Parkati:Ke Eropa Memperjuangkan Buruh

advert

kis1

KE EROPA PERJUANGKAN BURUH

Namaku Parkati, namun teman-teman lebih mengenalku dengan panggilan Kit. Aku lahir 05 Oktober 1972 di Pati, Jawa Tengah. Sejak SD hingga SMEA aku aktif dan cukup berprestasi dalam bidang olah raga, khususnya lari, baik itu jarak pendek (100m) maupun (400m). Berbagai penghargaan dan medali telah menjadi bukti keseriusanku untuk menjadi seorang atlet. Namun nasib menjadikanku seorang buruh pabrik sepatu di Tangerang.

Mungkin sudah watakku yang tak bisa diam saja melihat ketidakadilan ada di depan mataku. Hal itulah yang memotivasiku menjadi aktivis buruh yang tergabung dalam Forum Komunikasi Serikat Buruh Tangerang (FKSBT). Aku lontarkan intrupsi-intrupsi keras terhadap kesewenang-wenangan pengusaha dan penguasa, khususnya terhadap buruh yang bekerja siang malam demi mencari kehidupan yang layak.

Tahun 2004 adalah moment bersejarah bagiku, di mana aku melakukan sebuah perjalanan kampanye yang mengusung tema penindasan buruh oleh sebuah perusahaan yang memproduksi merk sepatu internasional. Dengan berkampanye, aku terhantar untuk menjejakkan kaki ke Philipina, Belanda, dan Yunani. Hanya dengan berbekal keyakinan pada Allah SWT dan kepercayaan diri, meski dengan keterbatasan dalam berbahasa asing, aku bertekad mewartakan kebenaran yang kerap ditutup-tutupi itu pada dunia.

Aku sampaikan realitas kepada Pers Internasional, betapa tertindas nasib buruh Indonesia yang bekerja siang malam memproduksi sepatu yang notabene produk internasional itu, tanpa adanya kesejahteraan yang selama ini hanya ada dalam mimpi. Semua kulakukan semata-mata demi memperjuangkan nasib seluruh buruh di Indonesia yang hanya diperas tenaganya tanpa mendapat upah yang layak ataupun perlakuan yang berkeprimanusiaan.

Kini setelah aku tak lagi menjadi buruh pabrik, aku membuka home industri kecil-kecilan yang memproduksi assesoris garment, sepatu, dan mainan, dan terus berjuang menikmati hidup dengan saling berbagi, karena hidup adalah untuk diperjuangkan dan untuk dinikmati. [Khairi]

  • Share/Bookmark

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.
REGULER
Ada paket murah-meriah di Taman Bacaan Masyarakat “Rumah Dunia”. Paket Kelas Menulis “Be a Writer” reguler di Rumah Dunia. Kalo mau jadi novelist dan penulis skenario, gabung di sini. Biaya Rp. 150.000,-. Gratis buku “Be a Writer” karya Gol [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | July 18th, 2010