JEMBATAN RUSAK, DUA KECAMATAN TERPUTUS
langlang | Warta Banten | December 18th, 2009 | No Comments »

Foto: http://taqim.files.wordpress.com
LEBAK- Inilah jika pejabat tidak begitu memperhatikan warganya. Pada akhirnya rakyat juga yang menjadi korban. Banyak sekali bantuan dari pemerintah, namun sayangnya bantun tersebut hanya jadi simbol kepedulian semata. Tak peduli pada kualitas dan manfaat bantuan tersebut. Seperti yang terjadi di daerah Lebak berikut.
Akibat terputusnya tali pengikat sebuah jembatan gantung, akses menuju dua kecamatan yakni Kecamatan Kalanganyar dan kecamatan Rangkasbitung terputus. Karena jembatan tak tidak dapat digunakan, para pelajar yang hendak ke sekolah maupun warga yang hendak pergi bekerja terpaksa menggunakan rakit.
Seperti yan dilakukan Khoriah, warga Desa Sangiang Tanjung, ia mesti menggunakan rakit setiap pergi dan pulang kerja. Khoriah mengaku kerepotan dengan kondisi jembatan yang tidak dapat digunakan karena jika menggunkan rakit tidak jarang celananya basah di saat air sungai sedang banjir.
Menurut keterangan warga, rusaknya jembatan ini dikarenakan banjir yang melanda sungai Ciberang beberapa waktu lalu. Meski begitu, hingga saat ini tidak ada satupun pejabat desa yang datang untuk melihat kondisi jembatan.
Sperti yang dituturkan Dani, salah seorang warga, rusaknya jembatan bukan semata karena banjir melainkan kondisi jembatan yang dibangun pada tahun 2005 tersebut memang sudah tidak layak digunakan. Hal ini dikarenakan bahan untuk pembangunan jembatan tersebut ialah bahan bekas. Bahkan, beberapa hari sebelum peristiwa terputusnya tali jembatan, salah seorang warga ada yang terjatuh dari jembatan lantaran kayu jembatan yang diinjaknya bergeser letak. Karena musibah tersebut, warga bernasib malang ini mengalami patah tulang di kakinya.
Dengan kondisi seperti ini, Dani berharap pemerintah dapat segera kembali membangun jembatan dan membuat dan di sisi sungai untuk mencegah melebarnya longsor. Namun, Dani berharap, pemerintah tidak mengucurkan dana pembangunan tersebut melauli desa karena berdasarkan pengalaman pembangunan jembatan tahun 2005 yang memakan biaya cukup besar, hanya menghasilkan jembatan yang bertahan hingga tiga bulan saja. [rudi gunawan]




Leave a Reply