KENDALA PENDIDIKAN DI KECAMATAN WARINGINKURUNG
Gola Gong | Warta Banten | November 15th, 2009 | 2 Comments »
WARINGINKURUNG – Kecamatan Waringinkurung saat ini mengalami perkembangan lebih baik dibandingkan beberapa tahun ke belakang. Apalagi dilihat dari sudut pandang pendidikan. Saat ini saja tercatat sebanyak 24 Sekolah Dasar, 7 sekolah setingkat SMP/MTs, dan 3 sekolah se-tingkat SMA/MA.
JALAN
Waringinkurung berada persis di punggung sebeah selatan gunung Pinang. Jika kita menuju Merak, sebelum pintu tol Cilegon timur, tengoklah ke kiri. Ada gunung seperti tangkuban Perahu di Bandung. Itulah gunug Pinang. Keluarlah di pintu tol Cilegon Timur. Belok kiri di perempatan PCI, Cilegon. Sekitar 300 meteran, pas di perempatan Serdang, belok kanan. Susuri jalan itu hingga Waringinkurung. Siap-siap sja jalannya “goyang dombret”.
Di wilayah yang berpenduduk kurang lebih 23 ribu jiwa (dilihat dari daftar pemilih tetap), selain ada perubahan yang mengarah ke hal positif, tetapi masih banyak mengalami kendala untuk dapat mensejajarkan dengan kecamatan lain. Tetapi geliat perubahan itu ada, walaupun terkesan lamban. Maka dalam kesempatan ini, wartawan www.rumahdunia.com mencoba mengamati lebih lanjut permasalahan di wilayah waringinkurung. Seputar tanggapan para guru atas terjadinya geliat perubahan dalam ruang lingkup pendidikan di wilayah Kecamatan Waringinkurung.
Seorang guru SMPN 2 Waringinkurung, Sahrudin, S.Pd.I, ketika ditanya apakah ada perubahan dalam bidang pendidikan di wilayah Kecamatan Waringinkurung menjelaskan “Sedikit ada perkembangan dengan yang sebelumnya, apalagi sejak adanya sekolah gratis. Hanya saja faktor motivasi dari orang tua siswa yang kurang. Mungkin karena mereka menganggap gratis, berbeda ketika para orang tua dikenakan biaya BP3,” katanya di sela-sela jam istirahat mengajar. “Tetapi, sisi lain yang positif dari sekolah gratis ini, bagus untuk merekrut jumlah siswa wajib belajar 9 tahun, karena memudahkan mereka untuk sekolah,” katanya lagi. Tetapi ketika ditanya, bagaimana kualitas para siswa, “Untuk kualitas siswa saya kurang begitu tahu.”
Hal yang sebenarnya menjadi sulit untuk perubahan Waringinkurung, agar cepat
mensejajarkan dengan kecamatan lain adalah infrastruktur jalan “Melihat sarana dan prasarana jalan, sebenarnya kalau jalan jalan Serdang – Cibandos yang tembus ke Gunung Sari, kalau jalannya diperbaiki dan ada pelebaran jalan, tentu aksesnya akan lebih cepat. Tapi perhatian pemerintah kurang terhadap kecamatan Waringinkurung. “Masyarakat sudah tahu kalau Waringinkurung itu ada proyek agropolitan, tetapi itu cuma plang doang,.” tegas Sahrudin lagi.
Kita memang tidak bisa menafikan mengenai gambaran masyarakat kita saat ini, yang masih kurang percaya terhadap pendidikan. Anggapan “orang pinter minterin orang” atau “orang pintar masuk penjara” benar adanya. Hal ini sesuai dengan suhu politik di negri ini dan banyaknya pejabat yang korupsi, sehingga mereka berurusan dengan hukum. Tetapi nampaknya yang menjadi perhatian semua kalangan akan sulitnya kemajuan yang cepat di wilayah Waringinkurung, Kabupaten Serang, salah satunya faktor jalan “Kalau pemerintah memang serius menggalakan pembangunan, seharusnya jalan juga menjadi perhatian seruis,” cerita Sahrudin seraya mencontohkan seorang pengawas yang datang ke sekolah SMP Al Irsyad, yang berseloroh “Bagaiamana bisa membina kalau jalannya rusak.”
Dan faktor lain yang kurang “pas” di wilayah Waringinkurung, yaitu, banyaknya masyarakat kita yang menyewakan tanahnya bagi orang-orang lio yang berdampak terhadap lingkungan terutama rusaknya jalan.
Tapi dalam kesempatan yang berbeda Jahidi, S.Pd, menjelaskan, yang menjadi penyebab lambatnya perkembangan pendidikan di wilayah Waringinkurung justru bukan jalan, tapi masih pada sekitar pemahaman orang tua. “Kendalanya orang tua yang masih banyak lulusan SD, dan ekonomi yang lemah,” katanya di sela-sela mengawas ujian Paket C di Al Irsyad. Lebih lanjut pria yang baru satu minggu jadi penilik ini, “Jalan walaupun rusak, tidak begitu berpengaruh. Contohnya, dulu ujian Paket C di Kemuning, para pesertanya harus kita susul, tetapi sekarang alhamdulillah. Walaupun jalannya rusaj, mereka datang sendiri,: kenangnya
DEPAG KURANG
Berbeda dengan Sahrudin, berbeda pula tanggapan dari Mas Aji Rauhi, Kepala Sekolah Madrasah Diniyah Al Irsyad Waringinkurung. Dia menjelaskan tentang persoalan yang terjadi pada sekolah Madrasah Diniyah “Kurangnya pengarahan dari pihak Depag pada guru-guru Madrasah termasuk FKMD (Forum Komunikasi Madrasah Diniyah),” Mas Aji menjelaskan. “Depag hanya dapat memberikan insentif saja, itu juga yang kami dengar satu tahun sekali, setiap bulan ramadhan. Kisarannya belum tentu,” Tetapi alhamdulillah juga, karena ada dana PNPM kita merasa terbantu, walaupun di luar Depag,” tegas Mas Aji.
Sulitnya guru Madrasah Diniyah untuk mendapat perhatian pemerintah, maka
Mas Aji Rauhi meminta pada pihak Depag Kabupaten Serang, “Setidaknya dana dari Depag itu sama dengan PNPM saja, yang memberikan honor 250.000/perorang.”
Sulsiyawati, S.Pd.I, Guru SMP Al Irsyad menjelaskan, “Sebelumnya pendidikan di wilayah Waringinkurung kurang begitu baik, akan tetapi dengan datangnya BOS sedikit cerah, dan berdampak positif dan negative. Positifnya, sekolah berlomba-lomba mencari siswa. Negatifnya, terjadinya persaingan antar sekolah, dan masyarakat masih belum paham tentang BOS,” kata Sulsiyawati
Dengan adanya dana BOS, setidaknya kesadaran pengelola pendidikan sudah terlihat, semisal memasang spanduk yang menyatakan “Sekolah Penerima Dana BOS”. Lebih daripada itu, diharapkan mutupun meningkat. Sementara menurut Sulsiyawati, sulitnya meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Waringinkurung disebabkan oleh banyak factor. “Penyebab sulitnya mutu, bisa dari siswa yang kurang sadar pendidikan, kurangnya gambaran masa depan mereka yang tidak jelas, karena tidak ada unsur motifasi orang tua,” jebolan STAISA Jakarta ini, menjelaskan, “Kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan sangtlah kurang, contohnya, buat apa sekolah tinggi-tinggi toh, mereka akhirnya, masuk penjara,” Sulsiyawati mengakhiri perbincangan dengan www.rumahdunia.com. (Rahel)




January 2nd, 2010 at 7:48 pm
Alhmdulillah, akhrx, ktmu jga dgn webnya org serang. Aq org asli waringinkurung. Aq sneng bged. Kcamtn wrkrung bs diposin. Dn sulsiyawati yg anda wawancarai adlh tmen aq.
Aq pgen bget bljar dari gola gong ttg bgmn cranx menls yg baek.
Aq py byk tlsn diblog, mgkn kl da wktu mmpir lah sbntr. Dn kmntr blk, trutama tlsan aq di hlaman cerpen.
May 18th, 2010 at 5:42 pm
kebanyakam kcamatan gunung sari serang banten kebanyakan pegawainya korupsi,jadi ga jelas.