PKL KEMBALI DITERTIBKAN

advert

pasarSERANG, Muhzen Den—Meski sudah diperingatkan berapa hari yang lalu, tapi tetap saja pedagang kaki lima (PKL) di pasar induk Rau, Kota Serang, masih menggelar dagangannya di sepanjang trotoar dan pelataran parkir pasar. Dengan sangat terpaksa petugas gabungan dari Pol PP, TNI dan keamanan pasar, melakukan pembongkaran terhadap lapak pedagang kaki lima pada Senin (30/11).

Pembongkaran paksa tersebut dilakukan mengingat masih banyaknya pedagang kaki lima yang kembali mangkal berjualan di pinggir-pinggir trotoar pasar, sehingga hal itu mengganggu arus lalu lintas keluar masuk kendaraan serta mempersempit lapangan parkir.

Sejumlah lapak pedagang kaki lima yang ditinggalkan pemiliknya saat dilakukan penertiban atau pembongkaran, sebagian diangkut ke lantai 1 sesuai dengan tempat yang dianjurkan pemerintah Kota Serang. Sedangkan para pedagang yang ada di lokasi tampak pasrah ketika petugas membongkar paksa dan menyuruhnya pergi dari lokasi yang dilarang. Namun, tak sedikit pula pedagang kaki lima yang menolak pembongkaran tersebut dan mencoba bertahan.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Serang, Machfud menegaskan, “Pemerintah akan tetap melakukan penertiban terhadap pedagang selama mereka benar-benar menyadari aturan yang dibuat pemerintah untuk kepentingan mereka sendiri,” katanya dengan nada yakin akan apa yang sudah ia lakukan.

Namun, apa yang dituturkan oleh Uni salah satu pedagang pasar induk Rau dan sejumlah pedagang lainnya yang mengaku bahwa tempat berjualannya tidak melanggar batas yang ditentukan oleh pemerintah Kota Serang. Tetapi penertiban yang dilakukan petugas di nilai tidak adil dan cenderung pilih kasih. Kebijakan yang dibuat juga dianggap telah berpihak kepada golongan tertentu sehingga pedagang enggan mengindahkan himbauan untuk memindahkan lapak dagangannya. Mendapat pernyataan yang dilansir oleh sejumlah pedagang kaki lima, Kepada Dinas tidak memberi komentar yang apa-apa perihal anggapan ketidak-adilan tersebut. Kepala Dinas mengaku bahwa ia melakukan tugas sesuai kebijakan yang sudah dibuat.[]

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010