KREATIFITAS SISWA MUTIARA BUNDA

advert

mutiaraCILEGON, Roy Goozly – Membuat film kini bukan hanya milik orang dewasa, dengan membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan peralatan serba canggih. Sekarang pembuatan film sudah bisa dilakukan oleh para siswa termasuk sekolah dasar. Namun, tentu siswa SD kelas saja hasil produksinya akan berbeda. Hal itu terbukti dari hasil kreatifitas 6 sekolah Yayasan Mutiara Bunda Kota Cilegon.

Sebagai bentuk kreatifitasnya puluhan siswa sekolah dasar dari Yayasan Mutiara Bunda Cilegon, Jum’at (27/11), berhasil membuat sebuah film semi drama. Meski dibuat dengan sederhana namun hasilnya cukup membanggakan bagi siswa seusia mereka. “Film ini menceritakan tentang penculikan. Seorang teman yang diculik oleh penjahat saat mereka sedang bermain bersama.” ujar Fairas Tsiqat, siswa kelas 6, salah satu tim pembuatan film tersebut. Lalu dengan ke kompakkan serta kecerdasan teman lainnya penculikan itu pun akhirnya bisa terbongkar.

Film berdurasi sekitar 30 menit ini hampir semuanya dikerjakan oleh para siswa-siswi sekolah dasar kelas enam, mulai dari para pemain hingga tim produksinya. Hasil pembuatan film mereka diputar di hadapan puluhan adik-adik kelasnya. Film ini dibuat setelah mereka mengikuti pelatihan pembuatan film beberapa waktu lalu yang diadakan pihak sekolahnya dan tugas dari pelatihan tersebut adalah membuat film secara langsung dengan peralatan yang seadanya.

Pengalaman pembuatan film ini adalah yang pertama kali bagi fairas. Ia mengaku sangat senang karena akhirnya filmnya bisa selesai, yang lebih seru lagi menurut fairas hampir semuanya dilakukan para siswa. Para guru pendamping hanya memberikan araha-arahan secukupnya saja.[]

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010