HARGA IKAN LAUT MELAMBUNG
rumahdunia | Kampong | November 21st, 2009 | No Comments »
CILEGON – Oleh Gading Tirta – Musim hujan telah datang. Banyak konsekwensi yang akan didapat. Bagi petani mungkin berkah karena tanaman yang ada akan mendapatkan air yang berlimpah. Namun hal yang menguntungkan di satu sisi biasanya merugikan di sisi yang lain. Dan musim hujan merugikan nelayan yang akan melaut.
Dengan kondisi angin kencang dan gelombang air laut tinggi itu puluhan nelayan tidak bisa melaut. Selain membahayakan, ini juga berdampak pada mengurangnya jumlah ikan di lautan. Untuk mengisi kekosongan, para nelayan memilih menjadi pekerja srabutan dan berharap cuaca kembali cerah.
Karena tidak banyak yang melaut itulah maka harga ikan di pasaran menjadi mahal. Sesuai hukum dagang, barang yang sedikit dan banyak peminat maka akan mengalami harga yang relative mahal.
Seperti yang terjadi di pasar-pasar tradisional di Kota Cilegon. Di pasar-pasar ini, harga ikan naik di kisaran Rp 5 ribu sampai Rp 7 ribu dari harga biasa. Hampir semua ikan laut seperti cumi-cumi, kakap, udang dan ikan lainnya mengalami kenaikan.
Salah seorang pedagang ikan di Pasar Baru Kranggot Kota Cilegon, Tamrin, menuturkan harga ikan cumi yang awalnya Rp 15 ribu kini naik menjadi Rp 20 ribu, harga ikan kakap yang biasanya Rp 32 ribu kini naik menjadi Rp 37 ribu, dan harga udang laut yang biasanya Rp 16 ribu kini melonjak menjadi Rp 20 ribu. Supardi, pedagang ikan, juga mengamini hal yang sama.
Jika nelayan masih menggantungkan hidupnya pada cuaca baik, ada baiknya pemerintah membantu dengan memberikan pekerjaan sementara pada para nelayan saat cuaca buruk begini. Ini dimaksudkan agar istri dan anak mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari sekalipun suami tidak bisa melaut. (*)




Leave a Reply