FILM ALA ANAK KELAS SD

advert
Foto: http://i32.tinypic.com/14jqfbm.jpg

Foto: http://i32.tinypic.com/14jqfbm.jpg

CILEGON – Bisakah anak usia Sekolah Dasar (SD) membuat film? Jawabannya, asal diberi arahan, disediakan fasilitas, ternyata mereka bisa, kok.

Dulu, membuat film merupakan hal yang sulit kalau tiak memiliki dana besar. Sekarang? Dengan semakin canggihnya peralatan perekam gambar yang bisa didapatkan dari handycam atau handphone, berbekal dana relatif sedikit, sekarang orang bisa memprodeksi film. Film juga bisa diproduksi oleh hanya beberapa orang bahkan sendirian. Film jenis ini—yang dalam kualitas tidak kalah bagus dengan film komersil—biasa disebut film indie. Salah satu stasiun televisi swasta bahkan setiap tahun mengadakan kompetisi film indie.

Film juga ternyata bisa dikerjakan tidak hanya oleh dewasa melainkan juga oleh anak usia SD. Siswa kelas 6 SD Yayasan Mutiara Bunda Cilegon pada Jumat (27/11) lalu berhasil membuat sebuah film “detektif” yang ditonton bersama-bersama siswa lain. Tema film yang digarap adalah aksi pembongkaran penculikan seorang murid oleh penjahat. Film ini berdurasi sekitar 30 menit. Hebatnya, hampir semua digarap oleh siswa kelas 6 (mulai dari pemain sampai tim produksi) tanpa bantua para guru. Fairas Tsiqat, siswa kelas 6 SD, yang ikut menjadi tim prouksi film penculikan yang dibuatnya bersama teman-teman mengaku senang karena film yang diproduksinya akhirnya selesai juga.

Film ini adalah karya yang membanggakan baginya juga teman-temannya yang lain. Apalagi sebelumnya ia belum pernah membuat film.

Sebelum membuat film, para siswa diberikan pelatihan pembuatan film oleh pihak sekolah. Rencana tindak lanjur dari pelatihan itu para murid diberikan tugas membuat film. Dan hasilnya, membanggakan; anak SD bisa membuat film.

Kita berharap akan lahir sineas-sineas muda dari Banten yang akan membuat film-film berkualitas seperti Teguh Karya yang berasal dari Pandeglang itu. Siapa tahu salah satunya adalah para murid yang membuat film penculikan itu. [Gading Tirta]

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010