rumahdunia | Jurnal RumahDunia | November 27th, 2009 | 4 Comments »
RUMAH DUNIA, Gading Tirta – Rumah Dunia dan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional akan mengadakan acara “bengkel sastra” untuk pelajar SMA se-Banten. Seperti biasa, acara ini tidak dipungut biaya alias gratis! Acara akan dilakukan di Rumah Dunia pada 2-3 Desember 2009 nanti mulai pukul 08.00 sampai 15.30 WIB.
“Bengkel sastra” adalah program pengenalan sastra kepada pelajar dan guru bahasa Indonesia di wilayah Banten agar lebih memahaminya. Selama dua hari, para peserta akan diberikan materi seputar sastra mulai dari bagaimana menggali ide saat akan membuat cerita, membedah tokoh agar menarik, membuat plot dan alur yang memikat, sampai pada wawasan tentang peta kesusastraan dunia. Juga ada bedah karya para peserta.
Lalu ada sharing dengan relawan Rumah Dunia yang sudah banyak memiliki karya sastra dan sudah diterbitkan seperti cerpen dan novel. Peserta juga akan diberikan trik-rik bagaimana mengirimkan tulisan ke media massa termasuk memilah media massa yang bisa memuat cerpen yang dibuat.
Pembicara-pembicara yang akan mengisi antara lain yaitu Gol A Gong (novelis), Toto ST Radik (penyair), Firman Venayaksa (Presiden Rumah Dunia), Ibnu Adam Aviciena dan Langlang Randhawa (duo cerpenis Rumah Dunia). Rencananya, peserta yang akan hadir adalah para siswa dan guru dari 15 Sekolah Menengah Atas di Banten. Satu sekolah mendelegasikan satu orang murid dan satu orang guru.[]
rumahdunia | Warta Banten | November 27th, 2009 | No Comments »

TANGERANG, Roy Goozly – Lantaran ketinggalan pesawat, puluhan calon penumpang pesawat Lion Air mengamuk, Jum’at (27/11) di Counter Ticketing maskapai penerbangan Lion Air. Pasalnya, saat pesawat berangkat namun penumpang tak mendapatkan pemberitahuan sebelumnya dan penumpang dipaksa membeli tiket kembali. Mereka (puluhan calon penumpang – red) menumpahkan amarah yang tidak terbendung lagi kepada petugas ticketing maskapai penerbangan Lion Air di Counter Ticketing terminal 1A Bandara Soekarno Hatta. Kemarahan penumpang bukan tanpa alasan, mereka merasa dirugikan dengan kinerja pihak maskapai penerbangan Lion Air yang memberangkatkan pesawat tanpa pemberitahuan kepada para penumpang sebelumnya.
Akibatnya, mereka harus tertinggal pesawat yang akan mengangkut mereka. Padahal mereka telah menunggu selama berjam-jam di ruang tunggu penumpang. Parahnya lagi, pihak maskapai tak mau bertanggung jawab dan menyalahkan penumpang karena terlambat. Bahkan penumpang diharuskan membeli tiket kembali dengan tujuan yang sama. Sedangkan tiket yang sudah mereka pegang dianggap sudah tidak berlaku. Peristiwa ini tak hanya terjadi pada satu penerbangan saja namun terjadi pada sejumlah penerbangan dengan tujuan Padang, Medan dan Aceh.
Ahsura, calon penumpang Lion Air mengutarakan kekecewaannya kepada pihak penerbangan. “Kami disuruh beli tiket lagi karena dianggap sudah basi (tidak berlaku -red).” ujarnya. Kemontar lain pun diungkapkan rani, calon penumpang dari penerbangan yang sama. “Sudah berjam-jam nunggu tahunya pesawat sudah berangkat duluan”. Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi dan menimpa calon penumpang pesawat lion air. Hari rabu (25/11) lalu di lokasi dan maskapai penerbangan yang sama peristiwa serupa terjadi.[]
rumahdunia | Warta Banten | November 27th, 2009 | No Comments »

TANGERANG, Roy Goozly – Hari raya Idul Adha merupakan hari perayaan yang identik dengan penyembelihan hewan qurban, yang kemudian dibagi-bagikan terutama kepada kaum duafah, fakir miskin, orang-orang yang tidak mampu hingga tetangga terdekat. Hal tersebut terlihat ratusan warga miskin Tangerang yang rela berdesakan demi mendapatkan kantung plastik berisi daging kurban, Jum’at (27/11) di halaman parkir salah satu bank milik pemerintah setempat. Namun sebagian warga miskin harus gigit jari lantaran tidak kebagian daging qurban yang disediakan oleh panitia. Warga telah mengantre dan rela berdesakkan sejak pukul 12 jumat siang demi mendapatkan satu kantung plastik berisi daging kurban.
Kebanyakan warga yang mengantre adalah ibu-ibu bahkan tak sedikit balita mereka diikutsertakan mengantre. Beruntung tidak ada korban dalam antrean warga. Pasalnya, pihak panitia telah menyiagakan sejumlah personel keamanan untuk mengatur antrean warga. Hanya dalam kurun waktu dua jam daging yang disediakan panitia telah habis. Sehingga sebagian warga harus gigit jari dan pulang dengan tangan hampa. Pasalnya, daging yang disediakan panitia tak mencukupi jumlah warga miskin yang datang. Nani, salah satu warga yang ikut berebut daging qurban mengatakan, “Lumayan buat persediaan lauk di rumah meski dapet sekantong juga.” katanya.
Meski demikian, sejumlah warga miskin terus berdatangan meskipun akhirnya mereka kembali ke rumah juga dengan tangan hampa. Setiap perayaan Idul Adha, bank milik pemerintah ini selalu membagikan ratusan daging kurban. Namun pada tahun ini jumlah warga miskin yang datang meningkat sehingga banyak warga yang tidak kebagian.[]
rumahdunia | Warta Banten | November 27th, 2009 | No Comments »
CILEGON, Roy Goozly – Membuat film kini bukan hanya milik orang dewasa, dengan membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan peralatan serba canggih. Sekarang pembuatan film sudah bisa dilakukan oleh para siswa termasuk sekolah dasar. Namun, tentu siswa SD kelas saja hasil produksinya akan berbeda. Hal itu terbukti dari hasil kreatifitas 6 sekolah Yayasan Mutiara Bunda Kota Cilegon.
Sebagai bentuk kreatifitasnya puluhan siswa sekolah dasar dari Yayasan Mutiara Bunda Cilegon, Jum’at (27/11), berhasil membuat sebuah film semi drama. Meski dibuat dengan sederhana namun hasilnya cukup membanggakan bagi siswa seusia mereka. “Film ini menceritakan tentang penculikan. Seorang teman yang diculik oleh penjahat saat mereka sedang bermain bersama.” ujar Fairas Tsiqat, siswa kelas 6, salah satu tim pembuatan film tersebut. Lalu dengan ke kompakkan serta kecerdasan teman lainnya penculikan itu pun akhirnya bisa terbongkar.
Film berdurasi sekitar 30 menit ini hampir semuanya dikerjakan oleh para siswa-siswi sekolah dasar kelas enam, mulai dari para pemain hingga tim produksinya. Hasil pembuatan film mereka diputar di hadapan puluhan adik-adik kelasnya. Film ini dibuat setelah mereka mengikuti pelatihan pembuatan film beberapa waktu lalu yang diadakan pihak sekolahnya dan tugas dari pelatihan tersebut adalah membuat film secara langsung dengan peralatan yang seadanya.
Pengalaman pembuatan film ini adalah yang pertama kali bagi fairas. Ia mengaku sangat senang karena akhirnya filmnya bisa selesai, yang lebih seru lagi menurut fairas hampir semuanya dilakukan para siswa. Para guru pendamping hanya memberikan araha-arahan secukupnya saja.[]
rumahdunia | Warta Banten | November 27th, 2009 | No Comments »
SERANG—Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, laailahaillahu Allahuakbar! Suara gema takbir berkumandang sejak Kamis sore hingga menginjak ke Jumat (27/11) pagi. Orang-orang sudah berkemas membuat masakan berupa kupat, masak gulai daging ayam, sapi dan kerbau, serta masakan lainnya persiapan menyambut hari raya Idul Adha 1430 Hijriyah. Hal ini bukan sesuatu yang asing tapi sudah menjadi kebudayaan di masyakrakat kita dalam menyambut hari suka cita dan skral tahunan. Namun, apakah di hari suka cita tersebut tetangga dekat atau suadara kita yang kurang mampu merasakan hal yang sama? Seperti apakah mereka menyambut hari raya ini?
Di Jumat (27/11) pagi yang cerah. Dimana langit tak tampak akan menurunkan bala tentara hujannya. Pemerintah Kota Serang menggelar sholat Idul Adha 1430 Hijriyah bersama dipelataran parkir stadion Maulana Yusuf, Ciceri Kota Serang. Ratusan warga Kota Serang tumplek dipelataran parkir stadion itu. Mulai dari pejabat negeri, swasta, dan warga biasa ikut meramaikan sholat Idul Adha berjamah tersebut. Dalam sholat Idul Adha pagi itu, bertindak sebagai oleh H.Mufli salah seorang tokoh ulama di Kota Serang. Sementara sebagai khotib dilakukan oleh Prof. Attaullah Ahmad, seorang guru besar di Institut Agama Islam Banten (IAIB) Kota Serang.
Setelah pelaksanaan sholat Idul Adha, khotib yang dipimpin oleh Prof. Attaullah Ahmad memberikan sedikit pencerahan kepada jemaah tentang sejarah perjuangan dan ketauladanan nabi Ibrahim AS dari kehidupan rumah tangganya hingga terlahir anaknya nabi Ismail AS, dan terjadinya persitiwa penyembelihan hewan kurban tersebut. Usai pelaksanaan sholat Idul Adha dan khotbah diakhiri dengan simbolisasi penyerahan hewan kurban kepada perwakilan masyarakat. Pemerintah Kota Serang tidak melakukan penyembelihan hewan kurban. Pemkot Serang hanya memberikan 2 ekor sapi dan satu kerbau serta 40 ekor kambing ke sejumlah pondok pesantren dan pengurus masjid untuk di sembelih di tempat masing-masing.
Selain di tempat ini, pelaksanaan sholat Idul Adha juga dilakukan di halaman Mapolres Serang dan lapangan bola Cijawa, Kota Serang. Wah, alangkah senangnya di Jumat pagi ini semua orang melakukan sholat Idul Adha 1430 Hijriyah, atau merayakan hari raya haji bagi ummat muslim se-dunia. Dan yang mampu berlomba-lomba menyisihkan rejekinya untuk membeli hewan kurban, dan dibagikan daging hewannya untuk orang yang kurang mampu. Semoga hal ini bukan sekadar hari-hari dadakan karena semua orang yang mampu merasa paling dermawan, akan tetapi hal ini dijadikan sebuah cermin agar yang kaya memperhatikan yang miskin, dan yang miskin harus tetap tawakal.[Muhzen Den]