BULAN KEJEPIT DI MAKAM SULTAN MAULANA YUSUF
rumahdunia | Kampong | November 17th, 2009 | No Comments »
KASEMEN — Bulan-bulan ini, pemakaman Maulana Yusuf, putra Sultan Maulana Hasanuddin Banten, yang ada di Desa Kasunyatan, Kecamatan Kasemen sepi.
Seperti tampak pada hari Minggu lalu. Siang itu, suasana bangunan tempat makam Maulana Yusuf terlihat lengang. Tidak ada peziarah selain beberapa orang yang sedang tidur-tiduran di dalam dan di luar bangunan makam. “Kalo bulan-bulan sekarang mah bulan ‘kejepit’,” kata Endung yang sehari-hari bekerja sebagai tukang sapu di makam.
Bulan ‘kejepit’ yang dimaksud Endung adalah sebagai bulan yang tidak banyak memberikan penghasilan yang lumayan karena pemasukan yang didapatkannya atau kuncen yang suka menziarahi hanya dari keroyalan penziarah. Hari itu saja Endung hanya mendapatkan Rp 18 ribu. Menurut bapak dua anak ini, bulan-bulan sekarang yang datang untuk berziarah hanya dua sampai tiga bis saja. “Kalo yang rame itu bulan Muharam,” ungkap lelaki asal Kasunyatan ini. “Itu bisa nyampe 20 bis!” lanjutnya.
Meski merupakan bulan kejepit, tapi ada saja yang berkunjung untuk ziarah kesana. Agus (51) contohnya. Ia bersama 60 peziarah lain yang datang dari Bogor menumpangi satu bus datang sekitar jam satu siang. Ketua rombongan dan ketua sebuah majelis taklim di daerahnya ini mengaku sering berziarah ke Banten. “Ya nggak tentu sebulan berapa kali tapi saya sering (ziarah) kesini,” katanya yang saat itu didampingi sang istri.
Setelah berziarah di makam Maulana Yusuf, Agus langsung membimbing rombongannya ke makam Sultan Maulana Hasanuddin di Banten lama. (Gading Tirta)




Leave a Reply