HAJI MABRUR VS HAJI MABUR
Gola Gong | Warta Banten | November 21st, 2009 | No Comments »
TANGERANG — Ada dua istilah atau julukan yang berkembang di masyarakat Jawa Serang untuk “menamai” orang-orang yang menunaikan ibadah haji. Pertama, mereka disebut sebagai haji mabrur. Kedua, disebut haji mabur (jawa: terbang).
Haji mabrur adalah haji yang diharapkan oleh syariat, sedangkan haji mabur adalah plesetan dari mabrur namun memiliki makna yang jauh berbeda bahkan bertolak belakang dengan mabrur. Seorang haji mabrur akan jadi seseorang yang lebih baik dari segi sikap maupun ibadah setelah pulang dari ibadah haji di Mekkah. Sedangkan ibadah yang mabur, hanya mereka yang mabur atau terbang ke tanah Mekah dan saat pulang tidak berpengaruh apa-apa terhadap perilakunya. Apalagi ibdahnya. Kesolehan selama di Mekkha dan menangis di depan Ka’bah sambil menciumo batu hitam hajjar aswad, langsug mabur alias terbang ke langit setelah menginjakkna kaki lagi di bumi pertiwi. Istilah Gol A Gong, novelis yang sudah menulis lebih dari 70 novel, “Jum’at bertobat, malam Minggu bermaksiat”.
Padahal berhaji di tanah suci Mekah diharapkan bisa mengurangi tindakan tidak terpuji, salah satunya adalah tindak pidana korupsi yang selama ini masih marak di Banten. Ibadah haji dianggap oleh DR. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc sebagai ibadah peralihan bagi setiap muslim. “Selain itu, haji menjadi satu fase transisi dalam kehidupan muslim,” tambah Bng Zul, begitu dia disapa, yang juga anggota DPR RI periode 2009 – 2014.
Setelah menunaikan ibadah haji kehidupan “baru” dimulai dan diharapkan ada perubahan pada jemaah haji sepulang dari Mekah. Seperti yang terjadi saat masa penjajahan Belanda. Saat itu, orang-orang yang pulang dari beribadah haji merupakan orang-orang yang ditakuti dan karena itu perlu diawasi Belanda. Kenapa? Karena sepulang dari ibadah ini mereka yang pulang haji memiliki keimanan yang lebih dari sebelumnya. Bahkan mereka juga menyerukan kemerdekaan bagi rakyatnya.
Zulkieflimansyah, yang juga mantan calon Gubernur Banten di Pilkada 2007 berpasangan dengan Marissa Haque, sudah lebih dari satu kali menunaikan ibadah haji lantaran mendapatkan nikmat dari rukun islam kelima ini. Bagi masyarakat, kepulangan dari ibadah haji merupakan tonggak baru untuk memulai sesuatu yang baru dan saatnya memulai perubahan ke arah yang lebih baik. Jika setiap orang yang pulang dari berhaji memperbaiki sifat tidak terpuji, maka dengan banyak orang yang pergi haji dari tahun ke tahun, akan semakin mengurangi jumlah koruptor yang mengkhawatirkan. (Gading Tirta/foto rahmatanlillalamin.blogspot.com/2008/11/haji)




Leave a Reply