DARI KOLEKTOR REKENING LISTRIK, KINI BUKA DI RUMAHNYA
Gola Gong | Jawara | December 11th, 2009 | 2 Comments »
DARI KOLEKTOR REKENING LISTRIK, KINI BUKA SENDIRI
Berawal dari niat baik dan ikhlas untuk menolong sesama manusia dalam berbagai urusan. Kini gilirannya mendapatkan kemudahan, hasil dari upaya kebaikan-kebaikan yang ia tanam. Demikianlah kira-kira yang dilakukan oleh Karuji, pria yang berusia 41 tahun, Kampung Silegedug, Desa Sasahan Kecamatan Waringinkurung-Serang. Ia diamanahi alat untuk mengelola pelayanan listrik secara kolektif oleh PT. Flash Mobile melalui Putra Jamas Kolektor di rumahnya. Yang diberikan langsung oleh Bpk. Mastur, S.E Bojonegara. Yang sebelumnya dari tahun 1994 hingga Nopember 2009 kemaren bekerjasama dengan KUD Kecamatan Waringinkurung yang melayani jasa pelayanan rekening listrik. Bagaimana suka dukanya menjadi kolektor listrik, berikut ini wartawan www.rumahdunia.com, Rahmat Heldy HS berhasil mewawancarainya.
Apa yang melatar-belakangi Anda menjadi kolektor rekening listrik?
Bermula dari sulitnya membayar rekening listrik masyarakat, di Kampung Silegedug dan Sibale Desa Sasahan. Yang jarak tempuhnya dengan kantor KUD kecamatan Waringinkurung yang melayani jasa pembayaran rekening listrik lumayan jauh. Akhirnya, saya berinisiatif untuk mengkolektif pembayaran rekening listrik di kampung.
Dari sejak kapan menekuni profesi ini?
Dari sejak tahun 1994 hingga sekarang, walaupun pada perjalanannya kadang bergiliran. Tetapi sekarang kolektif pembayaran listrik khusus di kampung saya sendiri, dan Desa Sasahan pada umumnya.
Apa yang menjadi kendala?
Hal ini tentu tidak lepas dari persoalan dan kendala yang terjadi di lapangan. Terkadang masyarakat tidak mengerti akan mekanisme pembayaran rekening listrik. Misalnya saja mereka (masyarakat), membayar rekening listrik ba’da maghrib. Padahal jam maghrib semua jasa pelayanan listrik tutup. Hal ini saya maklumi karena memang mereka (masyarakat), tidak mengerti, akhirnya kita harus mampu memberikan pengarahan dan pemahaman. Kenapa mereka datangnya maghrib, karena kalau pagi mereka semua bekerja.
Bagaimana Sikap KUD, sebelum Anda diamanahi alat oleh PT. Flash Mobile?
KUD Waringinkurung merasa terbantu. Sebab, mereka (masyarakat) tidak pusing-pusing antre di kantor KUD, dan tidak memakan biaya ongkos yang banyak. Walaupun kadang terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan juga, seperti halnya, kalau kolektor-kolektor listrik di kota, Serang misalnya, kolektor mendapatkan tempat dan pelayanan yang baik, biasanya mereka (kolektor) didahulukan. Tetapi di KUD Kecamatan Waringinkurung, malah dianggap mengganggu, maka biasanya dilayaninya terakhir, ketika orang perorangan selesai.
Bagaimana Anda mendapatkan uang jasa?
Karena saya menangani kolektor listrik bukan orang-perorangan, melainkan juga punya masjid dan musholla. Ada dua macam penghasilan kolektor
Pertama, Dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) memungut pembayaran rekening listrik untuk disetorkan pada pihak PLN dengan uang jasa pertahun. Keuntungan sebagian untuk masjid, juga diberikan pada saya. Yang kedua, Dengan transparan saya menyodorkan keinginan pribadi, bagaimana mekanisme upah yang saya dapatkan. Lalu masyarakat ngeriung (kumpul) membahas untuk membahas hal itu. Ya, minimalnya sepertiga ongkos bolak-balik Sasahan-Waringinkurung lah…,
Akhirnya keputusannya?
Dari masjid Baitul Mu’minin kisarannya Rp. 1300/lembar rekening listrik. Musholla Nurul Huda berkisar Rp. 1500-an. Dan masyarakat yang minat sendiri uang jasanya Rp. 2000-an
Sudah berapa konsumennya?
197 orang
Berapa kisaran setoran ke PLN?
Perbulan berkisar Rp. 8 juta-an
Hal apa saja yang Anda lakukan agar masyarakat percaya?
Semasa saya menjadi kolektor, sayalah yang paling lama, dibandingkan dengan yang lainnya. Untuk kenyamanan dan kepercayaan konsumen, biasanya saya memberikan tanda bukti / kwitansi pembayaran, dengan nama kwitansi Subulussalam. Dengan harapan nama itu, adalah sebuah do’a yang artinya (jalan menuju keselamatan)
Selain bergerak di bidang rekening listrik, Subulussalam bergerak dibidang apa lagi?
Pendidikan, dakwah, dan Baca Tulis Alqur’an (BTA)
Bagimana jaringan Flash Mobil mengingat daerah Sasahan berbukit-bukti?
Alhamdulilah lancar, dengan menggunakan jaringan indosat (Rahel)




December 11th, 2009 at 10:44 am
Kini kampung ular itu sudah dirambahi jaringan internet. sukses Rahel!
December 11th, 2009 at 3:16 pm
dari tahun 1994!!!
Semangat konsistensi dan kejujuran yang akhirnya akan ‘dibayar’ dengan kesuksesan.
Selamat pak Rahmat…