MUSIK ALTERNATIF ANAK LANGIT

advert

PICT8624RUMAH DUNIA – Sekelompok pengamen jalanan yang tergabung dalam komunitas Anak Langit Tangerang beratraksi sambil bernyanyi di acara Pelatihan Pendampingan Musik Anak Jalanan Se-Banten, yang diadakan di Rumah Dunia Sabtu (21/11). Kata Edi Bonetsky yang jadi komandan, “Namanya Sirkus Perkusi!”

Atraksi dan nyanyi yang diperagakan oleh kelompok pengamen jalanan (KPJ) dari  Anak Langit Tangerang tersebut, menjadikan pipa paralon bekas dari berbagai ukuran panjang dan pendek sebagai alat musik yang mengiringi. Dengan sangat sederhana, KPJ Anak Langit tersebut menikmati permainan itu dengan unik dan menarik tepuk tangan para peserta yang semuanya adalah para pengamen jalanan. Begitulah suasana keceriaan yang terjadi pada Sabtu (21/11) pagi itu. Sebanyak 50 peserta pelatihan yang tergabung dari anak jalanan atau kelompok pengamen jalanan hadir di halaman utama Rumah Dunia. Mereka sengaja dihadirkan untuk mengikuti pelatihan yang dipemrakarsi oleh Balai Pelayanan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Banten, berkerjasama dengan Rumah Dunia sebagai penyelenggara.

Sejak ditemukan permainan alat yang terbuat dari plastik paralon sekitar setahun yang lalu, para pengamen jalanan kerap memanfaatkan alat tersebut sebagai alat alternatif bermain musik selain gitar. Sehingga alat tersebut mudah di cari dan gampang dijadikan sebuah pengiring musik lainnya. ‘Sirkus perkusi ini membawa berkah. Banyak tawaran manggung. Alhamdulillah, kita bisa ngidupin temen-temen. bahkan modalin temen kawin segala,” cerita Edi.

Menurut salah seorang pemain dari kelompok pengamen jalanan (KPJ) Anak Langit Tangerang, Eris Ramadhan namnya, “Alat perkusi paralon digunakan untuk mengiringi permainan gitar. Meski alat ini terbilang sederhana. Namun, dari ide kreatif yang kami lakukan dapat dijadikan contoh bagi para pengamen lain khususnya dan umumnya masyarakat dalam melakukan kegiatan seni.”

Ujang Rafiudin, Kasi Pembinaan di Balai Pelayanan Pendidikan Khusus dinas Pendidikan Proinsi Banten menyambut baik kegiatan ini. “Supaya para pemusik jalanan mningkatkan kualitasnya. Kalau nyanyinya enak, orang-orang juga seneng,” kata Ujang saat memberi sambutan. Tambah Ujang, alat musik yang digunakan Anak Langit sangat kreatif.

Di Bandung malah sirkus perkusi ini ditiru. “Nggak ape-ape. Tiru aja,” Edi mempersilahkan. Justru di situlah berkahnya. Amin ya rabbal alamin…[den]

  • Share/Bookmark

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.
REGULER
Ada paket murah-meriah di Taman Bacaan Masyarakat “Rumah Dunia”. Paket Kelas Menulis “Be a Writer” reguler di Rumah Dunia. Kalo mau jadi novelist dan penulis skenario, gabung di sini. Biaya Rp. 150.000,-. Gratis buku “Be a Writer” karya Gol [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | July 18th, 2010