STASIUN KERETA WALANTAKA

Walantaka

Dari Stasiun kereta Serang, Taman sari, sebetulnya bisa dibuat jalur wisata ke Karanghantu di Banten Lama dan Stasiun kereta Walantaka. Pemkot Serang, Pemkab Serang, dan Pemrov, Banten harus duduk satu meja membicarakan city tour ini. Kereta apinya mesti gerbong dan lokomotif, ahar terkesan kereta wisata nostalgia. Mungkin bisa meminta dukungan ke musium kereta di Ambarawa, Jawa Tengah. Ini akan sangat menyenangkan bagi para keluarga di Serang ketika hendak memilih liburan di akhir pekan. Jika para keluarga Serang berwisata ke Karanghantu dan Walntaka, tentu itu akna menggerakkan ekonomi setempat. Di Walantaka kesenian debus bisa jadi daya tarik. Di Karanghantu wisata kuliner seperti Eco village jdi andalan. Percayalah, Serang akan bergairah. (foto Tias/dok RDCom)

KARIKATUR DAN LINGKARAN PESAN

indra kusumah#1

Bagi sebagian mata pembaca, sebuah teks koran dengan segala isinya akan terasa hambar tanpa adanya ilustrasi menarik sebagai pendukung. Tak melulu foto-foto yang bernilai jurnalis dan estetis yang dihasilkan kamera berbagai jenis, lanjutkan membaca »

MASJID KUNO KAUJON TAK DIKETAHUI TAHUN PEMBUATANNYA

MASJIDKUMESJID KUNO KAUJON

Dalam Undang-undang Republik Indonesia no 5 Tahun 1992, Tentang Benda Cagar Budaya Pasal 26, terdapat pelarangan tentang perbuatan yang dapat menyebabkan kerusakan, kehilangan atau perpindahan posisi benda yang telah berusia ratusan tahun. lanjutkan membaca »

PARKIR MENCEKIK MASYARAKAT

PICT7863CILEGON — Apa pun jika merugikan salah satu pihak akan menjadi masalah. Seperti judi, misalkan. Tapi bukan hanya masalah judi. Jual-beli yang tidak disertai kejujuran yang akan menimbulkan kekecewaan dan juga protes. Begitu juga dengan masalah parkir.

Ini juga yang dialami dan disuarakan oleh puluhan massa yang mengatasnamakan Koalisi Bersama Rakyat Anti Korupsi Banten pagi tadi (19/11). Kenapa mereka menyuarakan parkir? Padahal parkir telah ada dan sudah menjadi semacam hal yang sangat lumrah dalam kehidupan kita. Coba saja mengunjungi pasar Rau atau Royal. Setelah mematikan mesin tukang parkir pasti akan memberikan karcis tanda parkir. Dan parkir tidak gratis.

Tapi bedanya parkir di tempat seperti Rau dan Royal dengan parkir yang dimaksud oleh para pengunjuk rasa ini adalah bahwa parkir yang dilakukan oleh pusat-pusat perbelanjaan di Kota Cilegon ini ialah menerapkan tarif parkir per jam. Kalau misalkan satu jam seribu rupiah, maka tinggal dikalikan saja berapa ribu yang harus dibayar kalau parkir di situ. Padahal tidak ada perda yang mengatakan semacam itu, menurut pengunjuk rasa. Retribusi yang dilakukan secara formal atau non formal yang tidak sesuai perda merupakan praktek nyata dari aksi pungutan liar dan sangat merugikan masyarakat yang menjadi pengunjung ke tempat perbelanjaan tersebut

Anggota DPRD Kota Cilegon juga mendapat teguran dari pengunjuk rasa agar segera melakukan perbaikan pada peraturan daerah nomor 18 tahun 2002 Kota Cilegon sehingga pajak parkir dan retribusi lebih bisa dipertanggungjawabkan.

Kalau pihak-pihak yang terkait dalam parkir yang dituntut oleh pengunjuk rasa ini tidak segera menindaklanjuti tuntutan para pengunjuk rasa—yang merasakan betapa beratnya tarif parkir per jam—,maka tidak menutup kemungkinan mereka akan berpindah ke pasar yang tidak ada parkirnya. Siapa yang akan rugi kalau sudah begini? (Gading Tirta)

TIADA JALAN TAK RUSAK

Becek Jalan

Di Serang Kota, ibukota Provnsi Banten, jalannya tiada jalan tak rusak. Di jalanan kota, di permpatan jalna, di jalna-jalan antar kampung, rusak, rusak semua. Jalan tol Cikupoa – Merak juga tambal sulam terus. Mungkin ini kutukan Serang sebagai sawah, ya. Mesti becek saat hujan tak ada ojek lagi. Pariwisata stgnan. (HB/AW/dok RDcom)

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010