CALON PENUMPANG MENGAMUK

advert

lion

TANGERANG, Roy Goozly – Lantaran ketinggalan pesawat, puluhan calon penumpang pesawat Lion Air mengamuk, Jum’at (27/11) di Counter Ticketing maskapai penerbangan Lion Air. Pasalnya, saat pesawat berangkat namun penumpang tak mendapatkan pemberitahuan sebelumnya dan penumpang dipaksa membeli tiket kembali. Mereka (puluhan calon penumpang – red) menumpahkan amarah yang tidak terbendung lagi kepada petugas ticketing maskapai penerbangan Lion Air di Counter Ticketing terminal 1A Bandara Soekarno Hatta. Kemarahan penumpang bukan tanpa alasan, mereka merasa dirugikan dengan kinerja pihak maskapai penerbangan Lion Air yang memberangkatkan pesawat tanpa pemberitahuan kepada para penumpang sebelumnya.

Akibatnya, mereka harus tertinggal pesawat yang akan mengangkut mereka. Padahal mereka telah menunggu selama berjam-jam di ruang tunggu penumpang. Parahnya lagi, pihak maskapai tak mau bertanggung jawab dan menyalahkan penumpang karena terlambat. Bahkan penumpang diharuskan membeli tiket kembali dengan tujuan yang sama. Sedangkan tiket yang sudah mereka pegang dianggap sudah tidak berlaku. Peristiwa ini tak hanya terjadi pada satu penerbangan saja namun terjadi pada sejumlah penerbangan dengan tujuan Padang, Medan dan Aceh.

Ahsura, calon penumpang Lion Air mengutarakan kekecewaannya kepada pihak penerbangan. “Kami disuruh beli tiket lagi karena dianggap sudah basi (tidak berlaku -red).” ujarnya. Kemontar lain pun diungkapkan rani, calon penumpang dari penerbangan yang sama. “Sudah berjam-jam nunggu tahunya pesawat sudah berangkat duluan”. Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi dan menimpa calon penumpang pesawat lion air. Hari rabu (25/11) lalu di lokasi dan maskapai penerbangan yang sama peristiwa serupa terjadi.[]

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010