WARGA BEREBUT DAGING KURBAN

advert

qurban 1

TANGERANG, Roy Goozly – Hari raya Idul Adha merupakan hari perayaan yang identik dengan penyembelihan hewan qurban, yang kemudian dibagi-bagikan terutama kepada kaum duafah, fakir miskin, orang-orang yang tidak mampu hingga tetangga terdekat. Hal tersebut terlihat ratusan warga miskin Tangerang yang rela berdesakan demi mendapatkan kantung plastik berisi daging kurban, Jum’at (27/11) di halaman parkir salah satu bank milik pemerintah setempat. Namun sebagian warga miskin harus gigit jari lantaran tidak kebagian daging qurban yang disediakan oleh panitia. Warga telah mengantre dan rela berdesakkan sejak pukul 12 jumat siang demi mendapatkan satu kantung plastik berisi daging kurban.

Kebanyakan warga yang mengantre adalah ibu-ibu bahkan tak sedikit balita mereka diikutsertakan mengantre. Beruntung tidak ada korban dalam antrean warga. Pasalnya, pihak panitia telah menyiagakan sejumlah personel keamanan untuk mengatur antrean warga. Hanya dalam kurun waktu dua jam daging yang disediakan panitia telah habis. Sehingga sebagian warga harus gigit jari dan pulang dengan tangan hampa. Pasalnya, daging yang disediakan panitia tak mencukupi jumlah warga miskin yang datang. Nani, salah satu warga yang ikut berebut daging qurban mengatakan, “Lumayan buat persediaan lauk di rumah meski dapet sekantong juga.” katanya.

Meski demikian, sejumlah warga miskin terus berdatangan meskipun akhirnya mereka kembali ke rumah juga dengan tangan hampa. Setiap perayaan Idul Adha, bank milik pemerintah ini selalu membagikan ratusan daging kurban. Namun pada tahun ini jumlah warga miskin yang datang meningkat sehingga banyak warga yang tidak kebagian.[]

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010