SEMINAR FORUM TBM: PERPUSTAKAAN JANGAN SEPERTI KUBURAN

advert
Gol A Gong sedang memberikan materi

Gol A Gong sedang memberikan materi

SERANG-United Nations Depelopment Program (UNDP) mengabarkan, kemampuan membaca siswa Indonesia berada paling rendah di kawasan ASEAN. Dari penelitian atas 39 negara, Indonesia menempati urutan ke-38 dalam hal pembangunan sumber daya manusia. Pada tahun 2007, buta aksara di Indonesia  mencapai 10,1 juta orang, meski sempat turun 1,7 juta.

Hal itu diungkapkan Drs.H. Apon Suryana, SH, MM, selaku asisten daerah (ASDA) III SETDA Prov Banten dalam pembukaan seminar pemasyarakatan perpustakaan dan minat baca, serta Dra. Hj. Sudiyati, M.Si, selaku kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah, Selasa (15/12) pagi tadi.

Seminar yang bertempat di ruang Pusat Komisi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) kabupaten Serang, menghadirkan pengelola Perpus Kab Kota, SD, SMA, Madrasah serta TBM perwakilan se-Banten, yang berlangsung cukup meriah. Acara yang diberi judul “Peran Perpustakaan dan Penulis Dalam Mengantisipasi Perubahan Paradigma Pengembangan Perpustakaan Dan Peningkatan Minat Baca Masyarakat Banten” menghadirkan tiga pembicara; Drs. Supriyanto, M.Si, dari Ikatan Pustakawan Indonesia, Drs. Abdul Malik, Jurnalis Radar Banten, Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia serta YB. Dani Widiyanto dari penerbit Erlangga,.

“Membaca itu proses berpikir dan proses bernalar. Membaca tidak cuma menghafal, tapi juga harus dikaji, dieksplor, diklarifikasi lalu diterapkan,” kata Drs. Supriyanto, dalam seminarnya. Supriyanto lebih luas membahas pada peran pustakaan. Menurutnya tinggi rendahnya peradaban budaya suatu bangsa, dapat dilihat dari kondisi perpustakaan yang dimiliki. Sehingga sasaran dari fungsi ini dapat terbentuknya masyarakat yang mempunyai budaya membaca dan belajar sepanjang hayat. Dan perpustakaan menjadi bagian hidup dari keseharian masyarakat.

Sedangkan Gol A Gong, selalu bersemangat dan memprovokasi peserta. “Saya sering mengkritik dalam tulisan saya, perpustakaan di Banten itu seperti kuburan, sepi dan panas tempatnya,” kata Gong bersemangat. “Seharusnya perpus tidak cuma untuk membaca, melainkan ada tempat bermain dan diskusi,” Gong menambahkan. Sampai saat ini banyak perpustakaan Banten yang berlokasi di daerah terpencil, bahkan ada juga perpus yang dibangun di pinggir kali, di dekat pabrik elpiji. “Jika perpustakaan dibangun di pinggir kali, itu reperentasi dari pemerintahnya. Jika perpustakaan dibangun di pinggir pabrik elpiji, itu juga reperentasi dari gubernurnya,” tandas Gong.

Peserta antusias menyimak. [Foto: www.rumahdunia.com]

Peserta antusias menyimak. Foto: www.rumahdunia.com

Seminar yang digagas Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Banten ini memang perlu banyak lagi mengevaluasi tentang infrastruktur perpustakaan di bumi Banten. Agar pengunjung bisa nyaman dan tak terganggu dengan suasana yang panas, karena di perpustakaan tidak tersediaanya Air Conditioner (AC). “Saya kadang merasa sedih jika ada mahasiswa Untirta yang sampai mencari buku di Rumah Dunia, untuk tugas referensi. Saya tanya kenapa tidak mencari buku di perpusda. Jawabnya di perpusda panas,” kata Gong.

Sementara Abdul Malik membahas pada sinergi media massa dengan perpustakaan. Salah satu peserta dari komunitas Anak Langit, dari Tangerang, Edy Bonetsky mengusulkan adanya gerakan membaca dalam satu rumah, harus membaca satu buku apa saja selama satu bulan. “One book, one home,” kata Edy, berharap usulannya bisa diterima.

Sementara itu, menurut Tb. Encep Qosyasi, guru pendamping dari Ponpes Turus, Rangkasbitung, mengaku senang dengan adanya seminar ini. “Selain menambah ilmu dan manfaat, sekaligus ada wawasan lain yang saya dapatkan,” kata Encep. “Bukankah di Al-Quran juga sudah diperintahkan, Iqra, bacalah! Jadi kita disuruh membaca, menulis dan menganalisis, agar kita jadi orang-orang tahu. Bukan sok tahu,” kata Encep yang sudah memiliki koleksi buku 1932 eksemplar di perpustakaan pondok pesantrenya. Jadi, tunggu apa lagi, saatnya membaca!! [Ahmad Wayang]

Share

2 Responses to “SEMINAR FORUM TBM: PERPUSTAKAAN JANGAN SEPERTI KUBURAN”

  1. lasix dosage Says:

    Interesting and informative. But will you write about this one more?

  2. cipro dosage Says:

    I added your blog to bookmarks. And i’ll read your articles more often!

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010