KEKERASAN DI SEKOLAH
Gola Gong | Warta Banten | November 23rd, 2009 | 1 Comment »
SERANG – Oleh Gading Tirta -
Ada ungkapan istimewa untuk guru sebagai seseorang yang mesti “digugu dan ditiru”. Apa pun yang dilakukan dan dikatakan guru adalah baik. Sedemikian mulia posisi guru dalam ungkapan ini. Mungkin, di jaman dahulu, guru memang orang-orang yang mumpuni dalam keilmuan dan arif dalam berkelakuan. Maka, lahirlah ungkapan di atas.
Lalu bagaimana dengan guru-guru masa kini? Mungkin jangan terlalu berharap para murid akan dengan nurut menerima perlakuan dari guru apalagi jika perlakuan yang dilakukan adalah perlakuan kekerasan dan melewati batas. Karena bisa jadi akan dilaporkan oleh murid.
Ini juga yang terjadi pada kepala sekolah SMA PGRI 2 Kota Serang yang dilaporkan oleh murid-muridnya (kelas 11 dan 12) pada Minggu, (22/11) karena dinilai melakukan kekerasan kepada beberapa muridnya. Belasan pelajar SMA PGRI 2 Kota Serang mengadu ke Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia Hak Asasi Manusia (LPSDM HAM) di kawasan Ciceri Kota Serang.
Para siswa ini mengaku diperlakukan tidak manusiawi hari Jumat sebelumnya. Mereka ditampar dan dicukur dengan paksa oleh Kepala Sekolah mereka. Malah, ada seorang pelajar putri yang masih terbaring di rumah akibat perlakuan kasar sang Kepala Sekolah. Karena perlakuan kasar itulah para pelajar ini meminta perlindungan dan bantuan kepada LPSDM HAM.
Diungkapkan para pelajar, bahwa perlakuan kasar Kepala Sekolah mereka secara tiba-tiba. Saat mereka memauki gerbang, Kepala Sekolah langsung menampar dan mencukur rambut mereka secara paksa. Dan ternyata, tindakan kasar seperti ini tidak hanya terjadi saat ini. Beberapa kali sang Kepala Sekolah sering melampiaskan kekesalan dan amarah kepada para siswa. Mereka juga mengaku orang tua mereka tidak terima anaknya diperlakukan demikian.
Direktur LPSDM HAM Agus Sutisna menilai perlakuan yang dilakukan Kepala Sekolah tersebut adalah salah dan dia berjanji akan terus memantau perkembangan kasus ini. Dia juga berjanji akan melaporkan hal tersebut ke Polres Serang, Kepala Dinas Pendidikan, dan Yayasan PGRI setempat. (Gading Tirta)




November 24th, 2009 at 1:49 pm
Waduh, gak heran kenapa sekarang mahasiswa aja hobi tawuran. Lha waktu SMA aja dah diajarin untuk ‘gunakan kekerasan, baru bicara’…..