Parkati:Ke Eropa Memperjuangkan Buruh
langlang | Jawara | December 18th, 2009 | No Comments »

KE EROPA PERJUANGKAN BURUH
Namaku Parkati, namun teman-teman lebih mengenalku dengan panggilan Kit. Aku lahir 05 Oktober 1972 di Pati, Jawa Tengah. Sejak SD hingga SMEA aku aktif dan cukup berprestasi dalam bidang olah raga, khususnya lari, baik itu jarak pendek (100m) maupun (400m). Berbagai penghargaan dan medali telah menjadi bukti keseriusanku untuk menjadi seorang atlet. Namun nasib menjadikanku seorang buruh pabrik sepatu di Tangerang.
Mungkin sudah watakku yang tak bisa diam saja melihat ketidakadilan ada di depan mataku. Hal itulah yang memotivasiku menjadi aktivis buruh yang tergabung dalam Forum Komunikasi Serikat Buruh Tangerang (FKSBT). Aku lontarkan intrupsi-intrupsi keras terhadap kesewenang-wenangan pengusaha dan penguasa, khususnya terhadap buruh yang bekerja siang malam demi mencari kehidupan yang layak.
Tahun 2004 adalah moment bersejarah bagiku, di mana aku melakukan sebuah perjalanan kampanye yang mengusung tema penindasan buruh oleh sebuah perusahaan yang memproduksi merk sepatu internasional. Dengan berkampanye, aku terhantar untuk menjejakkan kaki ke Philipina, Belanda, dan Yunani. Hanya dengan berbekal keyakinan pada Allah SWT dan kepercayaan diri, meski dengan keterbatasan dalam berbahasa asing, aku bertekad mewartakan kebenaran yang kerap ditutup-tutupi itu pada dunia.
Aku sampaikan realitas kepada Pers Internasional, betapa tertindas nasib buruh Indonesia yang bekerja siang malam memproduksi sepatu yang notabene produk internasional itu, tanpa adanya kesejahteraan yang selama ini hanya ada dalam mimpi. Semua kulakukan semata-mata demi memperjuangkan nasib seluruh buruh di Indonesia yang hanya diperas tenaganya tanpa mendapat upah yang layak ataupun perlakuan yang berkeprimanusiaan.
Kini setelah aku tak lagi menjadi buruh pabrik, aku membuka home industri kecil-kecilan yang memproduksi assesoris garment, sepatu, dan mainan, dan terus berjuang menikmati hidup dengan saling berbagi, karena hidup adalah untuk diperjuangkan dan untuk dinikmati. [Khairi]




Leave a Reply