MUSIK ALTERNATIF ANAK LANGIT
rumahdunia | Warta Banten | November 21st, 2009 | No Comments »
RUMAH DUNIA – Sekelompok pengamen jalanan yang tergabung dalam komunitas Anak Langit Tangerang beratraksi sambil bernyanyi di acara Pelatihan Pendampingan Musik Anak Jalanan Se-Banten, yang diadakan di Rumah Dunia Sabtu (21/11). Kata Edi Bonetsky yang jadi komandan, “Namanya Sirkus Perkusi!”
Atraksi dan nyanyi yang diperagakan oleh kelompok pengamen jalanan (KPJ) dari Anak Langit Tangerang tersebut, menjadikan pipa paralon bekas dari berbagai ukuran panjang dan pendek sebagai alat musik yang mengiringi. Dengan sangat sederhana, KPJ Anak Langit tersebut menikmati permainan itu dengan unik dan menarik tepuk tangan para peserta yang semuanya adalah para pengamen jalanan. Begitulah suasana keceriaan yang terjadi pada Sabtu (21/11) pagi itu. Sebanyak 50 peserta pelatihan yang tergabung dari anak jalanan atau kelompok pengamen jalanan hadir di halaman utama Rumah Dunia. Mereka sengaja dihadirkan untuk mengikuti pelatihan yang dipemrakarsi oleh Balai Pelayanan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Banten, berkerjasama dengan Rumah Dunia sebagai penyelenggara.
Sejak ditemukan permainan alat yang terbuat dari plastik paralon sekitar setahun yang lalu, para pengamen jalanan kerap memanfaatkan alat tersebut sebagai alat alternatif bermain musik selain gitar. Sehingga alat tersebut mudah di cari dan gampang dijadikan sebuah pengiring musik lainnya. ‘Sirkus perkusi ini membawa berkah. Banyak tawaran manggung. Alhamdulillah, kita bisa ngidupin temen-temen. bahkan modalin temen kawin segala,” cerita Edi.
Menurut salah seorang pemain dari kelompok pengamen jalanan (KPJ) Anak Langit Tangerang, Eris Ramadhan namnya, “Alat perkusi paralon digunakan untuk mengiringi permainan gitar. Meski alat ini terbilang sederhana. Namun, dari ide kreatif yang kami lakukan dapat dijadikan contoh bagi para pengamen lain khususnya dan umumnya masyarakat dalam melakukan kegiatan seni.”
Ujang Rafiudin, Kasi Pembinaan di Balai Pelayanan Pendidikan Khusus dinas Pendidikan Proinsi Banten menyambut baik kegiatan ini. “Supaya para pemusik jalanan mningkatkan kualitasnya. Kalau nyanyinya enak, orang-orang juga seneng,” kata Ujang saat memberi sambutan. Tambah Ujang, alat musik yang digunakan Anak Langit sangat kreatif.
Di Bandung malah sirkus perkusi ini ditiru. “Nggak ape-ape. Tiru aja,” Edi mempersilahkan. Justru di situlah berkahnya. Amin ya rabbal alamin…[den]




Leave a Reply