AGUS SAKHIB, PENDIRI YAYASAN PENYANDANG CACAT
langlang | Jawara | November 30th, 2009 | 1 Comment »
PENDIRI YAYASAN PENYANDANG CACAT
Aku adalah lelaki yang dilahirkan di Pamerayan, Serang, 64 tahun yang silam dengan kaki kiri buntung di bawah lutut. Tapi kekuranganku yang satu ini tak membuatku rendah diri. Saat aku masih kanak-kanak, aku tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan serba mandiri. Meski hanya memiliki satu kaki sempurna, aku juga bisa melakukan apa saja yang dapat dilakukan anak-anak normal lainnya. Seperti memanjat pohon kelapa, bersepeda dan bermacam kegiatannya lainnya. Aku selalu merasa bahwa aku tidak boleh kalah dengan anak-anak lainnya. Bahkan, aku cenderung ingin membuktikan kepada orang lain, bahwa aku juga mempunyai kemampuan yang sama. Hal inilah sepertinya yang mendorong aku bersemangat menempuh pendidikan yang pada saat itu orang Serang umumnya tidak peduli dengan yang namanya pendidikan.
Selulus Sekolah Rakyat (SR) pada tahun 64, aku kursus mengetik. Pada tahun 68 aku diterima bekerja sebagai Pegawai Bulanan (sekarang disebut CPNS) di Kantor Pendidikan Masyarakat (sekarang Dinas Pendidikan Kabupaten). Sambil bekerja, aku melanjutkan pendidikanku hingga lulus SMP dan SMA Muhammadiyah pada tahun 1971.
MENDIRIKAN YAYASAN
Pada saat aku pensiun di tahun 2002, aku jadi kebingungan karena tak tahu apa yang harus dilakukan. Di saat kebingungan itulah aku jadi teringat kepada orang lain yang sama-sama memiliki cacat tubuh sepertiku dan mungkin saja nasibnya tak seberuntung aku. Aku pun menjadi ingin berbuat sesuatu untuk mereka yang mempunyai kekurang seperti aku ini. Alhamdulilah, sepertinya Allah merestui keinginanku, aku dipertemukan dengan orang-orang cacat yang juga mempunyai keinginan sama sepertiku, yakni berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi para penyandang cacat lain.
Akhirnya, kami pun mendirikan yayasan yang kami beri nama Yayasan Penyandang Cacat Tubuh Banten yang bertempat di rumahku sendiri, iaitu di Penancangan Baru No 160 Serang. Di yayasan ini posisiku adalah ketua. Untuk menjaring anggota, kami mengundang dan mendatangai rumah para penyandang cacat yang berdomisili di wilayah Banten. Di ruang tamu rumahku yang seluas 4×6 meter persegi, kami menggunakannya untuk tempat pertemuan antar anggota dan pengurus. Selain untuk memberikan motifasi bagi para anggota penyandang cacat tubuh, kami juga memberikan berbagai keterampilan. Seperti menjahit, mencukur rambut, pijat dan keterampilan memperbaiki kendaraan bermotor. Kami berharap, dengan motifasi dan keterampilan yang kami berikan ini, para penyandang cacat dapat hidup mandiri dan percaya diri.
Kini pengurus plus anggota di Yayasan Penyandang Cacat Tubuh Banten berjumlah 76 orang. Cita-citaku dan teman-teman sesama penyandang cacat yang lain ialah, suatu saat nanti Yayasan Penyandang Cacat Tubuh Banten memiliki bangunan cukup untuk menampung para penyadang cacat selama mengikuti berbagai kegiatan. Semoga Allah mengabulkan. Amin. [RG Kedung Kaban].




December 11th, 2009 at 1:54 am
Assalammualaikum. Saya jg penyandang cacat, ingin bergabung, boleh g? Sepertinya saya tdk punya keahlian apa2. Tolong saya dunk pak. Makasih, wassalam