SELAMAT TINGGAL DUNIA NYATA

advert

foto imamnic.blogspot.com

foto imamnic.blogspot.com

SERANG – Oleh Zee Ahmadi  – Geger kiamat kembali terasa. Kehadiran film 2012 Doomsday besutan sutradara Rolland Emmerich, mampu mengalihkan mata publik untuk mengingat kembali fenomena yang melegenda ini. Fenomena yang mau tak mau harus diakui semua manusia dan penghuni alam semesta. Suatu kejadian tentang berakhirnya jagat raya.

Percaya atau tidak percaya, kehancuran dunia pasti akan tiba. Semua agama mengakui itu. Dalam kitab-kitab suci tertulis, bahwa dunia yang kita tempati ini tidak selamanya ada. Hanya penggambaran dan histori saja yang berebeda.

Bagi atheis sekalipun, pasti akan mengakui bahwa hari akhir atau dalam bahasa Alquran dinamakan kiamat akan segera menjelma.

Di film dengan anggaran sekitar 2 triliun rupiah ini, menjadi sesuatu yang mencengangkan di berbagai negara. Tentang ramalan berakhirnya dunia tepat pada 21 Desember 2012, tepat pada berakhirnya siklus maya.

TANDA KIAMAT

Dalam kitab suci Alquran, dijelaskan beberapa tanda kiamat. Antara lain, matahari akan terbit dari barat. Dalam penjabaran ilmu sains, hal ini sangat mungkin. Karena letak posisi orbit matahari yang tidak statis juga berputar pada poros dan orbitnya, berotasi dan berevolusi seperti layaknya bumi dan bulan. Hanya saja, dalam jangka waktu yang lama.

Tanda lainnya adalah sebelum kiamat kubro atau kiamat besar berupa kehancuran alam semesta, disertai kiamat sughro, yakni kiamat kecil, berupa bencana alam.

Bila ditengok, di belahan bumi manapun, apalagi Indonesia, bencana alam tak kunjung bosan menerpa. Tsunami di Aceh, Gempa di Jogja dan Padang. Belum lagi banjir, badai, angin topan, dan sebagainya yang selalu menghiasi berita di layar kaca.

Belum lagi isu global warming atau pemanasan global, dengan diketahuinya mulai melelehnya es di kutub utara bumi akibat suhu bumi yang mulai memanas. Ini sangat menakutkan. Bayangkan saja, bumi yang lebih dari separuhnya berisi air, dan sebagian lagi mencair di daerah kutub, akan terendam begitu saja saat es di dua kutub tersebut meleleh. Dipastikan, tragedi seperti zaman Nabi Nuh dengan datangnya banjir besar tak dielakkan terjadi.

Beberapa hadits pun melengkapi, tanda kedatangan kiamat yakni banyak anak majikan lahir dari pembantu. Banyak penyimpangan sosial yang dianggap biasa, seperti kemungkaran menjadi suatu hal yang lumrah. Atau dalam bahasa populernya, tuntunan menjadi tontonan, dan tontonan menjadi tuntunan.

Ini bisa dibuktikan. Kitab suci agama manapun, menjadi tidak lagi sakral di mata manusia. Justru media berupa internet, majalah, buku, dan sebaginya dielu-elukan sebagai pedoman hidup.

Contoh kasus, sat para pemuka agama berbicara lantang di depan mimbar menyeru umat untuk bertobat karena kiamat semakin dekat, hanya menjadi obrolan sesaat. Dan tak pernah berbekas dalam ingatan. Namun saat pesan moral itu disampaikan lewat film, 2012 Doomsday misalnya, seisi dunia dibuat tercengang, dan kembali terpikir akan kekuasaan yang lebih besar yang menggerakkan dan mengatur alam, yang pasti bukan dari kekuasaan manusia.

Dalam kitab suci Alquran, surat Attakwir, dijelaskan lebih rinci saat kiamat tiba. Simak 1-14. “Apabila matahari digulung. Dan apabila bintang-bintang berjatuhan. Dan apabila gunung-gunung dihancurkan. Dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak dipedulikan). Dan apabila biantang-binatang liar dikumpulkan. Dan apabila lautan dipanaskan. Dan apabila ruh-ruh dipetemukan (dengan tubuh). Apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karean dosa apakah dia dibunuh. Dan apabila catatan-catatn (amal perbuatan manusia) dibuka. Dan apabila langit dilenyapkan. Dan apabila neraka jahim dinyalakan. Dan apabila surga didekatkan. Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.”

Kurang lebih, apa yang digambarkan dalam 2012, kepanikan manusia, kehancuran alam yang tumpah tindih, membantu memvisualisasikan betapa kacaunya saat dunia memasuki ajalnya.

THE DAY AFTER TOMORROW

Masihkah berpikir akan ada hari lain setelah kiamat. Ini yang  belum bisa dijawab, karena memang tak seorang pun kecuali Nabi Muhammad yang ditunjukkan masa itu. Tapi dalam agama Islam, hari setelah kehidupan nyata itu ada.

Pada film The Day After Tomorrow yang juga besutan Rolland Emmerich diceritakan kepanikan saat terjadi bencana banjir besar karena es di kutub utara yang mencair. Kepanikan ini pun bisa dilihat saat kapal Titanic tenggelam. Pada saat inilah para manusia terpikir mengingat Tuhan. Setelah sebelumnya Tuhan terabaikan dalam laci meja kerja, atau arsip yang menumpuk dalam tas.

Tengok kembali Surat Adzzariyat ayat 13-18, tentang hari pembalasan. Pada ayat 13, mengenai hari pembalasan itu ialah pada hari ketika mereka diazab di atas api neraka.

KERUSAKAN ALAM DIBUAT MANUSIA

“Sesungguhnya telah nampak kerusakan di darat dan di laut akibat ulah manusia.” Demikian cuplikan dalam ayat suci Alquran yang tenar diperdengarkan tentang kerusakan alam yang terjadi saat ini, dan menimbulkan bencana dimana-mana.

Kiamat memang tak bisa dihindari, karena setiap awal pasti ada akhir, setiap hidup pasti akan mati, dan setiap yang berwujud pasti akan rusak. Sebuah hukum alam yang tak bisa dihindari. Yang bisa dilakukan kita saat ini adalah, bukan meyakini keberadaan kiamat yang datang pada 21 Desember 2012 nanti, karena itu adalah rahasia Tuhan. Tapi mempersiapkan sebaik mungkin dengan memperbanyak amal kebajikan mungkin solusi yang cerdas menghadapi kematian dan kiamat yang takk kan pernah bisa dihindarkan.(*)

*) Penulis adalah Ketua FLP Serang dan voluntir Rumah Dunia.

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010