DARI KOLEKTOR REKENING LISTRIK, KINI BUKA DI RUMAHNYA

advert

Kolektor PLNDARI KOLEKTOR REKENING LISTRIK, KINI BUKA SENDIRI

Berawal dari niat baik dan ikhlas untuk menolong sesama manusia dalam berbagai urusan. Kini gilirannya mendapatkan kemudahan, hasil dari upaya  kebaikan-kebaikan yang ia  tanam.  Demikianlah kira-kira yang dilakukan oleh Karuji, pria yang berusia 41 tahun, Kampung Silegedug, Desa Sasahan Kecamatan Waringinkurung-Serang. Ia diamanahi alat untuk mengelola pelayanan listrik secara kolektif oleh PT. Flash Mobile melalui Putra Jamas Kolektor di rumahnya. Yang diberikan langsung oleh Bpk. Mastur, S.E Bojonegara. Yang sebelumnya dari tahun 1994 hingga Nopember 2009 kemaren bekerjasama dengan KUD Kecamatan Waringinkurung yang melayani jasa pelayanan rekening listrik. Bagaimana suka dukanya menjadi kolektor listrik, berikut ini wartawan www.rumahdunia.com, Rahmat Heldy HS  berhasil mewawancarainya.

Apa yang melatar-belakangi Anda menjadi kolektor rekening listrik?

Bermula dari sulitnya membayar rekening listrik masyarakat, di Kampung Silegedug dan Sibale Desa Sasahan. Yang jarak tempuhnya dengan kantor KUD kecamatan Waringinkurung yang melayani jasa pembayaran rekening listrik lumayan jauh. Akhirnya, saya berinisiatif untuk mengkolektif pembayaran rekening listrik di kampung.

Dari sejak kapan menekuni profesi ini?

Dari sejak tahun 1994 hingga sekarang, walaupun pada perjalanannya kadang bergiliran. Tetapi sekarang kolektif pembayaran listrik khusus di kampung saya sendiri, dan Desa Sasahan pada umumnya.

Apa yang menjadi kendala?

Hal ini tentu tidak lepas dari persoalan dan kendala yang terjadi di lapangan. Terkadang masyarakat tidak mengerti akan mekanisme pembayaran rekening listrik. Misalnya saja mereka (masyarakat), membayar rekening listrik ba’da maghrib. Padahal jam maghrib semua jasa pelayanan listrik tutup. Hal ini saya maklumi karena memang mereka (masyarakat), tidak mengerti, akhirnya kita harus mampu memberikan pengarahan dan pemahaman. Kenapa mereka datangnya maghrib, karena kalau pagi mereka semua bekerja.

Bagaimana Sikap KUD, sebelum Anda diamanahi alat oleh PT. Flash Mobile?

KUD Waringinkurung merasa terbantu. Sebab, mereka (masyarakat) tidak pusing-pusing antre di kantor KUD, dan tidak memakan biaya ongkos yang banyak. Walaupun kadang terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan juga, seperti halnya, kalau kolektor-kolektor listrik di kota, Serang misalnya, kolektor mendapatkan tempat dan pelayanan yang baik, biasanya mereka (kolektor) didahulukan. Tetapi di KUD Kecamatan Waringinkurung, malah dianggap mengganggu, maka biasanya dilayaninya terakhir, ketika orang perorangan selesai.

Bagaimana Anda mendapatkan uang jasa?

Karena saya menangani kolektor listrik bukan orang-perorangan, melainkan juga punya masjid dan musholla. Ada dua macam penghasilan kolektor

Pertama,  Dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) memungut pembayaran rekening listrik untuk disetorkan pada pihak PLN dengan uang jasa pertahun. Keuntungan sebagian untuk masjid, juga diberikan pada saya. Yang kedua, Dengan transparan saya menyodorkan keinginan pribadi, bagaimana mekanisme upah yang saya dapatkan. Lalu masyarakat ngeriung (kumpul) membahas untuk membahas hal itu. Ya, minimalnya sepertiga ongkos bolak-balik Sasahan-Waringinkurung lah…,

Akhirnya keputusannya?

Dari masjid Baitul Mu’minin kisarannya Rp. 1300/lembar rekening listrik. Musholla Nurul Huda berkisar Rp. 1500-an. Dan masyarakat yang minat sendiri uang jasanya Rp. 2000-an

Sudah berapa konsumennya?

197 orang

Berapa kisaran setoran ke PLN?

Perbulan berkisar Rp. 8 juta-an

Hal apa saja yang Anda lakukan agar masyarakat percaya?

Semasa saya menjadi kolektor, sayalah yang paling lama, dibandingkan dengan yang lainnya. Untuk kenyamanan dan kepercayaan konsumen, biasanya saya memberikan tanda bukti / kwitansi pembayaran, dengan nama kwitansi Subulussalam. Dengan harapan nama itu, adalah sebuah do’a yang artinya (jalan menuju keselamatan)

Selain bergerak di bidang rekening listrik, Subulussalam bergerak dibidang apa lagi?

Pendidikan, dakwah, dan Baca Tulis Alqur’an (BTA)

Bagimana jaringan Flash Mobil mengingat daerah Sasahan berbukit-bukti?

Alhamdulilah lancar, dengan menggunakan jaringan indosat  (Rahel)

Share

2 Responses to “DARI KOLEKTOR REKENING LISTRIK, KINI BUKA DI RUMAHNYA”

  1. Harir Baldan Says:

    Kini kampung ular itu sudah dirambahi jaringan internet. sukses Rahel!

  2. hendra pratama Says:

    dari tahun 1994!!!
    Semangat konsistensi dan kejujuran yang akhirnya akan ‘dibayar’ dengan kesuksesan.
    Selamat pak Rahmat…

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010