PAKUPATAN RUSAK, SUPIR ANGKOT DEMO

advert

SERANG – Kopas mogokPernahkah kamu diturunkan oleh sopir angkot ditengah jalan? Jika pernah, bagaimana perasaan kamu? Seorang penumpang, Udin, warga asal Sumur Pecung, Serang, pernah diturunkan dengan paksa. “Saat itu batin saya mengumpat habis-habisan, dongkol! Juga kesal, emosi, perjalanan terlambat, dan rencana jadi gagal,” cerita Udin. Peristiwa seperti itu terjadi juga pada Senin (16/11)  pukul 10.00 WIB. Ratusan penumpang dari berbagai daerah di Banten diturunkan dengan paksa oeh para sopirnya. Kok, bisa?

Bagi Ade Jaya Suryani, warga Cibaliung, yang sehari-hari asisten dosen di IAIN SMH Banten, KOPAS di serang itu tidak tahu aturan. “Berhenti dan jalan seenak udel. Kopas itu sama saja taksi. Kemana penumpang mau, diantarkan. Saya yang bermaksud ke tujuan Royal, dipaksa mengalah, muter dulu ke Cijawa, karena penumpangnya lebih banyak,” cerita Ade kesal. “Kalau menolak, ya, diturunkan!”

Peristiwa penurunkan paksa penumpang terjadi lagi Senin (16/11). Itu bermula saat massa yang menamakan diri “Paguyuban Angkot Kota Serang” (PAKS) menggelar aksi mogok massal, di depan gedung Walikota Serang dan DPRD kota Serang, jl. Jendral Sudirman, persis di depan kampus IAIN SMH Banten.  Aksi ini nyaris memicu terjadi bentrokkan kecil antara para sopir yang sedang berdemo dengan sopir angkot masih menarik penumpang di jalan Jenderal Sudirman. Alhasil, ratusan penumpang diturunkan dengan paksa dan terlantar. Para penumpang terpaksa berjalan sampai ke tempat tujuannya.

Dijelaskan Abah Jupri, seorang supir angkot, “Kami demo supaya Pemerintah Kota Serang merhatiin nasib kami (sopir – Red), yang selalu ngeluarin biaya perbaikan mobil. Soalnya jalan di terminal Pakupatan rusak berat. Padahal buat setoran aja nggak ketutup.” Abah Jupri beraslasan protes, karena terminal bus Pakupatan di Serang Timur kondisinya rusak berat. Jalanannya kalau musim kemarau berdebu dan musum hujan mirip sawah dengan kubangan kerbau.

Apa yang disampaikan oleh Abah Jupri diamini oleh Yusi (45), sopir asal Ciomas. Dia mengharapkan, semoga empat tuntutan segera direalisasikan. Yosi menjelaskan 4 tuntutan itu, “Perbaiki jalan terminal Pakupatan, rapihkan teryek di kota Serang yang semrawut, hilangkan terminal bayangan di Warung Pojok, Kemang, Kebon Jahe dan berdayakan terminal Cipocok Jaya.”  Masih kata Yusi, sebelum aksi demo ke gedung walikota Serang, para sopir yang tergabung di PAKS mendatangi terminal Pakupatan. “Kami menanam menamam pohon pisang dan ikan lele di kubangan air.’ Jalan di dalan terminal Pakupatan banyak yang berlubang dan kalau musim hujan mirip kubangan kerbau.

Seperti diberitakan “Banten Pagi” di Banten TV edisi Selasa (17/11), Sulhi Choir, Sekot Serang mengatakan, “Pemkot bersama Pemprov Banen akan membangun terminal Pakupatan menjadi lebih baik.” Untuk jalan terminal sementara akan diurug dulu. Tapi perbaikkannya di tahun 2010. Pihak Pemkot Serang tidak berani mengambil keputusan terkait tuntutan para supir angkot, karena Ketua Organda yang baru dilantik minggu depan. Sabar, ya, sabar. (Harir Baldan)

Share

2 Responses to “PAKUPATAN RUSAK, SUPIR ANGKOT DEMO”

  1. hendra pratama Says:

    hidup sopir angkot…
    kalo wakil-mu di Dewan ama pelayan-mu di Pemerintah gak merhatiin nasib-mu, demo aja terus…
    Aku dukung lewat doa…

  2. redaksi Says:

    Hendra, terimakasih atas kesetiaanmu mmbaca http://www.rumahdunia.com. doain kami, ya, tetep semangat dan sehat.

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010