SATE BANDENG KHAS BANTEN
Gola Gong | Banten Kuliner | November 21st, 2009 | 2 Comments »

Nenek Maryamah menurunkan resepnya ke Nur
Apa yang kamu tahu tentang makanan khas tradisional Banten? Menurut data sementara yang telah dihimpun oleh Diparsenibud Kota Serang, panganan khas Banten yang sudah terdata sekitar 37 panganan. Dari 37 panganan khas Banten ada yang berkembang tapi juga ada yang hampir punah. Dari beberapa makanan khas tersebut terdapat satu panganan yang paling digemari dan banyak dicari, yaitu sate bandeng. Makanan khas ini pernah diikutsertakan dalam kontes sate Bandeng di Amsterdam, Belanda pada tahun 1992 di Tropic Museum, Royal Institute. (www.radiospin.net).
NENEK MARYAMAH
Tidak banyak yang tahu tentang sejarah sate bandeng. Kata Samsun, pedagang sate Bandeng yang sudah berjualan sejak tahun 1987, “Sate Bandeng sudah ada sejak jamannya Sultan Maulana Hasanudin Banten. Saya tahu dari kakek saya.”
Seiring banyaknya permintaan yang datang, pedagang-pedagang sate Bandeng pun mulai ramai bermunculan di mana-mana. Bak jamur di musim hujan. Dari mulai warung-warung di pinggir jalan samapi sampai toko-toko ikut meramaikan. Salah satunya adalah Maryamah (98) yang sejak tahun 60an sudah berjualan sate bandeng secara turun menurun. Sekarang sudah masuk ke generasi dua.
Nenek 10 orang anak itu kini telah menurunkan ilmunya pada anak dan menantunya, Nur (30). Setiap hari Nenek Maryamah bisa menjual 150 tusuk sate bandeng. Maklum, sate bandengnya sudah dikenal banyak orang. Bahkan sudah mempunayi banyak pelanggan. Mulai dari hotel-hotel, instansi-instansi di tingkat provinsi, Krakatau Steel, perusahaan-perusahaan di Suralaya-Merak, bahkan pernah dipesan untuk oleh-oleh ke Belanda dan Al-Jazair. Beberapa artis terkenal seperti Dorce Gamalama, Elvi Sukaesih dan Wahyu bule pun pernah datang dan mencicipi sate Bandeng Nenek Maryamah. Untuk harga satu bijinya nek Maryamah menjualnya dengan harga Rp 18.000.

Sate bandeng dipanggang
RESEP
Saat dimintai resep pembuatan sate bandeng oleh wartawan www.rumahdunia.com, Nek Maryamah tak segan untuk membaginya. Mau tahu apa aja tentang resep sate bandeng nek Maryamah?
Bahan-bahannya cukup sederhana saja dan mudah didapat. Selain garam dan vetsin, bawang goreng, ketumbar yang sudah ditumbuk halus, gula merah, sedikit tambahan gula pasir serta santan secukupnya. Semua bumbu-bumbu itu (keculai santan) digiling halus, kemudian diaduk dengan santan dan campurkan daging bandeng yang sudah di halusi dan di buang tulang-tulangnya.
Nur, menantu Nek Maryamah mengatakan, “Kalau ingin hasilnya bagus, harus memilih bandeng yang segar. Jangan pilih bandeng yang lunak atau merah. Biasanya, kalau bandengnya bermata merah nanti sate bandeng jadi gatal dan tidak enak. Palng juga hanya bisa bertahan selama tiga hari.”

Hmmm, lezat sate bandengnya
OLEH-OLEH
Kekhasan sate Bandeng membuat Bilpi (27), perempuan asal Bekasi ini tertarik menjual sate bandeng. Sejak tahun 2003 lalu, berlokasi di bahu jalan pintu tol Serang, tepatnya di Jl. Jendral Sudirman ia mulai berjualan panganan khas ini. “Lumayan, untungnya bisa dapet dua kali lipat. Soalnya banyak orang yang nyari sate Bandeng buat oleh-oleh,” kata ibu dua orang anak ini.
Di jalan menuju pintu tol Serang timur banyak kios makanan khas Banten untuk oleh-oleh para turis lokal. Sate bandeng termasuk yang laris dibeli orang selain ceplis dan gipang. Tapi sayangnya Deperindakop (Departemen Perindustrian Perdagangan dan Koperasi) belum memiliki program untuk untuk menjaga dan melestarikan makanan khas banten tersebut. Ditemui dikantornya, Hasmin (52), Kasie Makanan Tradisonal Deperindakop menjelaskna, “Untuk saat ini belum ada. Tapi, rencananya akan kita lestarikan”.
Hal senada juga terjadi di Diparsenibud Kota Serang. “Belum, tapi tahun 2007 sudah ada pengajuan untuk program melestarikan sate Bandeng dan penganan lainya. Tapi belum ada keputusan dari provinsi. Tahun 2010 rencananya akan kami ajukan kembali anggarannya,” ujar Baini, S.Pd, Kasi Adat dan Budaya.
Wah, lambat sekali, ya! Padahal Banten sudah 9 tahun jadi provinsi. Cepetan lho, Pak. Nanti diklaim lagi sama Malaysia, lho!(Ahmad Wayang)




December 28th, 2009 at 6:13 pm
Dagingnya itu lho tanpa yang membuat lidah kita menari-nari. So, selamat menikmati dan banyak ditemukan di pusat kota Serang.
December 31st, 2009 at 3:01 pm
Ironis sekali, masak Satu Bandeng yang sudah tersohor di punjuru nusantara ini, bahkan dunia, belum ada program untuk pelestarian dan menjaganya. Awas nanti di bapak/ibu pemerintah daerah Banten nanti diklaim oleh Negara lain,lho. hehehehe….