BULAN KEJEPIT DI MAKAM SULTAN MAULANA YUSUF

advert

PICT8319 KASEMEN — Bulan-bulan ini, pemakaman Maulana Yusuf, putra Sultan Maulana Hasanuddin Banten, yang ada di Desa Kasunyatan, Kecamatan Kasemen sepi.

Seperti tampak pada hari Minggu lalu. Siang itu, suasana bangunan tempat makam Maulana Yusuf terlihat lengang. Tidak ada peziarah selain beberapa orang yang sedang tidur-tiduran di dalam dan di luar bangunan makam. “Kalo bulan-bulan sekarang mah bulan ‘kejepit’,” kata Endung yang sehari-hari bekerja sebagai tukang sapu di makam.

Bulan ‘kejepit’ yang dimaksud Endung adalah sebagai bulan yang tidak banyak memberikan penghasilan yang lumayan karena pemasukan yang didapatkannya atau kuncen yang suka menziarahi hanya dari keroyalan penziarah. Hari itu saja Endung hanya mendapatkan Rp 18 ribu. Menurut bapak dua anak ini, bulan-bulan sekarang yang datang untuk berziarah hanya dua sampai tiga bis saja. “Kalo yang rame itu bulan Muharam,” ungkap lelaki asal Kasunyatan ini. “Itu bisa nyampe 20 bis!” lanjutnya.

Meski merupakan bulan kejepit, tapi ada saja yang berkunjung untuk ziarah kesana. Agus (51) contohnya. Ia bersama 60 peziarah lain yang datang dari Bogor menumpangi satu bus datang sekitar jam satu siang. Ketua rombongan dan ketua sebuah majelis taklim di daerahnya ini mengaku sering berziarah ke Banten. “Ya nggak tentu sebulan berapa kali tapi saya sering (ziarah) kesini,” katanya yang saat itu didampingi sang istri.

Setelah berziarah di makam Maulana Yusuf, Agus langsung membimbing rombongannya ke makam Sultan Maulana Hasanuddin di Banten lama.  (Gading Tirta)

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010