
SERANG – Pagi telah tiba matahari menyapa. Pun, sinarnya yang hangat memancarkan kedamaian di seraut wajah para undangan yang juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang, Kasi Kesetaraan dan Keaksaraan PTKNFI Dindik Kota Serang, anggota BPAD Provinsi Banten, penasehat Rumah Dunia, juga Presiden Rumah Dunia.
Kehadiran para pejabat di Rumah Dunia memang lain dari biasanya. Apalagi kedatangan mereka bukan hanya untuk sekedar kunjungan. Persoalannya, hari libur bagi kebanyakan orang biasanya dimanfaatkan untuk rekreasi ke mall, gunung, pantai atau bantu orang tua. Namun, Minggu (20/12) pagi ini Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kota Serang, yang baru dilantik, mengundang Walikota Serang, Dinas Pendidikan Kota Serang dan Rumah Dunia untuk diskusi minat baca masyarakat Kota Serang.
Menurut ketua Forum TBM Kota Serang, Ratu Nijmah Salamah, dibentuknya forum berawal dari cita-cita teman-temannya. “Forum TBM Provinsi dan Kabupaten sudah dibentuk sedangkan kota belum ada,” kata Nijmah. Tujuan dibentuk Forum TBM lanjut wanita berkaca mata ini, untuk memberantas buta aksara yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Kota Serang. Selain itu untuk meningkatkan minat baca dan memberikan kegiatan positif bagi masyarakat.
Senada dikatakan Kadisdik Kota Serang Drs H. Hafidzi adanya TBM merupakan sebuah tanda kemajuan. “Dibentuknya TBM merupakan kebutuhan yang sangat strategis dan eksistensinya sangat baik, “ ujarnya. Dari 2009-2010 Dinas Pendidikan Kota Serang sudah mengentaskan 15.000 ribu buta aksara dari usia 15-45. Dan pada tahun 2007-2008 Dinas Pendidikan Kota Serang juga melakukan riset terkait minat baca di kampus Untirta Serang. Hasilnya, hanya 15% saja mahasiswa yang suka membaca. “Kalo yang formal saja rendah apalagi masyarakat yang non formal,” terangnya. Hafidziberharap TBM-TBM yang ada mengaplikasi kegiatan-kegiatan nyata dan bukan hanya mendorong minat baca saja.
Hafidzi menjelaskan bahwa Taman Bacaaan Masyarakat di Kota Serang sekarang berjumlah 26 TBM, sedangkan PKBM ada 40. Bagaimana menumbuhkan minat baca di pelosok daerah? Menurut Nursalim, untuk menumbuhkan minat baca sama halnya mencari jarum yang jatuh di tumpukan jerami. Lho apa hubungannya? Sebab orientasi masyarakat masih cenderung terhadap nilai-nilai materi. “Persoalan minat baca bukan persoalan dinas, instansi, pemerintah tapi persoalan kita bersama,” terang lelaki yang hobi baca ini.
Lalu apa kiat-kiat agar masyarakat gemar membaca? Trijumargio dari BPAD mengatakan TBM harus menyesuaikan selera masyarakat tersebut. “Kalo yang datang itu dari kalangan nelayan, maka harus menyediakan buku-buku tentang nelayan,” ujar Trijumargio.
Ide lain keluar dari Gol A Gong. Ia akan merencanakan menaruh tong-tong sampah di depan toko, kantor, sekolah, kampus yang isinya buku. Dia juga mengusulkan melalui Nuraeni Nurul Hotimah, anggota komisi V DPRD Kota Serang, agar setiap anggota dewan menyisihkan uang untuk beli buku. “Kepada ibu Nuraeni agar memberitahukan kepada anggota dewan lainnya untuk menyumbang Rp 50.000 ribu/bulan yang nantinya akan dibelikan buku,” usul Gong.
Usulan Gong mendapat respons baik dari Nuraeni. “Ide ini sudah lama kami rencanakan,” katanya. “Langkah yang bagus dan bermanfaat. Salah satunya buat kita dan perlu difasilitasi apalagi oleh PKS,” terang anggota dewan yang sedang kuliah S2 di Untirta ini. [Harir Baldan]