PADUKAN KURIKULUM BERBASIS ALAM

advert

BALARAJA – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Itqon didirikan pada 1 Muharram 1428 Hijriyah, tepat pada 20 Januari 2007 di bawah yayasan El Rashied. Yayasan ini konsen pada bidang pengembangan sumber daya manusia berupa lembaga pendidikan, bimbingan, pelatihan, kursus, dan konsultasi pendidikan.

KURIKULUM

Tak banyak Sekolah yang memadukan kurikulum DIKNAS dan kurikulum khas (unggulan) berbasis alam seperti halnya SDIT Al Itqon, Balaraja, Tangerang ini. Selain itu al-Itqon punya kurikulum unggulan: Syirah Nabawiyah, Tahsin dan Tahfiz Al Qur’an, Outbond training, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, Multimedia, Traditional Games, Tadabur Alam dan berkebun, serta Life skill.

“Selain menciptakan lingkungan belajar yang islami, SDIT Al Itqon juga berupaya mengembangkan budaya belajar untuk belajar (learning how to learn) serta belajar sepanjang hayat (long life education),” papar Qomaruzzaman M.Ed, selaku ketua SDIT Al Itqon. ”Semoga tumbuh jiwa kemandirian dan kegemaran beribadah pada diri-diri anak didik sehingga bisa menjadi teladan bagi keluarga dan lingkungannya sebagai generasi Qur’ani,” imbuhnya.

Untuk kesadaran nilai-nilai ke-Islaman, anak-anak dilatih dengan kegiatan sosial: bulan amal, Pundi Amal Anak Soleh (PAAS) dengan menderma setiap Jum’at, kunjungan ke panti asuhan dan perkampungan kumuh, dan kebersihan diri dan sekolah.

PROSES BELAJAR

Pembelajaran dipagi hari dimulai dengan morning activities: pembukaan kelas, observasi kebun (menyiram tanaman), shalat Dhuha berjamaah, bimbingan baca Al Qur’an (tahsin dan tahfiz) dan praktik ibadah.

Untuk kelas 1, 2, dan 3 mereka lebih ditekankan perihal pertumbuhan motorik (bermain) dan perilaku akhlak Islami, amalan ibadah keseharian, tajwid, tahsin, hapalan juz amma dan surat Yasin.

Sedangkan kelas 3 sampai kelas 6 lebih pada dunia pengenalan komputer (multimedia), hapalan surat-surat pilihan Al Qur’an, teknologi tepat guna, serta diwajibkan berbahasa Arab dan Inggris pada hari dan tempat tertentu. Hari Sabtu yang merupakan X day (hari ekstrakulikuler), sebagai hari libur pembelajaran formal dalam kelas, diisi dengan kegiatan kesenian angklung. Sementara Selasa anak-anak libur belajar di kelas, dan diganti outbound dan life skill.

Hal yang unik dari proses pembelajaran SDIT ini adalah, penggunaan pengantar musik klasik atau sufi yang mengalun menyertai proses belajar. Hal ini di yakini agar sensor otak kanan berfungsi dengan baik. Selain itu, laporan hasil prestasi belajar siswa diberikan kepada wali murid dalam dua bentuk, yaitu buku hasil prestasi belajar (buku lapor) dan visual, gambaran kegiatan siswa selama proses pembelajaran dan aktivitas lainnya dalam bentuk VCD.

Dengan tenaga pengajar berjumlah 10 orang, SDIT Al Itqon mempunyai jadwal kegiatan temporal yang bersifat mingguan: Outbound, keterampilan tepat guna dan kesenian, pemutaran film islami. Ada pulan yang bersifat bulanan: up grading khusus tim fasilitator dan observasi lapangan (fildtrip) sesuai dengan tema besar pelajaran dalam satu semester, yang digelar tiga bulan sekali. Sementara untuk persemester, diadakan seminar wali murid. Sedangkan Balaraja Festival Expo digelar setahun sekali, dalam rangka milad pertama Al Itqon setiap 1 Muharram, dengan kegiatan Market Day, pameran kreasi siswa, open house, olimpiade al Qur’an dan sains, panggung seni kanak-kanak dan seminar pendidikan.

Terakhir adalah Al Itqon Super Camp (kemah bersama) yang merupakan kegiatan setiap akhir semester ganjil dan diadakan diluar lingkungan sekolah. [KH]

Share

3 Responses to “PADUKAN KURIKULUM BERBASIS ALAM”

  1. hendra pratama Says:

    assalam…
    kalo liat Pon-Pes tradisional yang ada di Kec. Petir dan sekitarnya, kadang saya miris juga, gedung kampus+asramanya bagus, kendaraan pemilik PonPesnya mewah, namun anak muridnya sering sakit masuk angin, lemas2, kurang darah dll (info dari puskesmas) yang intinya seperti kurang asupan gizi. Saat pemeriksaan sering ditanyakan makan/sarapan apa? jawabannya kadang bikin miris hati.
    Coba dibalik, kampus+asrama+kendaraan Ponpes sederhana/secukupnya aja, namun gizi makanan sehari2 yang bagus, mungkin Serang/Banten bakal dapat banyak tunas bangsa terpelajar, sehat dan kuat…
    Gizi bagus belum tentu mahal. Misalkan PonPes adakan pertanian sayur kangkung, kacang panjang, atau sawi. Terus ternak ayam petelur, burung puyuh, kolam ikan atau kelinci. Sayur-mayur tiap hari, kalo telur, ikan atau daging bisa digilir tiap 2hari atau khusus makan siang, diselingi tahu-tempe.
    Kesadaran ortu santri juga perlu diperbaiki, jangan kasih bekal Mie Instant, tapi lebih baik Ikan Asin/Peda atau telur rebus.
    Moga kesadaran gizi Anak dalam masa pertumbuhan akan meningkatkan kecerdasannya, amien…

  2. Best Abduh Says:

    Waktu saya ke sana (al-Itqon) kaget beberapa jenak. siswa/i memanggil gurunya “mister”. Ingatan saya ke pabrik sepatu, karyawan memanggil boss Korea dengan sebutan mister.
    “di sini memang seperti itu.” jelas Qomaruzzaman datar. Pikir saya (bisa benar bisa salah) mungkin ingin menanamkan kepada anak didik. bahwa sebutan “hormat” kepada guru itu banyak: bapak, abi-umi, syekh, ustadz, kyai, kangjeng, dll. atau dengan sebutan “mister”al-Itqon sekedar ingin berbeda. Wallahu a’lam.
    Tapi bagaimanapun keponakan saya akan didaftarkan di sana tahun depan.

  3. Gola Gong Says:

    Hendra pratama, makasih masukannya. ide bagus. nanti kami akan tulis PESANTREN KOBONG DAN MODERN DI BNATEN

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010