FESTIVAL SENI TRADISI KOTA CILEGON 2009
Gola Gong | Warta Banten | November 18th, 2009 | 1 Comment »
CILEGON- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cilegon menggelar Festifal Seni Tradisi dalam perhelatan Gelar Seni Tradisi Kota Cilegon 2009, bertempat di halaman rumah dinas Walikota Cilegon, Senin (16/11) malam. Sepuluh grup tari dari sanggar dan sekolah sekota Cilegon ikut meramaikan.
Festifal Seni Tradisi merupakan puncak dari serangkaian 3 lomba yang sejak pagi telah dilaksanakan, seperti Pawai Budaya dan Lomba Tari Anak. Menurut Kasi Kesenian merangkap PLT Sekretaris Disbudpar Cilegon, Heni Anita Susila, tujuan diselenggarakan Gelar Seni Taradisi untuk menampung aspirasi para sanggar seni di Cilegon dan mengangkat kembali citra seni tradisi lokal yang hampir dilupakan masyarakat.
“Ini adalah bukti komitmen Pemkot Cilegon, bukan hanya pembangunan industri saja, melainkan turut mendukung kesenian dan tradisi dalam masyarakat,” kata Edi Ariyadi, selaku Sekda Cilegon dalam sambutannya.
Disty (16 th) sala satu peserta dari Sanggar Puspa Arum menyambut gembira event seperti ini, karena bertujuan baik untuk mengangkat budaya dan tradisi lokal. Siswi SMAN 2 KS prihatin terhadap anak muda saat ini yang lebih menyukai seni modern dan meninggalkan seni tradisi lokal. Animo masyarakat untuk datang dan menyaksikan festifal cukup banyak memadati tempat penyelenggaraan.
Lintang selaku Event Organizer mendesain panggung yang terinspirasi dari Benteng Surosowan, terlihat cukup bagus dan menarik. Pukul 19.00 WIB, festifal dibuka dengan penampilan grup musik KPJ Cilegon, yang membawakan lagu “Kembang Labuno” dan “Lesung”. Selanjutnya kesepuluh peserta unjuk kebolehan sesuai dengan konsep yang sudah ditentukan penyelenggara, berupa tarian dan diiringan live musik .
Penampilan para peserta dinilai oleh ketiga dewan juri yaitu; Maya Rani S.pd, Rohandi S.pd dan Yuli Hardian. Kesepuluh peserta diantaranya; SMP YPWKS (tari kipas), Sanggar Seruni (tari berebut lemah), Sanggar Nahara (tari gema dulur sedanten), Sanggar Puspa Arum (tari rerehean), Sanggar Cekatan MTSN Cilegon (tari nyimas carik), MAN 1 Cilegon (tari kembang pence), SMPN 1 Cilegon (tari panjang ngider), Sanggar Seruling Manggala (tari kirab leluhur), SMPN 2 Cilegon, (angkat alu angkat), dan SMPN 5 Cilegon (sebar wewangian).
Penampilan kesepuluh peserta cukup memukau para penonton. Nuansa budaya tradisi khas masyarakat Cilegon sangan terasa dibawakan oleh para peserta. Banyak tari yang terinspirasi dari kebiasaan lokal masyarakat, seperti tari kirab leluhur bercerita tentang kebiasaan masyarakat yang suka berziara dan tari panjang ngider yang merupakan satu tradisi perayaan muludan. Perayaan pesta panen pun tertuang dalam tari rerehean, tari gema dulur sedanten, dan tari angkat alu angkat. Yang menarik adalah tari Nyimas Carik menceritakan tentang pejuang wanita asal Keramat Watu yang jago silat, serta sosok para jawarah dibawakan dalam tari kembang pence yang energik. Bahkan salah satu tradisi buka pintu dalam pernikahan dikemas dengan menarik dalam tari sebar wewangian. Hampir setiap tarian terdapat pencak silat atau bandrong.
Kekompakan para pemain alat musik selaras dengan gerak para penari menciptakan keindahan tersendiri. Kendang dan terompet khas Cilegon mendominasi. Namun dengan adanya akulturasi budaya dengan adanya alat musik tambahan dari luar daerah justru memperkaya harmonisasi. Seperti gending dan gamelan jawa, calung baris, rebana, bahkan musik marawis. Sebagai daerah yang religius sholawat nabi dan yallil ikut disertakan dalam tari sebar wewangian. Seusai seluruh peserta tampil, Ernita yang juga salah satu peserta menyumbangkan sebuah lagu “Sang Dewi” Titi DJ dan salah seorang perwakilan Duta Seni KS turut pula menyumbangkan suara emasnya dalam lagu “yang kau sakiti” dari Rossa.
Selanjutnya pergelaran Festifal Tari Tradisi ditutup dengan penampilan sendra tari “Jawara” dimainkan oleh Duta Wisata Kerakatau Stell. Akhirnya dewan juri mengumumkan para pemenang. Penampil terbaik 1 adalah Sanggar Puspa Arum, berhak mendapatkan piala, sertifikat dan uang sebesar Rp.1.500.000. Sedangkan terbaik 2 dan 3 diraih oleh Sanggar Nahara dan MAN 1 Cilegon, masing-masing mendapatkan piala, sertifikat, dan uang Rp.1.000.000 dan Rp. 750.000. Untuk juara favorit jatuh pada Sanggar Seruni dan berhak membawa piala, sertifikat dan uang Rp 500.000. Selamat para pemenang. Jaga dan lestarikan terus seni tradisi lokal jangan sampai musnah atau diakui negara lain. (Rama)




September 26th, 2011 at 11:37 pm
salam kenal dari sarwings, kayaknya blognya orang cilegon-banten ya, tapi kok lake artikel bahase sire ne kuh .