PUISI-PUISI EKO PUTRA

KREDO KEDUA

dari kejauhan, raunganku terdengar sayup
mengembara meninggalkan jejak-jejak
yang tak kupahami kemana arah
akan membawaku sebagai kabar
di tengah musim yang terus menggaung lanjutkan membaca »

HALAL BI HALAL TBM KOTA SERANG

tbm01

SERANG – Pagi telah tiba matahari menyapa. Pun, sinarnya yang hangat memancarkan kedamaian di seraut wajah para undangan yang juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang, Kasi Kesetaraan dan Keaksaraan PTKNFI Dindik Kota Serang, anggota BPAD Provinsi Banten, penasehat Rumah Dunia, juga Presiden Rumah Dunia.

Kehadiran para pejabat di Rumah Dunia memang lain dari biasanya. Apalagi kedatangan mereka bukan hanya untuk sekedar kunjungan. Persoalannya, hari libur bagi kebanyakan orang biasanya dimanfaatkan untuk rekreasi ke mall, gunung, pantai atau bantu orang tua. Namun, Minggu (20/12) pagi ini Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kota Serang, yang baru dilantik, mengundang Walikota Serang, Dinas Pendidikan Kota Serang dan Rumah Dunia untuk diskusi minat baca masyarakat Kota Serang.

Menurut ketua Forum TBM Kota Serang, Ratu Nijmah Salamah, dibentuknya forum berawal dari cita-cita teman-temannya. “Forum TBM Provinsi dan Kabupaten sudah dibentuk sedangkan kota belum ada,” kata Nijmah. Tujuan dibentuk Forum TBM lanjut wanita berkaca mata ini, untuk memberantas buta aksara yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Kota Serang. Selain itu untuk meningkatkan minat baca dan memberikan kegiatan positif bagi masyarakat.

Senada dikatakan Kadisdik Kota Serang Drs H. Hafidzi adanya TBM merupakan sebuah tanda kemajuan. “Dibentuknya TBM merupakan kebutuhan yang sangat strategis dan eksistensinya sangat baik, “ ujarnya. Dari 2009-2010 Dinas Pendidikan Kota Serang sudah mengentaskan 15.000 ribu buta aksara dari usia 15-45. Dan pada tahun 2007-2008 Dinas Pendidikan Kota Serang juga melakukan riset terkait minat baca di kampus Untirta Serang. Hasilnya, hanya 15% saja mahasiswa yang suka membaca. “Kalo yang formal saja rendah apalagi masyarakat yang non formal,” terangnya. Hafidziberharap TBM-TBM yang ada mengaplikasi kegiatan-kegiatan nyata dan bukan hanya mendorong minat baca saja.

Hafidzi menjelaskan bahwa Taman Bacaaan Masyarakat di Kota Serang sekarang berjumlah 26 TBM, sedangkan PKBM ada 40. Bagaimana menumbuhkan minat baca di pelosok daerah? Menurut Nursalim, untuk menumbuhkan minat baca sama halnya mencari jarum yang jatuh di tumpukan jerami. Lho apa hubungannya? Sebab orientasi masyarakat masih cenderung terhadap nilai-nilai materi. “Persoalan minat baca bukan persoalan dinas, instansi, pemerintah tapi persoalan kita bersama,” terang lelaki yang hobi baca ini.

Lalu apa kiat-kiat agar masyarakat gemar membaca? Trijumargio dari BPAD mengatakan TBM harus menyesuaikan selera masyarakat tersebut. “Kalo yang datang itu dari kalangan nelayan, maka harus menyediakan buku-buku tentang nelayan,”  ujar Trijumargio.

Ide lain keluar dari Gol A Gong. Ia akan merencanakan menaruh tong-tong sampah di depan toko, kantor, sekolah, kampus yang isinya buku. Dia juga mengusulkan melalui Nuraeni Nurul Hotimah, anggota komisi V DPRD Kota Serang, agar setiap anggota dewan menyisihkan uang untuk beli buku. “Kepada ibu Nuraeni agar memberitahukan kepada anggota dewan lainnya untuk menyumbang Rp 50.000 ribu/bulan yang nantinya akan dibelikan buku,” usul Gong.

Usulan Gong mendapat respons baik dari Nuraeni. “Ide ini sudah lama kami rencanakan,” katanya. “Langkah yang bagus dan bermanfaat. Salah satunya buat kita dan perlu difasilitasi apalagi oleh PKS,” terang anggota dewan yang sedang kuliah S2 di Untirta ini. [Harir Baldan]

FLP LEBAK SIAP DIBENTUK

Disksusi awal pembentukan FLP Lebak dihadiri seluruh pengurus FLP

Disksusi awal pembentukan FLP Lebak dihadiri seluruh pengurus FLP

LEBAK- Setelah Serang, Cilegon, Tangerang, kini giliran Lebak yang akan mempunyai organisasi kepenulisan. Sebagai salah satu agenda program kerja FLP (Forum Lingkar Pena) Wilayah Banten, maka pembentukan FLP Cabang Lebak segera digagas.

Bertempat di Pendopo Kabupaten Pandeglang, Minggu (20/12) digelar pertemuan yang digelar pengurus FLP wilayah Banten yang terdriri dari Imam Salimy selaku Ketua, Langlang Randhawa selaku Ketua Divisi Kaderisasi, dan Desti Eka Putri selaku Sekertaris. Hadir pada kesempatan itu beberapa pengurus FLP yang terdiri dari FLP Serang, Cilegon, Pandeglang, dan calon pengurus FLP Lebak. Sementara FLP Tangerang berhalangan hadir.

Pada kesempatan itu, Lilo, salah satu calon pengurus FLP Lebak yang juga berprofesi sebegai penyiar, sangat senang bisa bergabung dangan FLP. Menurutnya, meski belum menghasilkan karya ap pun, Lilo melihat menulis itu sesuatu yang menyenangkan. “Saya senang karena menulis itu bisa dilakukan siapa saja dan tidak melihat profesi,” ujar Lilo.

Dalam paparannya, ketua FLP Wilayah Banten Imam Salimi menjelaskan bagaimana mekanisme dan tips-tips menggelar acara di Rangkas Bitung sebagai gebrakan perdana sekaligus pengenalan kepada publik bahwa telah hadir FLP Lebak di sana. “Jika rencana pembentukan akan dibarengi dengan menggelar sebuah acara, biasanya kita selelu terbentur dengan dana. Maka dari itu kita harus jeli target sponsor yang akan kita tawarkan,” ujar Imam. “Jika pesertanya adalah anak-anak SMA maka sponsor yang berpotensi adalah perguruan tinggi,” tambah Imam.

Sementara itu, menyikapi kegelisahan calon pengurus dalam hal menghadirkan narasumber di Lebak sebegai pengisi acara, Langlang Randhawa selaku ketua Divisi Kaderisasi FLP Wilayah Banten memberikan solusi sederhana. Menurutnya Langlang, Lebak itu mempunyai banyak penulis yang sudah eksis. Sebut saja Chapcay Saifullah, Firman Venayaksa, Fitron Nur Ikhsan, Agus Sutisna, dan masih banyak lagi yang tidak terlacak. “Saya akan berusaha menyambungkan mereka kepada teman-teman calon pengurus. Saya pikir, mereka pasti mau,” ujar Langlang. [LR]

FLP PANDEGLANG GELAR WORKSHOP

Kiri ke kanan: Sakti Wibowo, Fatih Beeman, Langlang Randhawa, Lia

Kiri ke kanan: Sakti Wibowo, Fatih Beeman, Langlang Randhawa, Lia

PANDEGLANG- Selain menjadi ladang ibadah dengan dakwah bil-qolam, menulis juga profesi yang menjanjikan. Sudah banyak para penulis yang sukses dengan karya-karyanya. Di dunia barat, kita mengenal JK Rowling, penulis paling kaya dengan novel Harry Potter-nya yang fenomenal. Sementara di Indonesia belum lama ini, dunia perbukuan digegerkan oleh novel Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El-Syrazi, serta Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Baik Habib maupun Andrea, mereka telah menebarkan spirit baru bagi pembaca buku mereka, sekaligus juga meraup pundi-pundi hasil kerja kerasnya menulis.

Gambaran di ataslah yang kemudian membuat Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Pandeglang menggelar acara Lomba Menulis Cerpen dan Workshop Kepenulisan bertajuk Let’s to be Creator of Word by Reading and Writing, di Aula Pendopo Kabupaten Pandeglang pada Minggu (20/12). Acara yang dimulai pukul 09.00 s/d 16.30 ini diisi dengan beragam kegiatan. Kerena acara ini digagas oleh FLP, maka Imam Salimy selaku ketua FLP Wilayah Banten menjelaskan sesi mengenalkan lebih dekat FLP kepada peserta. Dengan dipandu Mbak Nenda dari FLP Pandeglang, Imam yang juga penulis skenario film Si Entong ini menjelaskan, FLP itu adalah organisasi kepenulisan yang mencerahkan. “Jika seseorang menjadi lebih baik dari sebelum membaca tulisan kita, maka tulisan itu disebut mencerahkan,” ujar Imam yang kini menjadi super visi naskah di Lunar Film.

Selain pengenalan FLP, acara ini juga diisi dengan dialog santai berjudul Buku Bikin Maju, Baca Bikin Tahu bersama Fitron Nur Ikhsan, akademisi dan Penulis dari Rangkas Bitung. Dalam pemaparannya, Fitron menjelaskan bagaimana pun juga membaca itu penting. Membaca apa saja yang kita lihat di jalanan. Ia juga menjelaskan, bagaimana kemudian dari zaman dulu nenek moyang kita sudah membaca hal-hal yang dijumpainya. “Sebelum menemukan singkong, mereka terlebih dahulu mengendus aroma harum dari dalam tanah yang dibakar. Kemudian setelah digali, maka ditemukanlah buah singkong dan memakannya. Mulailah dilakukan identifikasi dan analisis, maka buah ini adalah enak dimakan,” Ujar Fitron. “Sebaliknya jika ada buah-buahan yang dimakan lalu membuat mereka mati, maka yang hidup menyimpulkan bahwa buah ini beracun,” imbuh Fitron yang baru saja menerbitkan buku kumpulan tulisannya di media berjudul Mencurigai Kekuasaan.

Sebelum memasuki acara puncak, digelar acara Parade Penulis dari FLP yang menghadirkan Sakti Wibowo, Fatih Beeman, dan juga Langlang Randhawa. Ketiga penulis itu kemudian satu persatu berbagi pengalaman tentang bagaimana proses kreatif dalam menghasilkan sebuah tulisan dan menerbitkan buku. Beeman yang merupakan berasal dari Menes, Pandeglang, menuturkan dirinya adalah tukang koran dan majalah. “Dari sanalah saya suka membaca, dan mengenal bagaimana orang lain menulis,” Ujar Beeman yang kini kuliah di Universitas Padjajaran, Bandung. Sementara Langlang yang berasal dari Tangerang menuturkan, semua orang bisa menulis. “Yang membedakan teman-teman dengan Mas Sakti Wibowo yang sudah menulis banyak novel dan Fatih Beeman yang sudah menulis buku yang inspiratif adalah persoalan waktu. Mereka sudah lebih dulu banyak membaca, maka mereka pun jadi lebih dulu menjadi penulis. Hanya itu,” ujar relawan Rumah Dunia yang baru saja menerbitkan novel Slonong Boy Millioanire ini.

Mengingat acaranya yang padat, maka sebelum pengumuman pemenang lomba cerpen dan workshop kepenulisan yang disampaikan Sakti Wibowo, panitia menyelingi acara dengan hiburan. Di depan sekitar 50 peserta dari berbagai daerah di Pandeglang ini, alunan dari grup nasyid Annashr Voice. Peserta pun nampak semakin antusias mengikuti jalannya acara. [LR]

SENJA DI PULAU UMANG

OK EKSPRESIDIA-PULAU UMANG-1PANDEGLANG – Siapapun yang pernah berkunjung ke tempat ini sepakat, tidak ada yang lebih indah selain memandangi senja yang meremang atau menyongsong pagi menjelang, memandangi laut lepas dari tepi pantai Pulau Umang. lanjutkan membaca »

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010