AGUS SAKHIB, PENDIRI YAYASAN PENYANDANG CACAT

advert

PENDIRI YAYASAN PENYANDANG CACAT

Aku adalah lelaki yang dilahirkan di Pamerayan, Serang, 64 tahun yang silam dengan kaki kiri buntung di bawah lutut. Tapi kekuranganku yang satu ini tak membuatku rendah diri. Saat aku masih kanak-kanak, aku tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan serba mandiri. Meski hanya memiliki satu kaki sempurna, aku juga bisa melakukan apa saja yang dapat dilakukan anak-anak normal lainnya. Seperti memanjat pohon kelapa, bersepeda dan bermacam kegiatannya lainnya. Aku selalu merasa bahwa aku tidak boleh kalah dengan anak-anak lainnya. Bahkan, aku cenderung ingin membuktikan kepada orang lain, bahwa aku juga mempunyai kemampuan yang sama. Hal inilah sepertinya yang mendorong aku bersemangat menempuh pendidikan yang pada saat itu orang Serang umumnya tidak peduli dengan yang namanya pendidikan.

Selulus Sekolah Rakyat (SR) pada tahun 64, aku kursus mengetik. Pada tahun 68 aku diterima bekerja sebagai Pegawai Bulanan (sekarang disebut CPNS) di Kantor Pendidikan Masyarakat (sekarang Dinas Pendidikan Kabupaten). Sambil bekerja, aku melanjutkan pendidikanku hingga lulus SMP dan SMA Muhammadiyah pada tahun 1971.

MENDIRIKAN YAYASAN

Pada saat aku pensiun di tahun 2002, aku jadi kebingungan karena tak tahu apa yang harus dilakukan. Di saat kebingungan itulah aku jadi teringat kepada orang lain yang sama-sama memiliki cacat tubuh sepertiku dan mungkin saja nasibnya tak seberuntung aku. Aku pun menjadi ingin berbuat sesuatu untuk mereka yang mempunyai kekurang seperti aku ini. Alhamdulilah, sepertinya Allah merestui keinginanku, aku dipertemukan dengan orang-orang cacat yang juga mempunyai keinginan sama sepertiku, yakni berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi para penyandang cacat lain.

Akhirnya, kami pun mendirikan yayasan yang kami beri nama Yayasan Penyandang Cacat Tubuh Banten yang bertempat di rumahku sendiri, iaitu di Penancangan Baru No 160 Serang. Di yayasan ini posisiku adalah ketua. Untuk menjaring anggota, kami mengundang dan mendatangai rumah para penyandang cacat yang berdomisili di wilayah Banten. Di ruang tamu rumahku yang seluas 4×6 meter persegi, kami menggunakannya untuk tempat pertemuan antar anggota dan pengurus. Selain untuk memberikan motifasi bagi para anggota penyandang cacat tubuh, kami juga memberikan berbagai keterampilan. Seperti menjahit, mencukur rambut, pijat dan keterampilan memperbaiki kendaraan bermotor. Kami berharap, dengan motifasi dan keterampilan yang kami berikan ini, para penyandang cacat dapat hidup mandiri dan percaya diri.

Kini pengurus plus anggota di Yayasan Penyandang Cacat Tubuh Banten berjumlah 76 orang. Cita-citaku dan teman-teman sesama penyandang cacat yang lain ialah, suatu saat nanti Yayasan Penyandang Cacat Tubuh Banten memiliki bangunan cukup untuk menampung para penyadang cacat selama mengikuti berbagai kegiatan. Semoga Allah mengabulkan. Amin. [RG Kedung Kaban].

Share

One Response to “AGUS SAKHIB, PENDIRI YAYASAN PENYANDANG CACAT”

  1. Ila jamilah Says:

    Assalammualaikum. Saya jg penyandang cacat, ingin bergabung, boleh g? Sepertinya saya tdk punya keahlian apa2. Tolong saya dunk pak. Makasih, wassalam

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010