MAN 1 CILEGON GELAR SEMINAR PENDIDIKAN
rumahdunia | Warta Banten | December 18th, 2009 | No Comments »
CILEGON – Ada yang tidak biasa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cilegon, Kamis (17/12). Sekolah yang diresmikan pada tahun 1994 oleh Kantor Wilayah Jawa Barat dan Kantor Departemen Agama Kabupaten Serang, mendatangkan seorang penulis tersohor di Banten, yakni Gol A Gong untuk menjadi pemateri di Seminar Pendidikan yang mengusung tema “Menggali dan Meningkatkan Motivasi Siswa Melalui Seni yang Relijius”. Seama 3 jam Gong memberikan inspirasi bagi siswa-siswi MAN 1 Cilegon. Acara tersebut dihadiri pelajar dan guru Madrasah Swasta di Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MAN Cilegon.
Sebelum acara dimulai, Gol A Gong meminta kepada Ahmad Fadil, salah seorang siswa MA Al-Inayah Cilegon untuk berbicara di depan peserta lain. Fadil menceritakan kisah “Seorang Anak Memaku Pagar”. Kemudian, pengarang berusia 46 tahun itu bercerita tentang perjalanannya menuju ke MAN Cilegon. “Saya terkejut ketika hendak memasuki perempatan Jl. Asia Raya Kawasan Industri Krakatau Steel Cilegon yang tanpa lampu lalu-lintas. Lalu, saya melihat satpam-satpam yang berkumis yang menjaga di pos jalan tersebut dan menemukan pedagang rambutan di sepanjang jalan kawasan tersebut,” Gol A Gong menuturkan panjang lebar.
Menurut Gong, sebelum memulai menulis harus memahami apa yang hendak dituliskan atau diceritakan. Metode yang diberikan tadi merupakan proses kreatif mendengar dan membaca. “Mendengar dan membaca itu penting sekali dan memaksimalkan panca indera kita kalau ingin jadi penulis juga sangat penting,” ucapnya kepada para peserta.
Untuk proses penulisan sebuah cerita mesti didasari oleh rumus penulisan jurnalistik (5W+1H). Dengan demikian cerita atau berita dapat dibaca dan didengar. Menurut Gong, menggunakan rumus (5W+1H) ini kita bisa mendapatkan pelajaran untuk jadi penulis. “Sebetulnya banyak orang luar biasa di luar kita,” kata pria berbaju koko ini. Pekerjaan menulis adalah pekerjaan intelektual, menstimulir otak kita agar berpikir. Dewasa ini, menulis bukan lagi dijadikan sebagai kepuasan diri dalam menyalurkan bakat tetapi juga sudah dijadikan sebagai profesi seperti penulis novel, berita, essai, dan puisi. “Hasil dari menulis saya sudah bisa membeli mobil, rumah, dan “putri Solo”,” ujar Gong, dengan nada bercanda. Penghasilan menulis juga sangat besar sekali.
Selain membahas soal jurnalistik Gol A Gong menerangkan soal penulisan cerpen, “Untuk membuat cerpen harus memiliki unsur-unsur instrinsik; tokoh/karakter, latar waktu, latar tempat, konflik, ending, point of view, alur, dan plot.” Ketua panitia, Maryati mengatakan tujuan acara ini adalah membentuk siswa berpotensi. Acara seminar pendidikan baru kali ini diadakan. “Untuk sekarang ini hanya menulis membuat karya fiksi, dan Insya Allah kami akan menindak lanjuti karena antusias siswa sangat bagus,” terang Maryati, yang juga wakil Kepala Bagian Kurikulum MAN 1 Cilegon.
Hal serupa diungkapkan Mahyudi, kepala MA Al-Furqon Cilegon mengharapkan hal ini bukan sekedar seremonial, tapi harus ada tindak lanjut sehingga ada kader-kader representastif. “Acara ini punya inovasi baru tentang sastra. Siswa ini punya potensi sastra tidak tergali manakala tidak digali dan Gol A Gong itu ahli dalam membina itu,” pungkas Mahyudi. Apa yang diungkapkan oleh kedua guru diatas pun diamini oleh siswanya, Ahmad Effendi. Dirinya mengatakan kegiatan seminar ini memberikan motivasi bagus. “Memotivasi siswa untuk belajar menulis dan membaca memacu kreatifitas siswa,” kata siswa kelas 12 MAN Cilegon. [Harir Baldan]




Leave a Reply