FLP PANDEGLANG GELAR WORKSHOP

advert
Kiri ke kanan: Sakti Wibowo, Fatih Beeman, Langlang Randhawa, Lia

Kiri ke kanan: Sakti Wibowo, Fatih Beeman, Langlang Randhawa, Lia

PANDEGLANG- Selain menjadi ladang ibadah dengan dakwah bil-qolam, menulis juga profesi yang menjanjikan. Sudah banyak para penulis yang sukses dengan karya-karyanya. Di dunia barat, kita mengenal JK Rowling, penulis paling kaya dengan novel Harry Potter-nya yang fenomenal. Sementara di Indonesia belum lama ini, dunia perbukuan digegerkan oleh novel Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El-Syrazi, serta Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Baik Habib maupun Andrea, mereka telah menebarkan spirit baru bagi pembaca buku mereka, sekaligus juga meraup pundi-pundi hasil kerja kerasnya menulis.

Gambaran di ataslah yang kemudian membuat Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Pandeglang menggelar acara Lomba Menulis Cerpen dan Workshop Kepenulisan bertajuk Let’s to be Creator of Word by Reading and Writing, di Aula Pendopo Kabupaten Pandeglang pada Minggu (20/12). Acara yang dimulai pukul 09.00 s/d 16.30 ini diisi dengan beragam kegiatan. Kerena acara ini digagas oleh FLP, maka Imam Salimy selaku ketua FLP Wilayah Banten menjelaskan sesi mengenalkan lebih dekat FLP kepada peserta. Dengan dipandu Mbak Nenda dari FLP Pandeglang, Imam yang juga penulis skenario film Si Entong ini menjelaskan, FLP itu adalah organisasi kepenulisan yang mencerahkan. “Jika seseorang menjadi lebih baik dari sebelum membaca tulisan kita, maka tulisan itu disebut mencerahkan,” ujar Imam yang kini menjadi super visi naskah di Lunar Film.

Selain pengenalan FLP, acara ini juga diisi dengan dialog santai berjudul Buku Bikin Maju, Baca Bikin Tahu bersama Fitron Nur Ikhsan, akademisi dan Penulis dari Rangkas Bitung. Dalam pemaparannya, Fitron menjelaskan bagaimana pun juga membaca itu penting. Membaca apa saja yang kita lihat di jalanan. Ia juga menjelaskan, bagaimana kemudian dari zaman dulu nenek moyang kita sudah membaca hal-hal yang dijumpainya. “Sebelum menemukan singkong, mereka terlebih dahulu mengendus aroma harum dari dalam tanah yang dibakar. Kemudian setelah digali, maka ditemukanlah buah singkong dan memakannya. Mulailah dilakukan identifikasi dan analisis, maka buah ini adalah enak dimakan,” Ujar Fitron. “Sebaliknya jika ada buah-buahan yang dimakan lalu membuat mereka mati, maka yang hidup menyimpulkan bahwa buah ini beracun,” imbuh Fitron yang baru saja menerbitkan buku kumpulan tulisannya di media berjudul Mencurigai Kekuasaan.

Sebelum memasuki acara puncak, digelar acara Parade Penulis dari FLP yang menghadirkan Sakti Wibowo, Fatih Beeman, dan juga Langlang Randhawa. Ketiga penulis itu kemudian satu persatu berbagi pengalaman tentang bagaimana proses kreatif dalam menghasilkan sebuah tulisan dan menerbitkan buku. Beeman yang merupakan berasal dari Menes, Pandeglang, menuturkan dirinya adalah tukang koran dan majalah. “Dari sanalah saya suka membaca, dan mengenal bagaimana orang lain menulis,” Ujar Beeman yang kini kuliah di Universitas Padjajaran, Bandung. Sementara Langlang yang berasal dari Tangerang menuturkan, semua orang bisa menulis. “Yang membedakan teman-teman dengan Mas Sakti Wibowo yang sudah menulis banyak novel dan Fatih Beeman yang sudah menulis buku yang inspiratif adalah persoalan waktu. Mereka sudah lebih dulu banyak membaca, maka mereka pun jadi lebih dulu menjadi penulis. Hanya itu,” ujar relawan Rumah Dunia yang baru saja menerbitkan novel Slonong Boy Millioanire ini.

Mengingat acaranya yang padat, maka sebelum pengumuman pemenang lomba cerpen dan workshop kepenulisan yang disampaikan Sakti Wibowo, panitia menyelingi acara dengan hiburan. Di depan sekitar 50 peserta dari berbagai daerah di Pandeglang ini, alunan dari grup nasyid Annashr Voice. Peserta pun nampak semakin antusias mengikuti jalannya acara. [LR]

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010