BERBEKAL BAMBU, MENGGALI DUNIA KALIGRAFI
Gola Gong | Banten Star | November 16th, 2009 | No Comments »
Untuk menggapai prestasi gemilang tak melulu melalui tahapan panjang. Yang terpenting adalah menjaga kualitas waktu dengan tekun belajar dan terus menerus latihan. Setidaknya itulah yang nampak sesuai dengan perjalanan Nur Imanike (15) siswi kelas 3 A MTsN Serang, dalam menekuni bidang kaligrafi.
BAMBU
Lahir dari pasangan Sarwani dan Uliyah, gadis yang biasa disapa Ike ini, kerap menjuari perlombaan kaligrafi yang digelar di Serang. Ike yang tinggal di Cinanggung ini pernah menyabet juara I lomba kaligrafi tingkat Putri dan menjadi siswi berprestai model Redip pada 2007. Di tahun yang sama, ia juga menggondol juara II pada lomba kaligrafi tingkat kabupaten Serang yang digelar di Islamic Centre Serang. Ike mengaku dirinya belajar kaligrafi baru 2 tahun, yakni sejak dirinya masuk MTsN Serang. Salah satu pelajaran ekstra kurikuler di sekolahnya adalah Baca tulis al-Qur’an yang di dalamnya terdapat pelajaran kaligrafi yang diasuh oleh gurunya yang bernama Jumroni. ”Selain belajar di sekolah, saya dan teman-teman juga mendatangi rumah Pak Guru untuk belajar kaligrafi,” ujarnya. Bagi Ike yang juga hobi baca buku kumpulan cerpen dan menulis puisi ini, kaligrafi adalah hal yang sangat menyenangkan. ”Kaligrafi itu asik. Hanya dengan sebilah Bambu kecil yang diolah sedikit, mampu menghasilkan karya yang menakjubkan,” ujar anak pertama dari tiga bersaudara ini. Kini ia terus mendalami kemahiranya dalam dunia kaligrafi dengan terus belajar dan berlatih. Ia ingin kaligrafi mengantarkannya pada cita-cita Ike selama ini. ”Cita-cita saya ingin jadi seorang Arsitek. Setidaknya saya bisa menjadi arsitek kaligrafi,” ungkapnya dengan tersenyum. [LR]
IKE DI MATA SAHABAT
Pembawaan Ike yang pendiam tapi disipilin ini ternyata membuat beberapa temannya bersimpati. Hal ini diungkapkan Fitri (14), salah satu sahabat Ike sejak kelas 1. Menurutnya, Ike termasuk teman yang asik dan selalu memotivasi dirinya agar terus berprestasi. Bisa disebut, Ike menjadi siswi yang patut dicontoh. ”Meski orangnya pendiam, tapi prestasinya oke!” tandas Fitri yang kini duduk di kelas 3 C MTsN Serang. Terkait kejelekan Ike sendiri di kelas, Fitri yang juga aktif mengelola Mading sekolah, mengaku selama ini enjoy-enjoy aja. Hampir nyaris tak ditemukan. ”Apa, ya…?” Fitri mengingat-ingat. Tak lama, ia pun menggelengkan kepala. ”Nggak ada, tuh!” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Anisa (15) siswi kelas 3 B MTsN Serang. Perkenalannnya dengan Ike bermula dari kelas 1. ”Ike itu sederhana, Rajin, dan Cerdas. Hanya saja ia terkadang terlalu pendiam,” ujar Anisa yang juga penggiat paskibra bareng Ike. Meski kini Anisa, Fitri, dan Ike berbeda kelas, namun jalinan persahabatan tetap terjalin erat. Semoga tetap awet! [LR]




Leave a Reply