H. MAS SATOSO, SAMPAH JUGA CIPTAAN ALLAH
langlang | Jawara | November 30th, 2009 | No Comments »

H. Mas Santoto
SAMPAH JUGA CIPTAAN ALLAH
PERINGATAN!
Bahwa SAMPAH adalah:
[S]isa aktivitas manusia yang berserakan
[A]kan menjadi masalah kepada umat
[M]anusia yang berada di muka bumi dari
[P]erbuatan yang tidak manusia bila
[A]ktivitas manusia tidak bisa dibina secara
[H]irarki, tunggu kehancurannya.
Reza (5) terseok menyeret plastik sampah dari rumahnya. Sudah hampir dua bulan lebih, ia disuruh orangtuanya agar membuang sampah keluarga di Belko alias Bengkel Kompos setiap sore. Meski sedikit jauh dari rumah, namun Reza tak pernah menolak. “Soalnya, sampah di sini nggak bau,” ujar Reza polos.
SAMPAH
Selain Reza, masih banyak anak lainnya yang kini rutin membuang sampah di Belko yang digagas H. Mas Santoso, warga kampung Neglasari, Cipare, Serang. Bersama warga, laki-laki paruh baya ini berusaha mengubah budaya masyarakat yang membuang sampah sembarangan, dan menghargai limbah sebagai anugrah Allah. Santoso yakin, tak satu pun ciptaan Allah yang sia-sia dan tak bermanfaat, apalagi membahayakan mahluk-NYa.
Saat ini hidup manusia sudah dikepung penyakit. Kapan dan di mana pun selalu bergandengan dengan penyakit. Segala jenis makanan dikemas plastik berbahan kimia. Kita melahap makanan berikut penyakitnya. Selain itu, kita pun serumah dengan panyakit. Dari mulai ruang depan hingga dapur. Kursi dengan zat plisturnya, kompor dengan gasnya. Sayang, sedikit orang yang menyadari hal itu. Bahkan, sampah-sampahnya kemudian membahayakan orang lain dengan dibuang seenaknya. Jadilah, lingkaran penyakit itu semakin kompleks. Hal itulah yang kemudian membuat Suami dari Hj. Dedeh Wihaedah ini merasa prihatin. “Itukan indikasi masyarakat memang sudah tak saling peduli, secara tidak sadar kita sudah saling menyakiti,” papar laki-laki kelahiran Serang, 11 maret 1950 ini.
BELKO
Berawal dari hobinya membaca buku dan menelaah gejala lingkungan, membuat ketua RW 13 Neglasari hobi menganalis dampak lingkungan. Terutama masalah sampah. Saking hobinya, beberapa orang menyebutnya ahli fengshui gara-gara ia juga sedikit paham pengaruh tata letak bangunan. “Padahal dari sisi psikologis, tata ruang bangunan memang berpengaruh pada kerukunan rumah tangga. Hal itu dikarenakan manusia mempunyai sifat jenuh yang bisa menyulut emosi. Makanya dalam rumah tangga itu, harus selalu dilakukan inovasi-inovasi agar tetap harmonis dan tidak membosankan,” paparnya seraya tersenyum.
Bagi pensiunan Kabid Kebersihan di lingkunangan Dinas Pekerjaan Umum Serang ini, setiap kali ia membaca buku atau koran perihal sampah ia akan menyalinnya dengan tulisan tangan. Bahkan ia juga membuat definisi apa itu sampah agar orang mudah mengingatnya.
Kini, laki-laki dengan moto melangkahlah kamu sebelum waktu habis, ini sibuk membina Belko atau bengkel kompos di belakang rumahnya, dengan mengumpulkan sampah-sampah keluarga.”Namanya juga sampah keluarga, apa saja pasti ada. Beberapa kali juga ada kotoran manusia, dan yang menjijikan lainnya.” Ujarnya. “Namun bahan-bahan menjijikan itu kita bakar. Setelah itu kita aduk pakai semen. Jadilah batako,” Imbuhnya.
Meski demikian, sambutan masyarakat sangatlah positif. Bahkan ibu-ibu juga urun rembug. Tahap awal adalah dengan memungut retribusi sebesar Rp.1.500 perminggu yang kemudian digunakan untuk operasional pembuatan kompos. “Selama ini, alhamdulillah selalu ada saldo dari hasil penjualan kompos. Jadi uang itu terus berputar. Bahkan para pengurus juga bisa mendapatkan rizk dari hasil mengolah sampah,” ungkapnya. Kini, untuk pemasaran kompos sendiri Belko sudah merasa kerepotan. Pasalnya, permintaan kompos warga sekitar cukup tinggi. Ditambah pesanan dari luar yang jumlahnya terkadang berton-ton. “Alhamdulillah, setelah dua bulan berjalan, Pemprov Banten menyumbang seperangkat mesin pencacah dan pengayak. Sehingga kami tidak terlalu kewalahan,” Ujar Santoso yang usut punya usut pada tahun 2005 mendapat surat panggilan dari luar negeri untuk penghargaan Honoris Kausa. “Saya lebih asik seperti ini saja. Suratnya masih saya simpan,” Ujarnya sambil tersenyum. [Langlang]




Leave a Reply