CAMAT TIDAK HADIRI PTBI

Panitia menjelaskan sosialisasi

Panitia menjelaskan sosialisasi

WARINGINKURUNG-Serang – Geliat perubahan menuju ke arah perubahan dan perbaikan dalam sejumlah pemikiran dan tindakan terus diupayakan di Wilayah Kecamatan Waringinkurung. Atas ketertinggalan yang telah terjadi inilah, membuat sejumlah para pemuda untuk dapat bahu-membahu mengisi momen sekecil apapun untuk dapat bermanfat bagi masyarakatnya. Maka tak heran, sejumlah organisasi kepemudaan se-Kecamtan Waringinkurung pada Sabtu (05/12) menggelar sosialisasi Peringatan Tahun Baru Islam (PTBI) 1431 H. di Ruang Aula Kecamtan Waringinkurung. Acara yang dimulai dari pukul 08.30 s/d 12.00. WIB menggelar agenda sosialisasi yang mengundang para tokoh diantaranya. Dalam kesempatan itu, hadir MUI Kecamatan Waringinkurung, LPTQ, Gerkan Mahasiwa Waringin Kurung (Gemawa), UPTD, Puskesmas, PGRI, Bazda, dan Lembaga Pendidikan.

Nadifi, ketua kegiatan Peringatan Tahun Baru Islam, menuturkan, semua ini didakan dalam rangka membantu masyarakat Waringinkurung dan pelestarian budaya Islam. “Kegiatan ini akan diisi dengan Sunatan masal sebanyak 30 anak dari sebelas desa di Kecamatan Waringinkurung, pengobatan gratis sebanyak 200 orang. Dan kegiatan perlombaan pidato bahasa Jawa  bagi anak TK dan SD  sederajat,” ujar Nafidi. “Sementara untuk bapak-bapaknya diadakan kegiatan Marhaban,” imbuhnya.

Peserta nampak antusias mendengar pemaparan

Peserta nampak antusias mendengar pemaparan

Kegiatan yang santai ini mengangkat tema ‘Awali Tahun Baru Islam dengan Silaturahim dan Pelestarian Budaya Islam’, akan berlangsung selama 2 hari, yakni dari 18 dan 19 Desember 2009. Sementara itu untuk semua pendanaan dari kegiatan tersebut, Indosat siap mendanai 100 % sebagai sponsor tunggal.

Dalam kesempatan itu juga, Awi Salwi, pimpinan pondok pesantren Nurul Muhtadin, mengusulkan agar kegiatan tersebut bisa terus berjalan di masa-masa yang akan datang “Kegiatan Tahun Baru Islam ini diharapkan sebagai salah satu bentuk penyeimbang kegiatan tahun baru nasional yang penuh maksiat, jadi Insyaalah saya siap mendukung,” katanya.

Dukungan kegiatan Peringatan Tahun Baru Islam ini juga muncul dari LPTQ, Puskesmas, dan dari seluruh peserta yang hadir. Tak ketinggalan dari Ketua Yayaysan Al Irsyad Banten, Bukhari Arsyad.

Namun, terjadi sedikit perdebatan yang cukup serius dan memakan waktu, terkait beberapa usulan dari audiens yang meminta agar sunatan massal itu pesertanya ditambah 3 orang lagi, demi memenuhi rasa keadilan dari sebelas desa yang ada. Jadi, totalnya berjumlah 33 orang. Namun dari pihak panitia,  permintaan itu masih dipertimbangkan, mengingat surat edarannya sudah dikirim keseluruh desa di Kecamatan Waringinkurung. Panitia juga sudah merancang puncak acaranya kegiatan ini akan dihadiri Bupati Serang, Taufik Nuriman.

Tapi cukup disayangkan, dalam geliat perubahan yang terjadi di wilayah Kecamatan Waringinkurung dalam sosialisasi tersebut tidak dihadiri oleh Camat Waringinkurung, padahal sejumlah saran dan masukannya sangat diharapkan oleh seluruh peserta. Sementara menurut Mawardi, yang mewakili dari pihak kecamatan “Dukungan Pak Camat hanya menugaskan pada saya, sementara alasannya ia tidak bisa hadir,  saya tidak tahu,” jawab Mawardi. [Rahel]

KETIKA CARREFOUR HADIR DI KOTAKU

sulaiman djayaKETIKA CARREFOUR HADIR DI KOTAKU

Oleh Sulaiman Djaya*

Ketika kita mendengar nama Carrefour, serentak yang hadir dalam benak dan bayangan kita adalah sebuah tempat yang menyediakan apa saja yang kita butuhkan, bahkan yang tidak kita butuhkan, di mana ia menjanjikan kenyamanan dan rekreasi pada saat bersamaan. lanjutkan membaca »

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010