PENDERITA KAKI GAJAH KHAWATIR MENULAR

advert

kaki-gajahKAKI GAJAH MENYERANG KAMPUNGKU

Ketika hujan tiba, beragam penyakit mulai timbul dan menjangkit ke setiap orang. Ini disebabkan karena penumpukan sampah yang menggenangi gorong-gorong, tempat tinggal yang kurang bersih dan pola makan yang tidak bersih.

Penyakit ini sering menyerang orang-orang yang melakukan pola hidup yang tidak sehat. Apalagi penyakit ini disebabkan oleh nyamuk-nyamuk yang beranak-pinak di genangan air keruh serta di ruang tertutup dan tidak bersih.

Hal itu dampaknya dirasakan oleh seorang warga dari kampung Kukun, Rt. 02/01, desa Parigi, Kecamatan Cikande Serang, yang menderita Filarisasi atau penyakit kaki gajah, bernama Muinah. Penyakit itu sudah ia alami hampir 30 tahun, dan mengaku tak bisa mengobati penyakit tersebut karena keterbatasan biaya.

Sementara itu, para warga kampung Kukun, merasa prihatin dengan penyakit yang dialami ibu Muinah dan kahwatir akan dampak selanjutnya dan penyakit itu disinyalir menular. Oleh karena itu, para warga kampung Kukun melakukan siaga satu tentang kewaspadaan tentang penyakit kaki gajah tersebut.

Derita yang dialami Muinah, wanita paruh baya yang berusia 50 tahun lebih ini, tampak tidak mengalami kelainan apapun pada tubuhnya, ketika keluar rumah  karena ia selalu mengenakan celana panjang. Padahal hal itu ia tutup-tutupi untuk tidak terlalu dipandang warga kurang sehat, meski pada akhirnya ia merasakan derita itu. Penyakit Filarisasi atau penyakit kaki gajah terus menggelayutinya.

Berragam cara sudah dilakukan untuk mengobati penyakit kaki gajah yang menyerang kedua kaki ibu Muinah tersebut, akan tetapi hasilnya belum juga memuaskan,  dan sia-sia. “Obat yang pernah diberikan oleh dokter membuat penyakit ibu semakin parah. Ibu, kami hentikan untuk  mengkonsumsi obat tersebut,” kata Sunarsih anak dari ibu Muinah menjelaskan kepada crew www.rumahdunia.com, Jumat (18/12) kemarin.

Menurut Murta salah satu warga kampung Kukun, yang juga tetangga dari ibu Muinah menuturkan, “Kami berharap dari pemerintah daerah segera mengambil langkah pengobatan, agar penyakit Filarisasi atau kaki gajah yang di alami Bu Muinah tidak menular,” kata Murta mewakili harapan warga kampung Kukun, desa Parigi, Kecamatan Cikande-Serang dengan semangat.

Jika warga sudah mengungkapkan uneg-unegnya. Apakah dari pihak pemerintah daerah akan segera melaksanakan apa yang sudah warganya inginkan. Memang, penyakit kaki gajah bukan sembarang penyakit, akan tetapi harus ada langkah sehat untuk menangani hal semacam itu, agar tidak membuat resah dan taku warga yang tinggal di tempat-tempat yang minim dari bersih.[Muhzen Den]

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010