sebelumnya. Ia meraih juara I.

Keberhasilan Abu menjuarai MTQ Tingkat Kabupaten ini, kemudian mengantarkan Abu untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi lagi, Tingkat Provinsi. Pada MTQ Tingkat Provinsi yang dilaksanakan pada April 2007 lalu, abu tampil mewakili Provinsi Banten. Suaranya yang enteng, nyaring nan merdu itu membuat Dewan Juri terkesima; dan pada akhirnya menetapkan Abu sebagai penyabet juara pertama.

Prestasi gemilang yang dicapai Abu bukanlah hasil kerja sambilan. Abu bertekun dengan bidang yang digelutinya. Meskipun selalu menyabet gelar juara pertama dalam setiap kesempatan, hal tersebut tidak menjadikan Abu jumawa. Di kalangan guru dan teman-temannya, Abu dikenal santun dan pendiam.

Abu kerapkali diundang untuk mengaji pada berbagai acara. “Bila ada undangan, biasanya Abu diantar oleh Abah atau Kakak,” kata Abu menjelaskan. Suaranya yang merdu selalu dijaganya dengan rajin berolah raga pagi setiap hari, latihan (mengaji) pagi, dan menghindari makanan yang berminyak

Pada MTQ Nasional XXII yang lalu, yang dilaksanakan di Kota Serang, Provinsi Banten, Abu kembali tampil mewakili Provinsi Banten untuk TingkatRemaja. Sebelum turun dalam arena itu, Abu harus menjalani pembinaan di Hotel Wisata, satu minggu sekali dalam satu bulan. Abu berusaha keras untuk tampil dengan performanya yang terbaik. Tetapi, pada kesempatan MTQ Nasional XXII yang baru usai itu, Abu mendapat tantangan yang hebat dari kafilah-kafilah daerah lain. Hasilnya, Abu belum berhasil mengulang kesuksesan yang dibuat seperti pada kesempatan sebelumnya. Untuk Tingkat Nasional, Abu baru berhasil menduduki urutan kedelapan.

Abu Sholeh di Mata Orang

Diusianya yang teramat muda Abu Sholeh sangat berprestasi di bidang Tilawah Qur’an. Tetapi, kesuksesannya itu belum bisa dibarengi dengan kesuksesannya secara akademis. Hal ini disebabkan Abu yang sering berada di luar untuk kegiatannya. Demikian disampaikan Nurul Mustiqo (30), guru dan Wali Kelas Abu Sholeh di SMP IM.

“Meskipun demikian, apa yang telah dicapai Abu Sholeh, tetap menjadi satu kebanggaan,” tambah Nurul. Pihak sekolah memahami berbagai kesibukan Abu, yang harus menjalani pembinaan yang ketat. Apalagi, sebelum MTQ Nasional kemarin. “Tetapi, apa yang sudah dikerjakan oleh Abu,” kata Nurul, “merupakan upaya maksimalnya, di tengah-tengah kesibukannya itu. Dan kami tetap mendukung dan bangga memiliki siswa yang berprestasi.” [Dading]

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010