KAFE KEBUN OREGANO

cafe oregano

Pernahkah kita berwisata ke gunung? Pasti, dong! Ke pantai? Apalagi! Pariwisata Banten memang andalannya pantai; Anyer, Carita. Tapi, jika sedang berada di kota Serang, pilihan apa yang bisa kita tentukna untuk berwisata? Tentu wisata kota. Ke mana? Alun-alun Serang, pasar loak di gang rendah, wisata budaya ke bangunna-bangunn tua dan msjid tua. Royal tentu saja untuk wisata belanja. Ada lagi? Bagaimana kalau mencoba berwisata kuliner? Kita ajak keluarga berwisata untk urusannya perut. Ke mana?  Ke cafe kebun Oregano.

Jika kita ke cafe kebun Oregno, muncul sesuatu yang khas. Itu tentu akan memberikan nuansa yang berbeda. Karena nuansa yang berbeda itulah biasanya dapat membekas lekat dalam ingatan setiap orang. Apalagi kekhasan itu bersifat indah. Nah, untuk membicarakan kekhasan yang indah tentu akan lebih pas kalau Anda langsung saja berwisata ke Kafe Kebun Oregano di Jalan Bayangkara No 17, Serang.

Sesuai dengan namanya, Kafe Kebun Oregano memanglah kafe yang dibangun di kawasan dengan banyak pepohonan rindang dengan luas tanah 5000 meter persegi. Di antaranya pohon Kamboja Kuning, Palm, Sawo Belanda dan masih banyak lagi. Selain itu, di tengah-tengah kafe juga terdapat kolam ikan seluas 4×8 meter.

Bharata Puradiredja, pemilik Kafe Kebun Oregano mengatakan, kafe dengan kosep kebun ini adalah satu upaya memberikan kenyamanan kepada para konsumen. Diharapakan, Kafe Kebun Oregano dapat memberikan kesan wisata terhadap konsumen.

“Seperti kita ketahui, kafe yang berada di perkotaan umumnya dibangun dalam bentuk gedung dan cenderung jauh dengan nuasan alami. Untuk itu, Kafe Kebun Oregano ingin hadir sebagai kafe dengan konsep berbeda. Sementara Oregano sendiri adalah nama rempah-rempah yang dikenal cukup populer sebagai bumbu penyedap di dunia masak memasak,” tutur Bharata yang juga sepupunya presenter Dewi Huges ini.

Selain hadir berbeda dengan nuasa kafenya, Oregano juga hadir berbeda pada menu masakannya. Yakni berbagai menu special ala Eropa yang sebagian besarnya menggunakan bumbu penyedap Oregano. Di antara masakan itu ialah, T-Bone Steak, Mix Schaslik, Sphagetthi Bolognese dan Beef Lasagna. Selain masakan Eropa, Kafe Kebun Juga menyediakan masakan dalam negeri, seperti nasi goreng yang disajikan dengan sate ayam, telor goreng dan emping.

Khusus untuk pengunjung yang hanya sekedar ingin santai, Kafe Oregano menyediakan berbagai menu kue dan aneka juice buah. Mulai Blackberries Forest, New York Cheesecake dan Tiramisu Snickers Pie. Jika Anda penasaran dan ingin membuktikannya, datang saja ke Kafe Kebun Oregano![RG]

PADUKAN KURIKULUM BERBASIS ALAM

BALARAJA – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Itqon didirikan pada 1 Muharram 1428 Hijriyah, tepat pada 20 Januari 2007 di bawah yayasan El Rashied. Yayasan ini konsen pada bidang pengembangan sumber daya manusia berupa lembaga pendidikan, bimbingan, pelatihan, kursus, dan konsultasi pendidikan.

KURIKULUM

Tak banyak Sekolah yang memadukan kurikulum DIKNAS dan kurikulum khas (unggulan) berbasis alam seperti halnya SDIT Al Itqon, Balaraja, Tangerang ini. Selain itu al-Itqon punya kurikulum unggulan: Syirah Nabawiyah, Tahsin dan Tahfiz Al Qur’an, Outbond training, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, Multimedia, Traditional Games, Tadabur Alam dan berkebun, serta Life skill.

“Selain menciptakan lingkungan belajar yang islami, SDIT Al Itqon juga berupaya mengembangkan budaya belajar untuk belajar (learning how to learn) serta belajar sepanjang hayat (long life education),” papar Qomaruzzaman M.Ed, selaku ketua SDIT Al Itqon. ”Semoga tumbuh jiwa kemandirian dan kegemaran beribadah pada diri-diri anak didik sehingga bisa menjadi teladan bagi keluarga dan lingkungannya sebagai generasi Qur’ani,” imbuhnya.

Untuk kesadaran nilai-nilai ke-Islaman, anak-anak dilatih dengan kegiatan sosial: bulan amal, Pundi Amal Anak Soleh (PAAS) dengan menderma setiap Jum’at, kunjungan ke panti asuhan dan perkampungan kumuh, dan kebersihan diri dan sekolah.

PROSES BELAJAR

Pembelajaran dipagi hari dimulai dengan morning activities: pembukaan kelas, observasi kebun (menyiram tanaman), shalat Dhuha berjamaah, bimbingan baca Al Qur’an (tahsin dan tahfiz) dan praktik ibadah.

Untuk kelas 1, 2, dan 3 mereka lebih ditekankan perihal pertumbuhan motorik (bermain) dan perilaku akhlak Islami, amalan ibadah keseharian, tajwid, tahsin, hapalan juz amma dan surat Yasin.

Sedangkan kelas 3 sampai kelas 6 lebih pada dunia pengenalan komputer (multimedia), hapalan surat-surat pilihan Al Qur’an, teknologi tepat guna, serta diwajibkan berbahasa Arab dan Inggris pada hari dan tempat tertentu. Hari Sabtu yang merupakan X day (hari ekstrakulikuler), sebagai hari libur pembelajaran formal dalam kelas, diisi dengan kegiatan kesenian angklung. Sementara Selasa anak-anak libur belajar di kelas, dan diganti outbound dan life skill.

Hal yang unik dari proses pembelajaran SDIT ini adalah, penggunaan pengantar musik klasik atau sufi yang mengalun menyertai proses belajar. Hal ini di yakini agar sensor otak kanan berfungsi dengan baik. Selain itu, laporan hasil prestasi belajar siswa diberikan kepada wali murid dalam dua bentuk, yaitu buku hasil prestasi belajar (buku lapor) dan visual, gambaran kegiatan siswa selama proses pembelajaran dan aktivitas lainnya dalam bentuk VCD.

Dengan tenaga pengajar berjumlah 10 orang, SDIT Al Itqon mempunyai jadwal kegiatan temporal yang bersifat mingguan: Outbound, keterampilan tepat guna dan kesenian, pemutaran film islami. Ada pulan yang bersifat bulanan: up grading khusus tim fasilitator dan observasi lapangan (fildtrip) sesuai dengan tema besar pelajaran dalam satu semester, yang digelar tiga bulan sekali. Sementara untuk persemester, diadakan seminar wali murid. Sedangkan Balaraja Festival Expo digelar setahun sekali, dalam rangka milad pertama Al Itqon setiap 1 Muharram, dengan kegiatan Market Day, pameran kreasi siswa, open house, olimpiade al Qur’an dan sains, panggung seni kanak-kanak dan seminar pendidikan.

Terakhir adalah Al Itqon Super Camp (kemah bersama) yang merupakan kegiatan setiap akhir semester ganjil dan diadakan diluar lingkungan sekolah. [KH]

DIALOG DENGAN TSUNAMI

TsunamiOleh : RG. Kedung Kaban

Teuku baru saja tersadar dari pingsannya. Kedua matanya yang mulai terbuka mengedarkan pandangan ke setiap penjuru. lanjutkan membaca »

SENJA DI SELAT SUNDA [8]

Profil petani di Banten Selatan

Profil petani di Banten Selatan

Oleh Gol A Gong

Aku ketuk pintu kamar Nana. Beberapa saat kemudian Nana muncul membuka pintu. lanjutkan membaca »

FESTIVAL SENI TRADISI KOTA CILEGON 2009

Nari yukCILEGON- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cilegon menggelar Festifal Seni Tradisi dalam perhelatan Gelar Seni Tradisi Kota Cilegon 2009, bertempat di halaman rumah dinas Walikota Cilegon, Senin (16/11) malam. Sepuluh grup tari dari sanggar dan sekolah sekota Cilegon ikut meramaikan.

Festifal Seni Tradisi merupakan puncak dari serangkaian 3 lomba yang sejak pagi telah dilaksanakan, seperti Pawai Budaya dan Lomba Tari Anak. Menurut Kasi Kesenian merangkap PLT Sekretaris Disbudpar Cilegon, Heni Anita Susila, tujuan diselenggarakan Gelar Seni Taradisi untuk menampung aspirasi para sanggar seni di Cilegon dan mengangkat kembali citra seni tradisi lokal yang hampir dilupakan masyarakat.

“Ini adalah bukti komitmen Pemkot Cilegon, bukan hanya pembangunan industri saja, melainkan turut mendukung kesenian dan tradisi dalam masyarakat,” kata Edi Ariyadi, selaku Sekda Cilegon dalam sambutannya.

Disty (16 th) sala satu peserta dari Sanggar Puspa Arum menyambut gembira event seperti ini, karena bertujuan baik untuk mengangkat budaya dan tradisi lokal. Siswi SMAN 2 KS prihatin terhadap anak muda saat ini yang lebih menyukai seni modern dan meninggalkan seni tradisi lokal. Animo masyarakat untuk datang dan menyaksikan festifal cukup banyak memadati tempat penyelenggaraan.

Lintang selaku Event Organizer mendesain panggung yang terinspirasi dari Benteng Surosowan, terlihat cukup bagus dan menarik. Pukul 19.00 WIB, festifal dibuka dengan penampilan grup musik KPJ Cilegon, yang membawakan lagu “Kembang Labuno” dan “Lesung”. Selanjutnya kesepuluh peserta unjuk kebolehan sesuai dengan konsep yang sudah ditentukan penyelenggara, berupa tarian dan diiringan live musik .

Penampilan para peserta dinilai oleh ketiga dewan juri yaitu;  Maya Rani S.pd, Rohandi S.pd dan Yuli Hardian. Kesepuluh peserta diantaranya; SMP YPWKS (tari kipas), Sanggar Seruni (tari berebut lemah), Sanggar Nahara (tari gema dulur sedanten), Sanggar Puspa Arum (tari rerehean), Sanggar Cekatan MTSN Cilegon (tari nyimas carik), MAN 1 Cilegon (tari kembang pence), SMPN 1 Cilegon (tari panjang ngider), Sanggar Seruling Manggala (tari kirab leluhur), SMPN 2 Cilegon, (angkat alu angkat), dan SMPN 5 Cilegon (sebar wewangian).

Penampilan kesepuluh peserta cukup memukau para penonton. Nuansa budaya tradisi khas masyarakat Cilegon sangan terasa dibawakan oleh para peserta. Banyak tari yang terinspirasi dari kebiasaan lokal masyarakat, seperti tari kirab leluhur bercerita tentang kebiasaan masyarakat yang suka berziara dan tari panjang ngider yang merupakan satu tradisi perayaan muludan. Perayaan pesta panen pun tertuang dalam tari rerehean, tari gema dulur sedanten, dan tari angkat alu angkat. Yang menarik adalah tari Nyimas Carik menceritakan tentang pejuang wanita asal Keramat Watu yang jago silat, serta sosok para jawarah dibawakan dalam tari kembang pence yang energik. Bahkan salah satu tradisi buka pintu dalam pernikahan dikemas dengan menarik dalam tari sebar wewangian. Hampir setiap tarian terdapat pencak silat atau bandrong.

Kekompakan para pemain alat musik selaras dengan gerak para penari menciptakan keindahan tersendiri. Kendang dan terompet khas Cilegon mendominasi. Namun dengan adanya akulturasi budaya dengan adanya alat musik tambahan dari luar daerah justru memperkaya harmonisasi. Seperti gending dan gamelan jawa, calung baris, rebana, bahkan musik marawis. Sebagai daerah yang religius sholawat nabi dan yallil ikut disertakan dalam tari sebar wewangian. Seusai seluruh peserta tampil, Ernita yang juga salah satu peserta menyumbangkan sebuah lagu “Sang Dewi” Titi DJ dan salah seorang perwakilan Duta Seni KS turut pula menyumbangkan suara emasnya dalam lagu “yang kau sakiti” dari Rossa.

Selanjutnya pergelaran Festifal Tari Tradisi ditutup dengan penampilan sendra tari “Jawara” dimainkan oleh Duta Wisata Kerakatau Stell. Akhirnya dewan juri mengumumkan para pemenang. Penampil terbaik 1 adalah Sanggar Puspa Arum, berhak mendapatkan piala, sertifikat dan uang sebesar Rp.1.500.000. Sedangkan terbaik 2 dan 3 diraih oleh Sanggar Nahara dan MAN 1 Cilegon, masing-masing mendapatkan piala, sertifikat, dan uang Rp.1.000.000 dan Rp. 750.000. Untuk juara favorit jatuh pada Sanggar Seruni dan berhak membawa piala, sertifikat dan uang Rp 500.000. Selamat para pemenang. Jaga dan lestarikan terus seni tradisi lokal jangan sampai musnah atau diakui negara lain. (Rama)

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010