DARI “GOLA GONG” KE “GOL A GONG”

advert

Gol A GongRUMAH DUNIA – Diumumkan kepada segenap khalayak. Kepada para pembaca buku-buku Gola Gong, juga kepada para penerbit, terhitung ketika press release ini disebarkan, penulis serial “Balada Si Roy” akan mengembalikan nama asli penanya, yaitu “GOL A GONG”. Huruf “A” yang selama ini digabung ke “Gola”, kini dipisah jadi “Gol A”.

Selama ini pendiri Rumah Dunia di Serang, Banten selalu memakai nama pena “Gola Gong” dimana huruf “a’ disatukan ke “Gol’ jadi “Gola”. Sekarang dipisah, huruf “a’ berdiri sendiri dan ajeg ditulis kapital “A”. Pada 2010, akan terbit novel seri anak-anak “Aku Ingin Sekolah” (Penerbit Zikrul Hakim) bersama Tias Tatanka.  Nama pena “Gol A Gong” sudah resmi dipakai.

Ini juga atas saran Teguh Esha, pengarang idolanya yang menulis “Ali Topan Anak Jalanan’. Kata Teguh, “Kamu harus kembali ke nama awal. Nama itu pemberian emakmu. Nama penamu itu amanah dari emakmu!”

Bahkan, Sunardian Wirodono, penulis “Anonim My Hero” meledek lucu, “Huruf  ‘A’ itu plat nomor mobil Banten! ‘A’! Jadi, ‘Gol A Gong’ lebih bagus. Mencirikan dari Banten”.

Selama ini tidak banyak yang tahu makna “Gol A Gong”. Padahal filosofis.  Gol berarti masuk, A itu artinya Allah, dan Gong sejenis alat musik. Itu dimaksudkan agar tulisan-tulisan Gola Gong, eh, Gol A Gong masuk dan menggema ke hati pembaca. Itu semua tentu karena peran serta Allah SWT. Emaknya berpesan, “Kesuksesan yang kelak akan kamu raih, itu semua karena Allah!” (Jang RuDun)

  • Share/Bookmark

2 Responses to “DARI “GOLA GONG” KE “GOL A GONG””

  1. novalramsis Says:

    kalau akan pesan plat mobil, A 60 NG , akan ada makna ? :-)

  2. Muhammad Quds Says:

    Mas Gol A Gong, saya sedang bermimpi untuk menyediakan bahan bacaan bagi anak-anak TK dan Madrasah Ibtidaiyah di tempat saya. Saat ini saya menyediakan satu bangunan kecil berukuran 5×9 meter untuk hal itu.Kiranya mas Gol A Gong dapat berbagi siasat agar saya bisa masuk ke tahap berikutnya; pengadaan bahan baca. Terimakasih dan salam.

    “Change with Reading”.
    Muhammad Qudsi-Madura.

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.
REGULER
Ada paket murah-meriah di Taman Bacaan Masyarakat “Rumah Dunia”. Paket Kelas Menulis “Be a Writer” reguler di Rumah Dunia. Kalo mau jadi novelist dan penulis skenario, gabung di sini. Biaya Rp. 150.000,-. Gratis buku “Be a Writer” karya Gol [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | July 18th, 2010