WANDI SI TUKANG OJEK JADI GUIDE
Gola Gong | Wisata Banten | December 11th, 2009 | 25 Comments »
Profesi Herwandi (29thn) atau yang lebih akrab dengan panggilan Wandi ini memang sangat menarik. Kesehariannya sebagai seorang tukang ojek keliling di wilayah sekitar Kota Cilegon. Namun kerjaan sampingannya sebagai Guide itulah satu pengalaman yang luar biasa bagi Wandi.
Pada bulan Juni 2009 yang lalu, dirinya menjadi Guide untuk seorang turis asing asal Spanyol bernama Alberto Juan Ramires (35thn). Dimana Alberto datang ke Banten bertujuan mengunjungi Gunung Krakatau. Uniknya, dalam penjelajahan ke tempat-tempat wisata dengan mengendarai sepeda motor yang selama ini digunakan untuk narik ojek.
Pertemuan saat siang itu, Wandi sedang mangkal di depan Hotel Sukma, Cilegon. Dirinya tertarik ketika melihat Alberto yang baru turun dari angkot untuk menawarkan jasanya sebagai Guide. Padahal saat itu Alberto sedang mencari toilet.
“Waktu itu si bule (Alberto-red) baru saja turun dari angkot bersama seorang ibu. Terus saya samperin dan menawarkan diri untuk menjadi Guide,” kata Wandi kepada wartawan rumahdunia.com di pantai Anyer, Minggu petang (6/12). Tapi sayang waktu itu Alberto belum tertarik. Kemudian setelah keluar dari toilet Alberto naik angkot lagi menuju Labuhan.
“Saya harus dapatkan si bule. Saya ingat-ingat plat nomor angkot yang ditumpanginya,” kata Wandi yang mahir bahasa Inggris. Suami dari Yanti ini pun kemudian mengikuti mobil angkot yang ditumpangi Alberto hingga sampai dikawasan Pantai Matahari. Wandi yang pantang menyerah mengajak berdialog dengan Alberto membuahkan hasil. Si Bule yang berprofesi sebagai pengelola tempat hiburan dan tempat parkir di negaranya, akhirnya tertarik dan menerima Wandi sebagai Guide perjalanan menuju Gunung Krakatau di Selat Sunda, provinsi Lampung.
“Setelah Si Bule tertarik saya kemudian pulang ke rumah. Si Bule ingin istirahat dulu di sebuah hotel. Soalnya dua hari perjalanan si bule belum sempat tidur. Barulah 2 hari kemudian saya temui lagi si Bule di Hotel,” jelas bapak dari Zahra ini.
CURUG GENDANG
Perjalanan pertama diawali dengan mengunjungi wisata air terjun Curug Gendang yang tak jauh dari pantai Carita. Perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih satu jam perjalanan. Jalur jalan setapak serta naik turun dan tebing jurang di kiri dan kanan menjadikan daerah menuju air terjun ini terasa menantang. Jalan setapak menjadikan suatu perpaduan panorama yang cukup indah nan eksotis.
Air Terjun Curug Gendang ini memiliki tinggi sekitar 15 meter dan berada kurang lebih 170 meter DPL (diatas permukaan laut). Karena suara gemuruh air terjun yang mirip bunyi alat musik tradisional bernama Gendang maka kemudian masyarakat setempat mengganti namanya menjadi Curug Gendang. Curug ini pula dipercaya masyarakat sekitar dulunya sebagai tempat persembunyian para tentara pejuang kemerdekaan saat dalam kejaran prajurit Belanda.
“Airnya jernih. Akhirnya kita disana langsung mandi,” kata Wadi. Air terjun sangat jernih airnya karena keberadaanya dikelilingi hutan hijau lebat dan rimbun. Masih alami, jadi nyaman untuk lama-lama berendam di bawa air terjun yang berasal dari mata air Gunung Panganjaran.
Gunung Krakatau
Sebagai tujuan utama si Bule, tempat utama yang dituju adalah Gunung Krakatau. Perjalanan ditempuh dengan mengendarai speedbot yang disewa dari pantai carita dengan biyaya sekitar tiga jutaan, dengan waktu tempuh 4 jam. Menyewa Speedboot sudah satu paket dengan makanan, buah-buahan, minuman, dan rokok.
“Jujur, sebenarnya saya gak pernah ke Gunung Krakatau,” Wandi mengakui. Ini adalah satu kesempatan luar biasa bisa mengujungi gunung Krakatau yang pernah meletus dengan dahsyatnya pada tahun 1883.
Gunung Purba yang berdiri kokoh ditengah selat Sunda dan masuk wilaya Provinsi Lampung ini terlihat berwarna kehijauan, membuat warna itu jadi kontras. Dengan warna laut Selat Sundah yang biru jernih. Di tepian Pulau ditumbuhi pohon-pohon pinus yang hijau dan subur.
“Kita disana sempat berenang dan Snorkeling di bawah Gunung Krakatau. Untungnya saat itu aktifitas vulkanik lagi tidak aktif. Kalau tiba-tiba meledak, kita bisa saja kejatuhan batu-batu api,” Wandi menuturkan pengalamannya.
Di Pulau Rakata, mereka mendirikan tenda untuk menginap satu malam. Selain itu secara kebetulan beberapa turis asing pun berada disana namun jaraknya cukup jauh dari perkemahan.
“Pemandangan malam hari jauh lebih indah. Kita bisa melihat semburan lava pijar yang bercahaya merah dari puncak Krakatau. Mirip dengan kembang api,” kata Wadi yang tak hendi-hentinya mengagumi keindahan alam.
Di pulau ini pula terdapat beberapa satwa, seperti Biyawak dan Kepiting, serta kunang-kunang yang cukup banyak. “Saya ingat guyonan si Bule, katanya, kalau saja seribu kunang-kunang dikupulkan, bisa menghidupkan satu kota,” kata Wandi sambil ketawa.
Keesokan harinya mereka pun mendaki gunung Krakatau hingga mendekati kawah. Namun mereka tidak bisa terus mendekat karena sudah ada pembatas dalam bentuk patok-patok. Mendekati kawah memang beresiko, jika sewaktu-waktu kawah menyemburkan lava bisa-bisa kejatuhan dan terbakar.
Saat mereka akan kembali ke Pantai Carita, satu sifat yang patut di contoh dari si Bule adalah yang menjaga kebersihan. “Bule itu orangnya bersih. Sebelum pulang munguti sampah-sampah dulu.” Wandi menambahkan, saking rajinnya tehadap kebersihan, sampai-sampai membuang satu batang korek api saja bingung harus buang kemana. Akhirnya si Bule menyimpan lagi ke kotak pembungkus. Bukan itu saja, di saku celananya saja banyak bungkus permen dan tisu yang disimpannya.
UJUNG KULON
“Sebenarnya kalau tujuan ke Ujung Kulon sendiri Alberto tidak merencanakannya. Tapi karena ada si Boy yang ditemuinya di Krakatau, akhirnya tertarik juga untuk mengunjungi Ujung Kulon,” kata Wandi.
Perjalanan ke Ujung Kulon dari Pantai Carita ditempuh dengan mengendarai motor. Perjalanan yang ditempuh cukup lama karena Alberto yang gemar fotografi suka mintak berhenti sejanak untuk mengambil beberapa objek foto yang diabadikan oleh kamera digitalnya.
“Alberto bisa aja mengambil anggel foto yang bagus. Seperti pemandangan di kampung Panimbang, sawah, pohon-pohon, orang disawa, sampai anak-anak yang berenang di sungai,” kata Wandi.
Sesampainya di Ujung Kulon sempat pula tracking keliling kampung, sawah, hutan sekitar, melihat monyet merah dan sempat pula mengujungi air terjun dan michusuar di Labuan.
Sebelum sampai ke Taman Nasional Ujung Kulon, wajib mengisi buku tamu pengunjung di pantai Tanjung Lesung. Gunanya untuk mengontrol dan mengetahui asal keberadaan para pengunjung jika terjadi sesuatu, seperti hilang atau kecelakaan. Barulah ketika senja mereka berangkat menuju Taman Nasional Ujung Kulon yang merupakan habitat kelangsungan hidup satwa langka badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dengan berlayar menggunakan perhu menuju Pulau Peucang selama satu jam. Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.
“Esok harinya, kita ingin melihat Badak dengan menggunakan perahu kano menyusuri sungai-suangai. Karena jika perjalanan darat membuat berisik dan Badak pergi duluan,” kata Wandi. Namun sangat disayangkan pencarian Badak hanya menemukan jejak kakinya saja yang masi hangat. Sepertinya seekor Badak baru saja pergi beberapa menit sebelum Wandi dan Alberto datang. Binatang lain yang bisa di jumpai seperti ular sanca, kerah, rusa, burung-burung, biyawak, dan masi banyak satwa lainnya.
Setelah itu waktu meraka habiskan lagi untuk berenang, Snorkeling, naik kano hingga akhirnya mereka kembali lagi ke Pantai Tanjung Lesung yang indah.
RUMAH WADI
Setelah menghabiskan waktu untuk menjelajahi tempat wisata, perjalanan kembali pulang menuju rumah kontrakan Wadi di Jl. Paus Kavling Blok C, Citangkil, Kota Cilegon, tentu saja perjalanan masih mengendarai motor ojek Wadi. Tujuanya karena Alberto ingin mengenal dekat Wandi serta keluarganya.
“Saya gak tega kalau Alberto terus-terusan membonceng di motor saya. Kelihatannnya capek. Pas sampai di Anyer, Alberto kemudian naik angkot. Saya mengikuti di belakang hingga sampai di depan Gedung DPRD Cilegon. Dari sana kemudian Albero naik motor saya lagi sampai rumah,” kata Wandi ketika menceritakan perjalanan pulangnya.
Kedatangan seorang Bule menarik perhatian untuk warga Kavling. Banyak yang datang melihat dan bertanya-tanya.
“Saya ajak Alberto keliling Cilegon, mulai dari rumah orang tua, mertua, mall dan ramayana.”
Pas malamnya, di rumah Wandi mengadakan makan bersama seluruh anggota keluarga Wandi. Menu favorit Alberto adalah sayur kangkung. “Sebelum Alberto makan, biasanya ia bertanya dulu, apakah baik atau tidak. Pas di Labuan, saya sarankan Alberto makan sayur kangkung yang berkasiat bikin sehat di badan dan enak tidur,” kata Wandi. Mulai dari sanalah Alberto suka makan sayur kangkung.
“Sempat juga Alberto dipijit oleh istri saya. Kebetulan istri saya juga bisa mijit. Alberto juga dikerik, meski awalnya takut infeksi. Saya bilang saja itu obat tradisional,” kata Wandi.
MENUJU BANDARA
Setelah 2 minggu di Indonesia, Alberto harus kembali lagi ke negara asalnya. Namun ia berencana akan datang lagi pada bulan sepertember 2010 bersama istri dan anaknya.
Perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta memiliki cerita tersendiri dengan mengendarai sepeda motor. Wandi mengaku tidak tahu jalan menuju Bandara. Ia pun tak malu-malu untuk bertanya. Padahal Alberto khawatir jika tidak sampai tepat waktu. Jam 6 petang Alberto harus sampai ke Bandara.
“Alhamdulillah akhirnya sampai juga ke Bandara dengan menempuh waktu perjalanan selama tiga jam, itu pun dengan kecepatan ekstra.”
Kebersamaan bersama Alberto mengukir kisah yang abadi hingga terbentuklah persahabatan antara Turis dan Guide. Wandi terharu dengan pesan Alberto, “Untuk menjadi suami yang baik, bertanggung jawab, dan mencari rezeki yang bersih dan hallal.” (Rama)




December 11th, 2009 at 10:19 am
Wui, Bolehlah ceritanya nemu nemu dimana nih? ihnihihi…
December 11th, 2009 at 4:29 pm
secara kebetulan minggu kemaren di anyer. sebenaernya lagi stres gara2 pata hati. ketemulah sama wandi terus ngobrol. akhirnya jadilah
December 19th, 2009 at 7:51 am
terharu nih…..
suka bgt sm cerita2 pengalaman ky gini,nangis sdr kadang baca atw denger nya….
apalg kata2 di akhir nya,
nyentuh bgt…
December 25th, 2009 at 7:19 pm
boleh nih ke krakatau dan ujung kulon……….saya tertarik untuk mengunjungi
ada nomor yang bisa di hubungi, mungkin wartawan yang meliput tahu nomornya?
December 27th, 2009 at 7:31 am
Coba kontak wartawan kami, rama rahmat di 085958215606. semoga pikniknya lancar ya.
December 28th, 2009 at 12:52 pm
nomor hp Herwandi 087871912528. wandi bisa mengantarkan anda ke tempat tujuan….
December 30th, 2009 at 1:19 pm
Terimakasih atas kunjungan Alberto yg menyempatkan datang d sekretariat Ikatan Scooter Cilegon (jom masjid). Kebetulan wandi rekan para scooteist. Yg mangkal d depan sekretariat. Dan sebelumnya Mr Yohan (germany) juga pernah d ajak mampir k sekretariat & menyempat kan hadir d acara motor tua (old nails) & secara kebetulan Mr Yohan juga penggemar motor tua dr jerman. thanks to All tourist yg datng k negara indonesia, dgn sopan, santun & selalu menjaga kebersihan lingkungan negeri kita yg tercinta. For wandi Mari kibarkan bendera merah putih k dunia & junjung tinggi persaudaraan..!!
Go green, keep clean
December 30th, 2009 at 2:06 pm
bravo temanku….MR. Lay alias wandi….sukses terus bro….oya buat yang mau jalan ke daerah ujungkulon dan sekitarnya silahkan contact wandi…dijamin liburan anda berkesan karna selain dia tau banyak tempat2 keren di daerah kulon dia juga tidak pernah mengeluh….bravo wandi….
December 31st, 2009 at 6:17 pm
hebat mr wandi ajak dong saya aji situkang ojek
tea yang mangkal dipangkalan kue basah. kalau ada kesempatan contact saya oke.
December 31st, 2009 at 6:56 pm
saya bangga pada teman saya, yang namanya wandi
bisa jadi guide turist maju terus wan bravo tukang ojek cilegon saya dukung usaha mu by aji
ojek pangkalan kue basah.
February 24th, 2010 at 8:59 pm
saya suka tuh cerita di pas ujung kulon nya seperti memasuki dunia penuh petualangan seru seperti reality show di barat sono tuh SURVIVED .saya hoby traking juga kayak si bule itu teman nya si tukang ojek itu maaauu seh!!!!!
March 1st, 2010 at 11:35 pm
gokil ya anak cilegon, tukang iejk jadi guide bule
March 3rd, 2010 at 1:01 pm
dy kbtulan mangkalnya deket ma gw mangkal gw mangkal jualan &dy langganan makan siomay gw
March 3rd, 2010 at 1:03 pm
mju terus browww jdkn indonesia sbgai tnpt kunjungan wisata dunia
March 11th, 2010 at 10:28 am
pengen ke karakatau jadinya
March 15th, 2010 at 7:04 pm
salah satu tukang yang beruntung bisa holiday tanpa modal banyak,,,,,,,,
March 25th, 2010 at 10:58 am
kang kpan2 ntar klo bulenya dtang lgi jak2 sya ya!! hehehe lumayan nambah pengalaman
April 13th, 2010 at 8:21 pm
andai saja ke karakatau tidak mahal
April 18th, 2010 at 9:34 pm
buat kang firdaus dan yang lainnya,ke krakatoa dan ujung kulon tidak mahal kok,ada special price.saya punya link/teman,koneksi.anda puas,kami bahagia.hubungi sya oke!!
April 25th, 2010 at 12:31 am
ke krakatoa tidak mahal.
May 3rd, 2010 at 7:08 pm
wiih…
tukang ojeg gaul nih…
hahahaii…
May 17th, 2010 at 9:46 pm
weeh asyik nieh. . .
gokilz abiz mau donk ikd ky si wandi tukang ojek. . .
kbntulan dia mangkal d smancil cuy. . .
hahahhahahahaqq. . .
May 31st, 2010 at 2:46 pm
Mantap,.lumayan jalan2 kliling clgon,syp tw nnti bsa kliling indonsia..
June 1st, 2010 at 8:26 pm
POSITIVE THINKINGS,,,KEEP SMILE..GO GREEN KEEP CLEAN…PEACE FOREVER!!!!,,,,!!..!!.AKU KANGEN SAMA SAYANG NENEK DAN KAKEK SAJA
June 13th, 2010 at 9:35 pm
Pak Wandi?? itu mah Langganan Warnet VALESKA.. Jl Temu Putih, Cilegon nie.
Hebat jg bisa Jadi Guide pake Motor nya yang setia,,,
Kebetulan saya yang sering jaga warnetnya,