BECAK WAY DI SEROBOT MOTOR
Gola Gong | Warta Banten | November 19th, 2009 | No Comments »
PASAR LAMA – Jalan Hasanudin Pasar Lama, Serang, masih semrawut. Terutama pada titik jalan becak way, dimana jalan itu seharusnya diperuntukan khusus becak. Tapi nyatanya, saat watawan www.rumahdunia.com melihat lokasi pada Rabu (18/11), di becak way itu sebagian besar dipenuhi oleh motor-motor yang sedang parkir. Becaknya hanya ada beberapa persen saja, sementara motor lebih banyak. Akibatnya tukang becak banyak yang mengambil penumpang dan memarkir becaknya di luar jalur.
Erman, salasatunya. Bapak dua orang anak ini mengaku tidak kebagian tempat di jalur yang semestinya untuk becak. Lantaran di jalur becak way sudah dipenuhi oleh motor-motor yang sedang di parkir. “Karena di situ (jalur becak way-red) penuh, jadi terpaksa nunggunya di luar,” Kata Erman, yang berpenghasilan Rp 20.000. sampai Rp 30.000 tiap harinya. Erman sebenarnya sadar jika parkir diluar jalur becak way bisa menghambat laju kendaraan yang lain. “Habis mau gimana lagi orang nggak muat,” ujarnya memberi alasan.
Lain orang, lain pula pendapatnya. Edi, tukang jaga parkir di depan toko Aneka Swalayan mengaku cuma di becak way ini satu-satunya sumber penghasilannya. “Abis, kalau nggak ada parkiran di sini, nggak bisa makan, “ kata Edi, yang mesti menafkahi 2 anak. Edi mengaku, sebenarnya sudah tahu jika jalan yang dipakainya bukan untuk parkir motor, tapi ini adalah jalan khusus untuk becak. “Ya, maksa sendiri aja ini mah,” katanya. “Tapi, jika ada penertiban dari satpol PP, saya pasrah saja,” lanjutnya, yang setengah hari saja bisa meraup uang Rp 65.000-Rp 80.000. “Uang itu saya setorkan pada Supri, saudara saya, yang punya lahan parkir ini.” Edi jadi tukang parkir di becak way sejak 2008.
Dilain pihak, rata-rata pengguna parkir pun tahu, jika tempat menitipkan motor mereka adalah jalur khusus becak. “Iya. Ini jalan khusus buat becak. Tapi ya, mau gimana lagi? Tempat parkirnya ada di sini,” kata Bu Yusriah, yang baru saja belanja di Aneka Swalayan terburtu-buru.
Sebenarnya, becak way cukup untuk jalan pulang pergi becak asalkan tidak dipadati motor-motor yang parkir. Tak hanya untuk parkir, tapi para pengendara motor banyak yang melintas di becak way, sehingga menambah kemacetan lalu lintas. “Motor yang lewat sini memang bikin tambah macet. Terus, kalau motornya kesenggol sama becak, mereka marah. Ujung-ujungnya tukang becak yang disalahkan. Padahal ini jalan untuk becak,” kata Dani, tukang becak asal Kasemen dengan semangat. “Pengenya sih lancar lagi (jalannya-red) kaya dulu. Kalau nggak ada motor kan enak, lancar,” tambahnya lagi.
Lalu temanya, Tamin (55) yang sudah puluhan tahun, sejak delman masih ada di Pasar Lama ini ikut menimpali. “Tukang parkir motor diomong sih sudah pernah, tapi ya pada nggak denger. Mau ngotot juga nanti malah timbulnya ribut. Jadi, ya, sudah dibiarin saja,”
Harapan Tamin juga tak jauh berbeda dengan harapan tukang becak yang lain. Ingin jalur becak way digunakan untuk becak lagi, agar becak-becak mereka tidak memakai jalur kendaraan mobil dan motor, karena itu menggangu pengguna jalan lain. Nah, tinggal ditretibkan saja, Bapak-bapak! (Ahmad Wayang).




Leave a Reply