H. MAS SATOSO, SAMPAH JUGA CIPTAAN ALLAH

advert

H. Mas Santoto

H. Mas Santoto

SAMPAH JUGA CIPTAAN ALLAH

PERINGATAN!

Bahwa SAMPAH adalah:

[S]isa aktivitas manusia yang berserakan

[A]kan menjadi masalah kepada umat

[M]anusia yang berada di muka bumi dari

[P]erbuatan yang tidak manusia bila

[A]ktivitas manusia tidak bisa dibina secara

[H]irarki, tunggu kehancurannya.

Reza (5) terseok menyeret plastik sampah dari rumahnya. Sudah hampir dua bulan lebih, ia disuruh orangtuanya agar membuang sampah keluarga di Belko alias Bengkel Kompos setiap sore. Meski sedikit jauh dari rumah, namun Reza tak pernah menolak. “Soalnya, sampah di sini nggak bau,” ujar Reza polos.

SAMPAH

Selain Reza, masih banyak anak lainnya yang kini rutin membuang sampah di Belko yang digagas H. Mas Santoso, warga kampung Neglasari, Cipare, Serang. Bersama warga, laki-laki paruh baya ini berusaha mengubah budaya masyarakat yang membuang sampah sembarangan, dan menghargai limbah sebagai anugrah Allah. Santoso yakin, tak satu pun ciptaan Allah yang sia-sia dan tak bermanfaat, apalagi membahayakan mahluk-NYa.

Saat ini hidup manusia sudah dikepung penyakit. Kapan dan di mana pun selalu bergandengan dengan penyakit. Segala jenis makanan dikemas plastik berbahan kimia. Kita melahap makanan berikut penyakitnya. Selain itu, kita pun serumah dengan panyakit. Dari mulai ruang depan hingga dapur. Kursi dengan zat plisturnya, kompor dengan gasnya. Sayang, sedikit orang yang menyadari hal itu. Bahkan, sampah-sampahnya kemudian membahayakan orang lain dengan dibuang seenaknya. Jadilah, lingkaran penyakit itu semakin kompleks. Hal itulah yang kemudian membuat Suami dari Hj. Dedeh Wihaedah ini merasa prihatin. “Itukan indikasi masyarakat memang sudah tak saling peduli, secara tidak sadar kita sudah saling menyakiti,” papar laki-laki kelahiran Serang, 11 maret 1950 ini.

BELKO

Berawal dari hobinya membaca buku dan menelaah gejala lingkungan, membuat ketua RW 13 Neglasari hobi menganalis dampak lingkungan. Terutama masalah sampah. Saking hobinya, beberapa orang menyebutnya ahli fengshui gara-gara ia juga sedikit paham pengaruh tata letak bangunan. “Padahal dari sisi psikologis, tata ruang bangunan memang berpengaruh pada kerukunan rumah tangga. Hal itu dikarenakan manusia mempunyai sifat jenuh yang bisa menyulut emosi. Makanya dalam rumah tangga itu, harus selalu dilakukan inovasi-inovasi agar tetap harmonis dan tidak membosankan,” paparnya seraya tersenyum.

Bagi pensiunan Kabid Kebersihan di lingkunangan Dinas Pekerjaan Umum Serang ini, setiap kali ia membaca buku atau koran perihal sampah ia akan menyalinnya dengan tulisan tangan. Bahkan ia juga membuat definisi apa itu sampah agar orang mudah mengingatnya.

Kini, laki-laki dengan moto melangkahlah kamu sebelum waktu habis, ini sibuk membina Belko atau bengkel kompos di belakang rumahnya, dengan mengumpulkan sampah-sampah keluarga.”Namanya juga sampah keluarga, apa saja pasti ada. Beberapa kali juga ada kotoran manusia, dan yang menjijikan lainnya.”  Ujarnya. “Namun bahan-bahan menjijikan itu kita bakar. Setelah itu kita aduk pakai semen. Jadilah batako,” Imbuhnya.

Meski demikian, sambutan masyarakat sangatlah positif. Bahkan ibu-ibu juga urun rembug. Tahap awal adalah dengan memungut retribusi sebesar Rp.1.500 perminggu yang kemudian digunakan untuk operasional pembuatan kompos. “Selama ini, alhamdulillah selalu ada saldo dari hasil penjualan kompos. Jadi uang itu terus berputar. Bahkan para pengurus juga bisa mendapatkan rizk dari hasil mengolah sampah,” ungkapnya. Kini, untuk pemasaran kompos sendiri Belko sudah merasa kerepotan. Pasalnya, permintaan kompos warga sekitar cukup tinggi. Ditambah pesanan dari luar yang jumlahnya terkadang berton-ton. “Alhamdulillah, setelah dua bulan berjalan, Pemprov Banten menyumbang seperangkat mesin pencacah dan pengayak. Sehingga kami tidak terlalu kewalahan,” Ujar Santoso yang usut punya usut pada tahun 2005 mendapat surat panggilan dari luar negeri untuk penghargaan Honoris Kausa. “Saya lebih asik seperti ini saja. Suratnya masih saya simpan,” Ujarnya sambil tersenyum. [Langlang]

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010