Al-Ikhlas: Masjid Ala Timur Tengah

advert

sy1

MASJID ALA TIMUR TENGAH

Bagi sebagian orang, menunaikan shalat di masjid merupakan suatu keharusan. Selain nilai ibadahnya lebih tinggi dari shalat di rumah, juga bisa lebih khusyuk dengan cara shalat berjamaah. Apalagi jika dilaksanakan di masjid yang unik, bersih, terawat, memiliki nilai historis dan ikatan emosional dengan jamaahnya, tentu ritualitas ibadah akan lebih bermakna.

Hal inilah yang coba ditawarkan Masjid Al-Ikhlas. Masjid yang terletak di Jalan KH. Abdul Fatah Hasan ini tak pernah sepi dari aktivitas ibadah meski bangunan fisiknya belum selesai seratus persen. Setiap waktu shalat tiba, warga Cijawa yang berada di sekitar masjid berduyun-duyun untuk melaksanakan shalat berjamaah. Hal ini berkat keteladan KH. Jaidi selaku iman masjid yang selalu tampil awal waktu. Sebelum adzan berkumandang, beliau sudah berada di dalam masjid menunggu warga untuk shalat berjamaah.

Pembangunan masjid ini memakan waktu yang cukup lama. Peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 2000. Sampai sekarang, masjid ini masih dalam proses pembangunan. Panjangnya proses pembangun ini dikarenakan warga Cijawa sepakat untuk tidak meminta sumbangan di jalan-jalan. Pembangunannya diperkirakan baru mencapai sembilan puluh persen. Menurut ketua DKM masjid Al-Ikhlas H. M. Zen, budget yang sudah dikeluarkan untuk pembangunan mesjid ini mencapai dua milyar lebih. Meski demikian warga Cijawa masih bersemangat menyisihkan sebagian hartanya untuk pembangunan masjid Al-Ikhlas.

Biaya pembangunan masjid ini murni dari hasil swadaya masyarakat. Maka tak heran bila sense of belonging masyarakat terhadap masjid Al-Ikhlas sangat tinggi. Hal itu telihat dari kebiasaan warga yang lebih memilih shalat berjamaah di masjid daripada shalat munfarid di rumah masing-masing.

Bermula dari kerinduan kepada sang Khalik, beberapa ustadz Cijawa bermusyawarah untuk mendirikan sebuah masjid sebagai tempat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dari hasil musyawarah itu maka didirikanlah masjid Al-Ikhlas di atas tanah seluas 20 meter persegi. Tanah tersebut merupakan hasil pembebasan dari tiga bangunan rumah warga.

Yang menarik dari masjid Al-Ikhlas adalah arsitektur bangunannya yang unik. Beda dari bentuk bangunan masjid yang ada di kota Serang pada umumnya. Setelah ditelusuri, ternyata masjid Al-Ikhlas dirancang oleh seorang arsitek yang bekerja sebagai konsultan di PT Krakatau Steel. Rancang bangun masjid Al-Ikhlas tak ubahnya seperti bangunan-bangunan masjid yang ada di Timur Tengah. Unik, indah, dan eksotik. Karena Tuhan maha indah dan mencintai keindahan, masjid ini pun sangat kental dengan sentuhan estetis. [Ado]

  • Share/Bookmark

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.
REGULER
Ada paket murah-meriah di Taman Bacaan Masyarakat “Rumah Dunia”. Paket Kelas Menulis “Be a Writer” reguler di Rumah Dunia. Kalo mau jadi novelist dan penulis skenario, gabung di sini. Biaya Rp. 150.000,-. Gratis buku “Be a Writer” karya Gol [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | July 18th, 2010