WANDI SI TUKANG OJEK JADI GUIDE

advert

WANDI DAN BULEProfesi Herwandi (29thn) atau yang lebih akrab dengan panggilan Wandi ini memang sangat menarik. Kesehariannya sebagai seorang tukang ojek keliling di wilayah sekitar Kota Cilegon. Namun kerjaan sampingannya sebagai Guide itulah satu pengalaman yang luar biasa bagi Wandi.

Pada bulan Juni 2009 yang lalu, dirinya menjadi Guide untuk seorang turis asing asal Spanyol bernama Alberto Juan Ramires (35thn). Dimana Alberto datang ke Banten bertujuan mengunjungi Gunung Krakatau. Uniknya, dalam penjelajahan ke tempat-tempat wisata dengan mengendarai sepeda motor yang selama ini digunakan untuk narik ojek.

Pertemuan saat siang itu, Wandi sedang mangkal di depan Hotel Sukma, Cilegon. Dirinya tertarik ketika melihat Alberto yang baru turun dari angkot untuk menawarkan jasanya sebagai Guide. Padahal saat itu Alberto sedang mencari toilet.

“Waktu itu si bule (Alberto-red) baru saja turun dari angkot bersama seorang ibu. Terus saya samperin dan menawarkan diri untuk menjadi Guide,” kata Wandi kepada wartawan rumahdunia.com di pantai Anyer, Minggu petang (6/12). Tapi sayang waktu itu Alberto belum tertarik. Kemudian setelah keluar dari toilet Alberto naik angkot lagi menuju Labuhan.

“Saya harus dapatkan si bule. Saya ingat-ingat plat nomor angkot yang ditumpanginya,” kata Wandi yang mahir bahasa Inggris. Suami dari Yanti ini pun kemudian mengikuti mobil angkot yang ditumpangi Alberto hingga sampai dikawasan Pantai Matahari. Wandi yang pantang menyerah mengajak berdialog dengan Alberto membuahkan hasil. Si Bule yang berprofesi sebagai pengelola tempat hiburan dan tempat parkir di negaranya, akhirnya tertarik dan menerima Wandi sebagai Guide perjalanan menuju Gunung Krakatau di Selat Sunda, provinsi Lampung.

“Setelah Si Bule tertarik saya kemudian pulang ke rumah. Si Bule ingin istirahat dulu di sebuah hotel. Soalnya dua hari perjalanan si bule belum sempat tidur. Barulah 2 hari kemudian saya temui lagi si Bule di Hotel,” jelas bapak dari Zahra ini.

CURUGCURUG GENDANG

Perjalanan pertama diawali dengan mengunjungi wisata air terjun Curug Gendang yang tak jauh dari pantai Carita. Perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih satu jam perjalanan. Jalur jalan setapak serta naik turun dan tebing jurang di kiri dan kanan menjadikan daerah menuju air terjun ini terasa menantang. Jalan setapak menjadikan suatu perpaduan panorama yang cukup indah nan eksotis.

Air Terjun Curug Gendang ini memiliki tinggi sekitar 15 meter dan berada kurang lebih 170 meter DPL (diatas permukaan laut). Karena suara gemuruh air terjun yang mirip bunyi alat musik tradisional bernama Gendang maka kemudian masyarakat setempat mengganti namanya menjadi Curug Gendang. Curug ini pula dipercaya masyarakat sekitar dulunya sebagai tempat persembunyian para tentara pejuang kemerdekaan saat dalam kejaran prajurit Belanda.

“Airnya jernih. Akhirnya kita disana langsung mandi,” kata Wadi. Air terjun sangat jernih airnya karena keberadaanya dikelilingi hutan hijau lebat dan rimbun. Masih alami, jadi nyaman untuk lama-lama berendam di bawa air terjun yang berasal dari mata air Gunung Panganjaran.

Gunung Krakatau

Sebagai tujuan utama si Bule, tempat utama yang dituju adalah Gunung Krakatau. Perjalanan ditempuh dengan mengendarai speedbot yang disewa dari pantai carita dengan biyaya sekitar tiga jutaan, dengan waktu tempuh 4 jam. Menyewa Speedboot sudah satu paket dengan makanan, buah-buahan, minuman, dan rokok.

“Jujur, sebenarnya saya gak pernah ke Gunung Krakatau,” Wandi mengakui. Ini adalah satu kesempatan luar biasa bisa mengujungi gunung Krakatau yang pernah meletus dengan dahsyatnya pada tahun 1883.

Gunung Purba yang berdiri kokoh ditengah selat Sunda dan masuk wilaya Provinsi Lampung ini terlihat berwarna kehijauan, membuat warna itu jadi kontras. Dengan warna laut Selat Sundah yang biru jernih. Di tepian Pulau ditumbuhi pohon-pohon pinus yang hijau dan subur.

“Kita disana sempat berenang dan Snorkeling di bawah Gunung Krakatau. Untungnya saat itu aktifitas vulkanik lagi tidak aktif. Kalau tiba-tiba meledak, kita bisa saja kejatuhan batu-batu api,” Wandi menuturkan pengalamannya.

Di Pulau Rakata, mereka mendirikan tenda untuk menginap satu malam. Selain itu secara kebetulan beberapa turis asing pun berada disana namun jaraknya cukup jauh dari perkemahan.

“Pemandangan malam hari jauh lebih indah. Kita bisa melihat semburan lava pijar yang bercahaya merah dari puncak Krakatau. Mirip dengan kembang api,” kata Wadi yang tak hendi-hentinya mengagumi keindahan alam.

Di pulau ini pula terdapat beberapa satwa, seperti Biyawak dan Kepiting, serta kunang-kunang yang cukup banyak. “Saya ingat guyonan si Bule, katanya, kalau saja seribu kunang-kunang dikupulkan, bisa menghidupkan satu kota,” kata Wandi sambil ketawa.

Keesokan harinya mereka pun mendaki gunung Krakatau hingga mendekati kawah. Namun mereka tidak bisa terus mendekat karena sudah ada pembatas dalam bentuk patok-patok. Mendekati kawah memang beresiko, jika sewaktu-waktu kawah menyemburkan lava bisa-bisa kejatuhan dan terbakar.

Saat mereka akan kembali ke Pantai Carita, satu sifat yang patut di contoh dari si Bule adalah yang menjaga kebersihan. “Bule itu orangnya bersih. Sebelum pulang munguti sampah-sampah dulu.” Wandi menambahkan, saking rajinnya tehadap kebersihan, sampai-sampai membuang satu batang korek api saja bingung harus buang kemana. Akhirnya si Bule menyimpan lagi ke kotak pembungkus. Bukan itu saja, di saku celananya saja banyak bungkus permen dan tisu yang disimpannya.

NAIK KANO DI UJUNG KULONUJUNG KULON

“Sebenarnya kalau tujuan ke Ujung Kulon sendiri Alberto tidak merencanakannya. Tapi karena ada si Boy yang ditemuinya di Krakatau, akhirnya tertarik juga untuk mengunjungi Ujung Kulon,” kata Wandi.

Perjalanan ke Ujung Kulon dari Pantai Carita ditempuh dengan mengendarai motor. Perjalanan yang ditempuh cukup lama karena Alberto yang gemar fotografi suka mintak berhenti sejanak untuk mengambil beberapa objek foto yang diabadikan oleh kamera digitalnya.

“Alberto bisa aja mengambil anggel foto yang bagus. Seperti pemandangan di kampung Panimbang, sawah, pohon-pohon, orang disawa, sampai anak-anak yang berenang di sungai,” kata Wandi.

Sesampainya di Ujung Kulon sempat pula tracking keliling kampung, sawah, hutan sekitar, melihat monyet merah dan sempat pula mengujungi air terjun dan michusuar di Labuan.

Sebelum sampai ke Taman Nasional Ujung Kulon, wajib mengisi buku tamu pengunjung di pantai Tanjung Lesung. Gunanya untuk mengontrol dan mengetahui asal keberadaan para pengunjung jika terjadi sesuatu, seperti hilang atau kecelakaan. Barulah ketika senja mereka berangkat menuju Taman Nasional Ujung Kulon yang merupakan habitat kelangsungan hidup satwa langka badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dengan berlayar menggunakan perhu menuju Pulau Peucang selama satu jam. Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.

“Esok harinya, kita ingin melihat Badak dengan menggunakan perahu kano menyusuri sungai-suangai. Karena jika perjalanan darat membuat berisik dan Badak pergi duluan,” kata Wandi. Namun sangat disayangkan pencarian Badak hanya menemukan jejak kakinya saja yang masi hangat. Sepertinya seekor Badak baru saja pergi beberapa menit sebelum Wandi dan Alberto datang. Binatang lain yang bisa di jumpai seperti ular sanca, kerah, rusa, burung-burung, biyawak, dan masi banyak satwa lainnya.

Setelah itu waktu meraka habiskan lagi untuk berenang, Snorkeling, naik kano hingga akhirnya mereka kembali lagi ke Pantai Tanjung Lesung yang indah.

RUMAH WADI

Setelah menghabiskan waktu untuk menjelajahi tempat wisata, perjalanan kembali pulang menuju rumah kontrakan Wadi di Jl. Paus Kavling Blok C, Citangkil, Kota Cilegon, tentu saja perjalanan masih mengendarai motor ojek Wadi. Tujuanya karena Alberto ingin mengenal dekat Wandi serta keluarganya.

“Saya gak tega kalau Alberto terus-terusan membonceng di motor saya. Kelihatannnya capek. Pas sampai di Anyer, Alberto kemudian naik angkot. Saya mengikuti di belakang hingga sampai di depan Gedung DPRD Cilegon. Dari sana kemudian Albero naik motor saya lagi sampai rumah,” kata Wandi ketika menceritakan perjalanan pulangnya.

Kedatangan seorang Bule menarik perhatian untuk warga Kavling. Banyak yang datang melihat dan bertanya-tanya.

“Saya ajak Alberto keliling Cilegon, mulai dari rumah orang tua, mertua, mall dan ramayana.”

Pas malamnya, di rumah Wandi mengadakan makan bersama seluruh anggota keluarga Wandi. Menu favorit Alberto adalah sayur kangkung. “Sebelum Alberto makan, biasanya ia bertanya dulu, apakah baik atau tidak. Pas di Labuan, saya sarankan Alberto makan sayur kangkung yang berkasiat bikin sehat di badan dan enak tidur,” kata Wandi. Mulai dari sanalah Alberto suka makan sayur kangkung.

“Sempat juga Alberto dipijit oleh istri saya. Kebetulan istri saya juga bisa mijit. Alberto juga dikerik, meski awalnya takut infeksi. Saya bilang saja itu obat tradisional,” kata Wandi.

MENUJU BANDARA

Setelah 2 minggu di Indonesia, Alberto harus kembali lagi ke negara asalnya. Namun ia berencana akan datang lagi pada bulan sepertember 2010 bersama istri dan anaknya.

Perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta memiliki cerita tersendiri dengan mengendarai sepeda motor. Wandi mengaku tidak tahu jalan menuju Bandara. Ia pun tak malu-malu untuk bertanya. Padahal Alberto khawatir jika tidak sampai tepat waktu. Jam 6 petang Alberto harus sampai ke Bandara.

“Alhamdulillah akhirnya sampai juga ke Bandara dengan menempuh waktu perjalanan selama tiga jam, itu pun dengan kecepatan ekstra.”

Kebersamaan bersama Alberto mengukir kisah yang abadi hingga terbentuklah persahabatan antara Turis dan Guide. Wandi terharu dengan pesan Alberto, “Untuk menjadi suami yang baik, bertanggung jawab, dan mencari rezeki yang bersih dan hallal.” (Rama)

  • Share/Bookmark

25 Responses to “WANDI SI TUKANG OJEK JADI GUIDE”

  1. Harir Baldan Says:

    Wui, Bolehlah ceritanya nemu nemu dimana nih? ihnihihi…

  2. rama Says:

    secara kebetulan minggu kemaren di anyer. sebenaernya lagi stres gara2 pata hati. ketemulah sama wandi terus ngobrol. akhirnya jadilah

  3. yidda Says:

    terharu nih…..

    suka bgt sm cerita2 pengalaman ky gini,nangis sdr kadang baca atw denger nya….

    apalg kata2 di akhir nya,
    nyentuh bgt…

  4. juan Says:

    boleh nih ke krakatau dan ujung kulon……….saya tertarik untuk mengunjungi

    ada nomor yang bisa di hubungi, mungkin wartawan yang meliput tahu nomornya?

  5. Gola Gong Says:

    Coba kontak wartawan kami, rama rahmat di 085958215606. semoga pikniknya lancar ya.

  6. rama rachmat Says:

    nomor hp Herwandi 087871912528. wandi bisa mengantarkan anda ke tempat tujuan….

  7. Brody" rider sclassic vespa Says:

    Terimakasih atas kunjungan Alberto yg menyempatkan datang d sekretariat Ikatan Scooter Cilegon (jom masjid). Kebetulan wandi rekan para scooteist. Yg mangkal d depan sekretariat. Dan sebelumnya Mr Yohan (germany) juga pernah d ajak mampir k sekretariat & menyempat kan hadir d acara motor tua (old nails) & secara kebetulan Mr Yohan juga penggemar motor tua dr jerman. thanks to All tourist yg datng k negara indonesia, dgn sopan, santun & selalu menjaga kebersihan lingkungan negeri kita yg tercinta. For wandi Mari kibarkan bendera merah putih k dunia & junjung tinggi persaudaraan..!!
    Go green, keep clean

  8. Geny Khadafi Says:

    bravo temanku….MR. Lay alias wandi….sukses terus bro….oya buat yang mau jalan ke daerah ujungkulon dan sekitarnya silahkan contact wandi…dijamin liburan anda berkesan karna selain dia tau banyak tempat2 keren di daerah kulon dia juga tidak pernah mengeluh….bravo wandi….

  9. aji Says:

    hebat mr wandi ajak dong saya aji situkang ojek
    tea yang mangkal dipangkalan kue basah. kalau ada kesempatan contact saya oke.

  10. aji Says:

    saya bangga pada teman saya, yang namanya wandi
    bisa jadi guide turist maju terus wan bravo tukang ojek cilegon saya dukung usaha mu by aji
    ojek pangkalan kue basah.

  11. ridwan tanjung Says:

    saya suka tuh cerita di pas ujung kulon nya seperti memasuki dunia penuh petualangan seru seperti reality show di barat sono tuh SURVIVED .saya hoby traking juga kayak si bule itu teman nya si tukang ojek itu maaauu seh!!!!!

  12. azam Says:

    gokil ya anak cilegon, tukang iejk jadi guide bule

  13. zokerpunk Says:

    dy kbtulan mangkalnya deket ma gw mangkal gw mangkal jualan &dy langganan makan siomay gw

  14. zokerpunk Says:

    mju terus browww jdkn indonesia sbgai tnpt kunjungan wisata dunia

  15. fikta Says:

    pengen ke karakatau jadinya

  16. fariz Says:

    salah satu tukang yang beruntung bisa holiday tanpa modal banyak,,,,,,,,

  17. zain Says:

    kang kpan2 ntar klo bulenya dtang lgi jak2 sya ya!! hehehe lumayan nambah pengalaman

  18. kang firdaus Says:

    andai saja ke karakatau tidak mahal

  19. wandi Says:

    buat kang firdaus dan yang lainnya,ke krakatoa dan ujung kulon tidak mahal kok,ada special price.saya punya link/teman,koneksi.anda puas,kami bahagia.hubungi sya oke!!

  20. wandi Says:

    ke krakatoa tidak mahal.

  21. ivan hudaya Says:

    wiih…

    tukang ojeg gaul nih…

    hahahaii…

  22. juanda Says:

    weeh asyik nieh. . .
    gokilz abiz mau donk ikd ky si wandi tukang ojek. . .
    kbntulan dia mangkal d smancil cuy. . .
    hahahhahahahaqq. . .

  23. Aji Says:

    Mantap,.lumayan jalan2 kliling clgon,syp tw nnti bsa kliling indonsia..

  24. davi ari sandi Says:

    POSITIVE THINKINGS,,,KEEP SMILE..GO GREEN KEEP CLEAN…PEACE FOREVER!!!!,,,,!!..!!.AKU KANGEN SAMA SAYANG NENEK DAN KAKEK SAJA

  25. Ilman Says:

    Pak Wandi?? itu mah Langganan Warnet VALESKA.. Jl Temu Putih, Cilegon nie.

    Hebat jg bisa Jadi Guide pake Motor nya yang setia,,,

    Kebetulan saya yang sering jaga warnetnya,

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.
REGULER
Ada paket murah-meriah di Taman Bacaan Masyarakat “Rumah Dunia”. Paket Kelas Menulis “Be a Writer” reguler di Rumah Dunia. Kalo mau jadi novelist dan penulis skenario, gabung di sini. Biaya Rp. 150.000,-. Gratis buku “Be a Writer” karya Gol [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | July 18th, 2010