JEMBATAN RUSAK, DUA KECAMATAN TERPUTUS

advert
Foto: http://taqim.files.wordpress.com

Foto: http://taqim.files.wordpress.com

LEBAK- Inilah jika pejabat tidak begitu memperhatikan warganya. Pada akhirnya rakyat juga yang menjadi korban. Banyak sekali bantuan dari pemerintah, namun sayangnya bantun tersebut hanya jadi simbol kepedulian semata. Tak peduli pada kualitas dan manfaat bantuan tersebut. Seperti yang terjadi di daerah Lebak berikut.

Akibat terputusnya tali pengikat sebuah jembatan gantung, akses menuju dua kecamatan yakni Kecamatan Kalanganyar dan kecamatan Rangkasbitung terputus.  Karena jembatan tak tidak dapat digunakan, para pelajar yang hendak ke sekolah maupun warga yang hendak pergi bekerja terpaksa menggunakan rakit.

Seperti yan dilakukan Khoriah, warga Desa Sangiang Tanjung, ia mesti menggunakan rakit setiap pergi dan pulang kerja. Khoriah mengaku kerepotan dengan kondisi jembatan yang tidak dapat digunakan karena jika menggunkan rakit tidak jarang celananya basah di saat air sungai sedang banjir.

Menurut keterangan warga, rusaknya jembatan ini dikarenakan banjir yang melanda sungai Ciberang beberapa waktu lalu. Meski begitu, hingga saat ini tidak ada satupun pejabat desa yang datang untuk melihat kondisi jembatan.

Sperti yang dituturkan Dani, salah seorang warga, rusaknya jembatan bukan semata karena banjir melainkan kondisi jembatan yang dibangun pada tahun 2005 tersebut memang sudah tidak layak digunakan.  Hal ini dikarenakan bahan untuk pembangunan jembatan tersebut ialah bahan bekas. Bahkan, beberapa hari sebelum peristiwa terputusnya tali jembatan, salah seorang warga ada yang terjatuh dari jembatan lantaran kayu jembatan yang diinjaknya bergeser letak. Karena musibah tersebut, warga bernasib malang ini mengalami patah tulang di kakinya.

Dengan kondisi seperti ini, Dani berharap pemerintah dapat segera kembali membangun jembatan dan membuat dan di sisi sungai untuk mencegah melebarnya longsor. Namun, Dani berharap, pemerintah tidak mengucurkan dana pembangunan tersebut melauli desa karena berdasarkan pengalaman pembangunan jembatan tahun 2005 yang memakan biaya cukup besar, hanya menghasilkan jembatan yang bertahan hingga tiga bulan saja. [rudi gunawan]

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010