HARGA IKAN LAUT MELAMBUNG

PICT8316CILEGON – Oleh Gading Tirta – Musim hujan telah datang. Banyak konsekwensi yang akan didapat. Bagi petani mungkin berkah karena tanaman yang ada akan mendapatkan air yang berlimpah. Namun hal yang menguntungkan di satu sisi biasanya merugikan di sisi yang lain. Dan musim hujan merugikan nelayan yang akan melaut.

Dengan kondisi angin kencang dan gelombang air laut tinggi itu puluhan nelayan tidak bisa melaut. Selain membahayakan, ini juga berdampak pada mengurangnya jumlah ikan di lautan. Untuk mengisi kekosongan, para nelayan memilih menjadi pekerja srabutan dan berharap cuaca kembali cerah.

Karena tidak banyak yang melaut itulah maka harga ikan di pasaran menjadi mahal. Sesuai hukum dagang, barang yang sedikit dan banyak peminat maka akan mengalami harga yang relative mahal.

Seperti yang terjadi di pasar-pasar tradisional di Kota Cilegon. Di pasar-pasar ini, harga ikan naik di kisaran Rp 5 ribu sampai Rp 7 ribu dari harga biasa. Hampir semua ikan laut seperti cumi-cumi, kakap, udang dan ikan lainnya mengalami kenaikan.

Salah seorang pedagang ikan di Pasar Baru Kranggot Kota Cilegon, Tamrin, menuturkan harga ikan cumi yang awalnya Rp 15 ribu kini naik menjadi Rp 20 ribu, harga ikan kakap yang biasanya Rp 32 ribu kini naik menjadi Rp 37 ribu, dan harga udang laut yang biasanya Rp 16 ribu kini melonjak menjadi Rp 20 ribu. Supardi, pedagang ikan, juga mengamini hal yang sama.

Jika nelayan masih menggantungkan hidupnya pada cuaca baik, ada baiknya pemerintah membantu dengan memberikan pekerjaan sementara pada para nelayan saat cuaca buruk begini. Ini dimaksudkan agar istri dan anak mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari sekalipun suami tidak bisa melaut. (*)

MUSIK ALTERNATIF ANAK LANGIT

PICT8624RUMAH DUNIA – Sekelompok pengamen jalanan yang tergabung dalam komunitas Anak Langit Tangerang beratraksi sambil bernyanyi di acara Pelatihan Pendampingan Musik Anak Jalanan Se-Banten, yang diadakan di Rumah Dunia Sabtu (21/11). Kata Edi Bonetsky yang jadi komandan, “Namanya Sirkus Perkusi!”

Atraksi dan nyanyi yang diperagakan oleh kelompok pengamen jalanan (KPJ) dari  Anak Langit Tangerang tersebut, menjadikan pipa paralon bekas dari berbagai ukuran panjang dan pendek sebagai alat musik yang mengiringi. Dengan sangat sederhana, KPJ Anak Langit tersebut menikmati permainan itu dengan unik dan menarik tepuk tangan para peserta yang semuanya adalah para pengamen jalanan. Begitulah suasana keceriaan yang terjadi pada Sabtu (21/11) pagi itu. Sebanyak 50 peserta pelatihan yang tergabung dari anak jalanan atau kelompok pengamen jalanan hadir di halaman utama Rumah Dunia. Mereka sengaja dihadirkan untuk mengikuti pelatihan yang dipemrakarsi oleh Balai Pelayanan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Banten, berkerjasama dengan Rumah Dunia sebagai penyelenggara.

Sejak ditemukan permainan alat yang terbuat dari plastik paralon sekitar setahun yang lalu, para pengamen jalanan kerap memanfaatkan alat tersebut sebagai alat alternatif bermain musik selain gitar. Sehingga alat tersebut mudah di cari dan gampang dijadikan sebuah pengiring musik lainnya. ‘Sirkus perkusi ini membawa berkah. Banyak tawaran manggung. Alhamdulillah, kita bisa ngidupin temen-temen. bahkan modalin temen kawin segala,” cerita Edi.

Menurut salah seorang pemain dari kelompok pengamen jalanan (KPJ) Anak Langit Tangerang, Eris Ramadhan namnya, “Alat perkusi paralon digunakan untuk mengiringi permainan gitar. Meski alat ini terbilang sederhana. Namun, dari ide kreatif yang kami lakukan dapat dijadikan contoh bagi para pengamen lain khususnya dan umumnya masyarakat dalam melakukan kegiatan seni.”

Ujang Rafiudin, Kasi Pembinaan di Balai Pelayanan Pendidikan Khusus dinas Pendidikan Proinsi Banten menyambut baik kegiatan ini. “Supaya para pemusik jalanan mningkatkan kualitasnya. Kalau nyanyinya enak, orang-orang juga seneng,” kata Ujang saat memberi sambutan. Tambah Ujang, alat musik yang digunakan Anak Langit sangat kreatif.

Di Bandung malah sirkus perkusi ini ditiru. “Nggak ape-ape. Tiru aja,” Edi mempersilahkan. Justru di situlah berkahnya. Amin ya rabbal alamin…[den]

HAJI MABRUR VS HAJI MABUR

hajj mabrurTANGERANG — Ada dua istilah atau julukan yang berkembang di masyarakat Jawa Serang untuk “menamai” orang-orang yang menunaikan ibadah haji. Pertama, mereka disebut sebagai haji mabrur. Kedua, disebut haji mabur (jawa: terbang).

Haji mabrur adalah haji yang diharapkan oleh syariat, sedangkan haji mabur adalah plesetan dari mabrur namun memiliki makna yang jauh berbeda bahkan bertolak belakang dengan mabrur.  Seorang haji mabrur akan jadi seseorang yang lebih baik dari segi sikap maupun ibadah setelah pulang dari ibadah haji di Mekkah. Sedangkan ibadah yang mabur, hanya mereka yang mabur atau terbang ke tanah Mekah dan saat pulang tidak berpengaruh apa-apa terhadap perilakunya. Apalagi ibdahnya. Kesolehan selama di Mekkha dan menangis di depan Ka’bah sambil menciumo batu hitam hajjar aswad, langsug mabur alias terbang ke langit setelah menginjakkna kaki lagi di bumi pertiwi. Istilah Gol A Gong,  novelis yang sudah menulis lebih dari 70 novel, “Jum’at bertobat, malam Minggu bermaksiat”.

Padahal berhaji di tanah suci Mekah diharapkan bisa mengurangi tindakan tidak terpuji, salah satunya adalah tindak pidana korupsi yang selama ini masih marak di Banten. Ibadah haji dianggap oleh DR. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc sebagai  ibadah peralihan bagi setiap muslim. “Selain itu, haji menjadi satu fase transisi dalam kehidupan muslim,” tambah Bng Zul, begitu dia disapa, yang juga anggota DPR RI periode 2009 – 2014.

Setelah menunaikan ibadah haji kehidupan “baru” dimulai dan  diharapkan ada perubahan pada jemaah haji sepulang dari Mekah. Seperti yang terjadi saat masa penjajahan Belanda. Saat itu, orang-orang yang pulang dari beribadah haji merupakan orang-orang yang ditakuti dan karena itu perlu diawasi Belanda. Kenapa? Karena sepulang dari ibadah ini mereka yang pulang haji memiliki keimanan yang lebih dari sebelumnya. Bahkan mereka juga menyerukan kemerdekaan bagi rakyatnya.

Zulkieflimansyah,  yang juga mantan calon Gubernur Banten di Pilkada 2007 berpasangan dengan Marissa Haque, sudah lebih dari satu kali menunaikan ibadah haji lantaran mendapatkan nikmat dari rukun islam kelima ini. Bagi masyarakat, kepulangan dari ibadah haji merupakan tonggak baru untuk memulai sesuatu yang baru dan saatnya memulai perubahan ke arah yang lebih baik. Jika setiap orang yang pulang dari berhaji memperbaiki sifat tidak terpuji, maka dengan banyak orang yang pergi haji dari tahun ke tahun, akan semakin mengurangi jumlah koruptor yang mengkhawatirkan. (Gading Tirta/foto rahmatanlillalamin.blogspot.com/2008/11/haji)

PELATIHAN MUSIK JALANAN

Musik jalananRUMAH DUNIA – Balai Pelayanan dan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Banten pada 21 November 2009 akan menyelenggarakan “Pelatihan Pendampingan Musik Anak Jalanan se-Banten di Rumah Dunia”. Acara akan diselenggarakan mulai pukul 09.00 sampai 16.30 WIB di Rumah Dunia, komplek Hegar Alam No.40, Ciloang, Serang, Banten.

Sasaran kegiatan ini ditujukan untuk 50 pengamen dari seluruh Banten pada usia produktif 13-18 tahun (usia SMP-SMA). Kenapa mesti anak jalanan usia produktif? Karena mereka sebagai warga negara juga memiliki hak sebagai anak Indonesia tentang pendidikan khusus yang disediakan pemerintah yang bisa mereka peroleh.

Tujuan diadakannya kegiatan ini memberikan keahlian bermusik yang “benar” kepada para pengamen, memberikan pemahaman tentang dunia musik jalanan dan dunia musik pada umunya, memberi pemahaman kepada para pengamen tentang hak-hak mereka sebagai pemuda Indonesia, dan memberikan informasi kepada mereka tentang pendidikan-pendidikan khusus yang diselenggarakn oleh pemerintah. Sehingga dengan diadakannya pelatihan ini dapat meningkatkan keahlian mereka sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Kegiatan ini diisi dengan dua jenis materi yaitu pementasan dan pelatihan. Pementasan akan diisi oleh Komunitas Pengamen Jalanan (KPJ) Rangkasbitung, Toton Greentoel, Edi Bonetsky. Pelatihan akan diisi oleh Toto ST Radik (penyair), Asep Soleh Purnama, S.Pd. (guru kesenian), Ijah Faijah (Ketua Yayasan Bina Wanita Bahagia), dan H. Wadiyo, M.Pd (Balai Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Banten).

BANYAK MAFIA DI BANTEN

Foto headline DimyatiSERANG – Kata mafia sering terdengar akhir-akhir ini. Apalagi saat mantan Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah terjerat dugaan korupsi. Tapi apa sebenarnya mafia itu? Mafia adalah perkumpulan rahasia yang bergerak di bidang kejahatan (kriminal).

Selain istilah mafia kasus (atau biasa diakronimkan dengan markus), ada juga istilah bagi mafia-mafia lain seperti mafia sistem.

Mafia-mafia sistem inilah yang disebutkan oleh Aliansi Masyarakat Pemuda Peduli Banten (AMPPB) , yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat saat melakukan aksi unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi Banten Jum’at (20/11). S. Sumarna, juru bicara AMPPB dengan tegas menuding, “Banyak oknum dan mafia-mafia sistem di sejumlah kantor dinas dan instansi pemerintah di Banten.” AMPPB menuntut kepada Kejati Banten agar mneyeret para okum yang merusak Banten tersebut.

Contoh yang paling terang menurut mereka adalah saat para mafia ini “mencaplok” uang bangunan yang sebenarnya diperuntukkan untuk membangun sekolah, sehingga bangunan sekolah tidak tahan lama karena dana yang dibelanjakan untuk membangun kurang dari yang ditetapkan. Bukti kongkritnya, di koran-koran lokal dan televisi banyak diberitakan sekolah yang ambruk di Banten padahal baru beberapa hari diperbaiki.

AMPPB juga memperkirakan, bahwa ada mafia-mafia yang memiliki pengaruh kuat yang melakukan korupsi di kantor Dinas Pendidikan dan Dinas Bina Marga Tata Ruang atau Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Banten. Para demonstran menyebar brosur berisi tuntutan kepada Kejati agar segera bergerak menyikapi sejumlah mafia yang ada di sejumlah kantor dinas. Massa kemudian membubarkan diri tanpa ada yang menemui mereka dari pihak Kejati Banten. (Gading Tirta)

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010