CAMAT TIDAK HADIRI PTBI
langlang | Warta Banten | December 6th, 2009 | No Comments »

Panitia menjelaskan sosialisasi
WARINGINKURUNG-Serang – Geliat perubahan menuju ke arah perubahan dan perbaikan dalam sejumlah pemikiran dan tindakan terus diupayakan di Wilayah Kecamatan Waringinkurung. Atas ketertinggalan yang telah terjadi inilah, membuat sejumlah para pemuda untuk dapat bahu-membahu mengisi momen sekecil apapun untuk dapat bermanfat bagi masyarakatnya. Maka tak heran, sejumlah organisasi kepemudaan se-Kecamtan Waringinkurung pada Sabtu (05/12) menggelar sosialisasi Peringatan Tahun Baru Islam (PTBI) 1431 H. di Ruang Aula Kecamtan Waringinkurung. Acara yang dimulai dari pukul 08.30 s/d 12.00. WIB menggelar agenda sosialisasi yang mengundang para tokoh diantaranya. Dalam kesempatan itu, hadir MUI Kecamatan Waringinkurung, LPTQ, Gerkan Mahasiwa Waringin Kurung (Gemawa), UPTD, Puskesmas, PGRI, Bazda, dan Lembaga Pendidikan.
Nadifi, ketua kegiatan Peringatan Tahun Baru Islam, menuturkan, semua ini didakan dalam rangka membantu masyarakat Waringinkurung dan pelestarian budaya Islam. “Kegiatan ini akan diisi dengan Sunatan masal sebanyak 30 anak dari sebelas desa di Kecamatan Waringinkurung, pengobatan gratis sebanyak 200 orang. Dan kegiatan perlombaan pidato bahasa Jawa bagi anak TK dan SD sederajat,” ujar Nafidi. “Sementara untuk bapak-bapaknya diadakan kegiatan Marhaban,” imbuhnya.

Peserta nampak antusias mendengar pemaparan
Kegiatan yang santai ini mengangkat tema ‘Awali Tahun Baru Islam dengan Silaturahim dan Pelestarian Budaya Islam’, akan berlangsung selama 2 hari, yakni dari 18 dan 19 Desember 2009. Sementara itu untuk semua pendanaan dari kegiatan tersebut, Indosat siap mendanai 100 % sebagai sponsor tunggal.
Dalam kesempatan itu juga, Awi Salwi, pimpinan pondok pesantren Nurul Muhtadin, mengusulkan agar kegiatan tersebut bisa terus berjalan di masa-masa yang akan datang “Kegiatan Tahun Baru Islam ini diharapkan sebagai salah satu bentuk penyeimbang kegiatan tahun baru nasional yang penuh maksiat, jadi Insyaalah saya siap mendukung,” katanya.
Dukungan kegiatan Peringatan Tahun Baru Islam ini juga muncul dari LPTQ, Puskesmas, dan dari seluruh peserta yang hadir. Tak ketinggalan dari Ketua Yayaysan Al Irsyad Banten, Bukhari Arsyad.
Namun, terjadi sedikit perdebatan yang cukup serius dan memakan waktu, terkait beberapa usulan dari audiens yang meminta agar sunatan massal itu pesertanya ditambah 3 orang lagi, demi memenuhi rasa keadilan dari sebelas desa yang ada. Jadi, totalnya berjumlah 33 orang. Namun dari pihak panitia, permintaan itu masih dipertimbangkan, mengingat surat edarannya sudah dikirim keseluruh desa di Kecamatan Waringinkurung. Panitia juga sudah merancang puncak acaranya kegiatan ini akan dihadiri Bupati Serang, Taufik Nuriman.
Tapi cukup disayangkan, dalam geliat perubahan yang terjadi di wilayah Kecamatan Waringinkurung dalam sosialisasi tersebut tidak dihadiri oleh Camat Waringinkurung, padahal sejumlah saran dan masukannya sangat diharapkan oleh seluruh peserta. Sementara menurut Mawardi, yang mewakili dari pihak kecamatan “Dukungan Pak Camat hanya menugaskan pada saya, sementara alasannya ia tidak bisa hadir, saya tidak tahu,” jawab Mawardi. [Rahel]
KETIKA CARREFOUR HADIR DI KOTAKU

