Al-Ikhlas: Masjid Ala Timur Tengah
langlang | Masjidku | December 18th, 2009 | No Comments »

MASJID ALA TIMUR TENGAH
Bagi sebagian orang, menunaikan shalat di masjid merupakan suatu keharusan. Selain nilai ibadahnya lebih tinggi dari shalat di rumah, juga bisa lebih khusyuk dengan cara shalat berjamaah. Apalagi jika dilaksanakan di masjid yang unik, bersih, terawat, memiliki nilai historis dan ikatan emosional dengan jamaahnya, tentu ritualitas ibadah akan lebih bermakna.
Hal inilah yang coba ditawarkan Masjid Al-Ikhlas. Masjid yang terletak di Jalan KH. Abdul Fatah Hasan ini tak pernah sepi dari aktivitas ibadah meski bangunan fisiknya belum selesai seratus persen. Setiap waktu shalat tiba, warga Cijawa yang berada di sekitar masjid berduyun-duyun untuk melaksanakan shalat berjamaah. Hal ini berkat keteladan KH. Jaidi selaku iman masjid yang selalu tampil awal waktu. Sebelum adzan berkumandang, beliau sudah berada di dalam masjid menunggu warga untuk shalat berjamaah.
Pembangunan masjid ini memakan waktu yang cukup lama. Peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 2000. Sampai sekarang, masjid ini masih dalam proses pembangunan. Panjangnya proses pembangun ini dikarenakan warga Cijawa sepakat untuk tidak meminta sumbangan di jalan-jalan. Pembangunannya diperkirakan baru mencapai sembilan puluh persen. Menurut ketua DKM masjid Al-Ikhlas H. M. Zen, budget yang sudah dikeluarkan untuk pembangunan mesjid ini mencapai dua milyar lebih. Meski demikian warga Cijawa masih bersemangat menyisihkan sebagian hartanya untuk pembangunan masjid Al-Ikhlas.
Biaya pembangunan masjid ini murni dari hasil swadaya masyarakat. Maka tak heran bila sense of belonging masyarakat terhadap masjid Al-Ikhlas sangat tinggi. Hal itu telihat dari kebiasaan warga yang lebih memilih shalat berjamaah di masjid daripada shalat munfarid di rumah masing-masing.
Bermula dari kerinduan kepada sang Khalik, beberapa ustadz Cijawa bermusyawarah untuk mendirikan sebuah masjid sebagai tempat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dari hasil musyawarah itu maka didirikanlah masjid Al-Ikhlas di atas tanah seluas 20 meter persegi. Tanah tersebut merupakan hasil pembebasan dari tiga bangunan rumah warga.
Yang menarik dari masjid Al-Ikhlas adalah arsitektur bangunannya yang unik. Beda dari bentuk bangunan masjid yang ada di kota Serang pada umumnya. Setelah ditelusuri, ternyata masjid Al-Ikhlas dirancang oleh seorang arsitek yang bekerja sebagai konsultan di PT Krakatau Steel. Rancang bangun masjid Al-Ikhlas tak ubahnya seperti bangunan-bangunan masjid yang ada di Timur Tengah. Unik, indah, dan eksotik. Karena Tuhan maha indah dan mencintai keindahan, masjid ini pun sangat kental dengan sentuhan estetis. [Ado]




Leave a Reply