PENYAIR NEGERI SIPIL DI BANTEN

advert

PNS penyairPENYAIR NEGERI SIPIL

Oleh Rahmat Heldy HS

Menjadi Penyair nampaknya masih belum jadi pilihan hidup. Profesi yang satu ini amat tidak disukai oleh banyak kalangan. Selain memang penyair tak memiliki penghasilan tetap, juga kehidupan penyair masih memprihatinkan. Maka kalau hidup hanya sekedar menghasilkan puisi dengan  honor tak seberapa dari koran dan majalah, pekerjaan menjadi seorang penyair atau pemahat kata-kata nampaknya hanya menjadi pekerjaan sampingan.

HONORER

Idealnya memang demikian, karena Banten belum bisa dilirik sebagai sebuah provinsi yang mampu menghidupi dunia kesenian dan kebudayaan, terlebih lagi para penyair. Asumsi ini cukup beralasan kuat, jangankan memperhitungkan kehidupan para penyair, seniman dan budayawan, sekedar untuk tempat berkesenian saja, nampaknya masih harus pinjam sana-pinjam sini alias nomaden. Ironis bukan?

Tidak adanya tempat untuk kegiatan kesenian dan kebudayaan, apalagi pembacaan puisi untuk penyair, menunjukkan bahwa Banten merupakan provinsi yang kurang memperhatikan nilai-nilai kesenian dan kebudayaan, serta artefak kata-kata. Padahal, sebagus dan semahal apapun gedung-gedung di Banten  dibangun, tetap saja akan ditinggalkan pemilik dan penghuninya, serta lapuk dimakan usia. Tetapi artefak kesenian, kebudayaan dan kata-kata sang penyair tak lekang dimakan jaman.

Dari keadaan yang kurang menguntungkan bagi kehidupan para penyair di Banten ini, untunglah para penyair muda Banten juga memiliki pekerjaan yang sedikit mampu memberikan kelonggaran dalam memberikan penghidupan  mereka. Sambil memperdalam karya-karya, mengkaji ulang, menyelami lebih intens tentang persoalan-persoalan sosial yang terjadi di Banten, mereka juga turut ambil bagian mencerdaskan siswa dan siswi Banten yang ada di sekolah dengan menjadi guru honorer.  Ada juga beberapa orang  yang nyambi jadi editor di dunia penerbitan.

CPNS

Sebuah keinginan dan harapan yang juga tidak bisa disalahkan, ketika sejumlah para penyair muda Banten turut pula menceburkan diri dalam perekrutkan Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) yang diadakan serentak di seluruh propinsi Banten pada hari Minggu (15/11). Memang harus kita akui, sejumlah penyair muda Banten umumnya mereka guru honorer di SMP/SMA, yang ingin mendapatkan perhatian pemerintah.

Nugraha Umur Kayu misalnya, penyair yang yang ikut meramaikan bursa calon Pegawai Negri Sipil di SMPN 12 Kota Serang menjelaskan “Menjadi pegawai negri itu agar nyaman saja di hari tua, bisa dibilang kentut saja dibayar ketika pensiun,” katanya sambil tertawa. Lebih lanjut Nunu berbicara, “Tidak perduli isu dengan persoalan sogok-menyogok yang berkembang dimasyarakat, yang mencapai 40-80 juta, yang penting maju terus! Ikut test, tanpa nyogok! Keterima bersyukur, tidak ya coba test lagi nanti!” tegasnya.

Di tempat terpisah Wahyu Arya Wiyata, penyair dan guru honorer di sebuah SMK di Kabupaten Serang mengomentari, “Saya ingin mengubah citra penyair. Untuk mendapat modal cultural perlu juga ditunjang dengan modal ekonomi. Menulis dalam ruang ber-AC tentu lebih nikmat di banding dengan menulis di tempat rental computer yang pengap, ya toh…?” Wahyu mnepis anggapan, bahwa penyair itu harus menderita, agar karya-karyanya bagus.  “Siapa bilang jika mapan penyair mandeg? Ya tidaklah! Justru semakin mapan, kita itu semakin semangat berkarya, karena didukung oleh fasilitas.”

Lain pernyataan Nunu dan Wahyu, lain pula pernyataan Umbu Kramat Watu, yang ikut test CPNS karena memiliki komitmen 3 M. Umbu memaparkan, “Maksudnya kalau diterima jadi PNS pertama menabung, kedua menikah dan ketiga menulis!”

Harus kita akui, kenyamanan di hari tua, semua orang pasti menginginkannya. Hidup digaji dengan tidak bekerja setelah selesai masa kerja, adalah harapan banyak orang, asalkan dengan tidak menghalalkan segala cara. Toh, pada kenyataannya banyak juga mereka yang jadi penyair, tetapi mereka juga menjadi Pegawai Negri Sipil. Mereka bekerja di kantor dinas, bahkan juga mereka bekerja jadi dosen di sejumlah kampus. Kalau di Serang ada Toot ST Radik, yang jadi Kasie Kesenian Diparsenibud Serang, Wan Anwar dan Firman Venayaksa dosen di Untirta Serang. Sah-sah saja, bukan?  Selamat berjuang kawan, moga lulus dan sukses!

Rumitnya Pelaksanaan UN SMA Tahun 2009

Serang- Kegiatan Ujian Nasional (UN) SMA yang akan dilaksanakan pada Maret Minggu ke 3 tahun 2010, nampaknya akan banyak mengalami kendala. Sebab, sesuai dengan Peraturan Mentri Pendidikan nasional nomor 75 tahun 2009, pada pasal 14 ayat 1,2, dan 3 yang menyatakan bahwa: 1. Peserta UN SMA/MA mengikuti ujian di satuan pendidikan lain sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam POS.  2. Peseta ujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam satu ruangan terdiri atas peserta ujian dari beberapa sekolah /madrasah dalam satu kecamatan dan/kabupaten /kota. 3. Peserta UN SMP/MTs, SMPLB, SMALB, dan SMK mengikuti ujian di satuan pendidikan  penyelenggaraan UN.

Melihat pasal 14 di atas nampaknya akan menjadi beban bagi sekolah dan murid. Selain biaya ongkos yang tinggi, juga terkendala dengan akses wilayah Kabupaten Serang yang jaraknya berjauhan dan kondisi jalan yang tidak memadai. Menanggapi Peraturan Mentri No. 14 di atas, pihak Kepala Sekolah dan Kesiswaan SMA Al Irsyad Waringinkurung langsung mengambil sikap guna mengantisipasi, jika peraturan itu benar-benar dijalankan. Di sela ruang rapat Alyadi, S.Pd.I Kepala Sekolah SMA Al Irsyad menyatakan, “Di SMA Kota Tangerang, 3 sekolah sudah melaksanakan, dan 2 sekolah di SMA Rangkasbitung juga dilaksankan tahun lalu, kemungkinannya tidak ada kendala sehingga peraturan ini dilanjutkan,” katanya. Masih menurut Alyadi, “Kesulitannya kalau yang tak punya kendaraan,  walaupun hal ini bisa diatur oleh siswa atau sekolah, cuma beban biaya yang tinggi. Mudah-mudahan itu tak akan terjadi, ditahun ini,” harapnya.

Hadari, S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan menambahkan “Kalaupu tahun ini harapannya tidak terjadi, tetapi, bagaimanapun juga kita harus siapakan. Masalahnya ini sudah ada dalam bentuk Permen dan sudah ada sekolah yang melaksanakan, tegasnya. Rapat yang dilaksanakan pada Sabtu (21/11) dari pukul 10.00-12.00 Wib. di Musholla Al Irsyad itu, dihadiri oleh puluhan guru. Dan juga pihak kurikulum. (Rahel)

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010